Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
Drabble Berantai Keroyokan; Random/K-M/Random
Topic Started: 24 Jan 2010, 05:40 AM (48,172 Views)
ichi
Member Avatar
honored maiden
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Intuition / Intuisi
Fandom: Ouran High School Host Club
Chara: Tamaki/Haruhi

"Kak Tamaki, jangan kesana!" teriak Haruhi ketika melihat Tamaki hendak melangkah masuk ke dalam ruangan klub.

Mendengar larangan Haruhi, jiwa kenarsisan Tamaki bangkit kembali. Sekali lagi Tamaki mengambil mawar merah yang entah didapat dari mana dan berpose bak power ranger.

"Tak apa, Haruhi. Bukankah sebentar lagi tamu-tamu kita akan datang? Apa salahnya kita memberikan sedikit sentuhan kepada ruangan klub sebelum anggota lain datang?" balas Tamaki lembut.

Haruhi tidak tahu apa yang membuatnya melarang Tamaki untuk memasuki ruangan klub. Itu sama sekali tidak salah, bukan? Bukankah biasanya Tamaki selalu datang lebih dulu dari anggota lain, dan menata ruangan itu sendiri?

Entahlah, tubuhnya bergerak sendiri untuk melarang Tamaki kesana. Haruhi menarik lengan Tamaki sekuat tenaga.

"Tolong, kak. Jangan kesana! Lebih baik kakak menunggu teman-teman yang lain saja!" pinta Haruhi dengan nada penuh kekhawatiran.

Tamaki meletakkan tangannya di atas kepala Haruhi dan mengusapnya, "Tidak apa. Percayalah kepada papa..."

Haruhi melepaskan tarikan tangannya dan terpaku menatap Tamaki yang mulai berjalan meninggalkannya. Haruhi mempunyai firasat kalau ia takkan bertemu dengan Tamaki lagi, takkan.

Bukankah itu hanyalah sebuah intuisi belaka?

Tiba-tiba, bunyi pecahan kaca terdengar dari ruangan klub. Haruhi terkejut dan langsung berlari masuk. Kaca jendela klub telah pecah.

Tamaki? Dimana Tamaki?

Haruhi melihat ke bawah jendela yang pecah dan memekik. Tubuh Tamaki telah terkapar bersimbah darah.

Intuisi itu benar, bahwa dia takkan bertemu dengan Tamaki lagi untuk selamanya.
.
Aaah! Kenapa jadi gaje beginiii?! TT_TT Gomen... *bows*

Prompt: Cookies / Kue
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
ichi
Member Avatar
honored maiden
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt : Guilty / Bersalah
Fandom: Death Note
Character: Mello

"Matt terbunuh... Maaf, Matt..."

Mello menggumam lirih ketika melihat siaran berita langsung lewat televisi di truk bahwa Matt, sahabat sekaligus partnernya, terbunuh.

Matt ditembak para pengawal Takada ketika sedang mengalihkan perhatian. Matt terkepung dan keluar dari mobil, mencoba berbicara baik-baik dengan mereka. Sayangnya, ratusan peluru terbang menembus tubuh Matt.

Matt meninggal, Mello tak bisa menerimanya.

Dalam hati Mello merasa bersalah. Mengapa dia menyetujui rencana gila ini? Mengapa dia meminta Matt untuk mengalihkan perhatian? Mengapa?

Andai Mello dapat mengulang waktu, Mello ingin menolak rencana ini, mengajak Matt kembali menjalani kehidupan yang normal. Sayangnya, nasi sudah menjadi bubur.

Mello menyalahkan dirinya, dan egonya yang terlalu besar. Andaikan dia tak terbakar cemburu, pasti dia dan Matt masih berada di Wammy House, berkumpul bersama anak-anak lain. Bukan disini.

Mello benar-benar merasa bersalah pada Matt, merasa bersalah karena membiarkannya terbunuh sia-sia. Sempat terlintas di benaknya untuk menyusul Matt. Dengan jalan apa? Bunuh diri?

Tiba-tiba, Mello merasakan sesuatu yang menyesakkan menyerang jantungnya. Mello mencengkeram dada kirinya kuat, melawan rasa sakit di jantungnya.

Apakah ini perbuatan Kira? Yang jelas, Mello merasa senang karena kesalahannya terbalas, walaupun kekalahan menyesakkan dadanya.

"Matt, i'm coming. Kita akan bertemu di surga..."
---
prompt: selfish / egois
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
ichi
Member Avatar
honored maiden
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Lantern/Lentera
Fandom: Bleach
Characters: Shinji / Hiyori

"Shinji! Berhenti menarik tanganku!" teriak Hiyori tatkala Shinji menarik tangannya, mencegahnya untuk keluar.

"Hiyori, jangan pergi dulu! Diluar gelap, pakailah lentera," pinta Shinji seraya menyodorkan sebuah lentera kertas berbentuk bulat kepada Hiyori.

Hiyori menatap Shinji dan berkacak pinggang, "Oh, begitu? Maksudmu aku hanyalah anak kecil yang harus diawasi kemanapun aku pergi?"

Shinji tertawa kecl mendengar jawaban Hiyori, "Bukan begitu. Aku hanya khawatir. Bagaimana kalau kau tersandung? Lalu berdarah dan pulang sambil menangis?" jawab Shinji, tetapi dibalas dengan tendangan dari Hiyori.

"Aku hanya pergi ke toko, hage! Hanya beberapa meter! Dan berhenti menganggapku anak kecil!" teriak Hiyori kesal, lalu segera pergi meninggalkan Shinji yang masih mengaduh.

Hiyori berjalan dengan angkuhnya menyusuri jalanan Kota Karakura saat malam hari. Heran, lampu-lampu jalanan bersinar terang, tetapi mengapa Shinji menyuruhnya membawa lentera? Ah, Shinji hanyalah orang bodoh yang sok peduli akan Hiyori!, pikirnya.

Tetapi ketika Hiyori masih setengah perjalanan, tiba-tiba seluruh lampu mati.

Gelap, semua gelap.

Yang ada hanyalah sinar bulan yang bersinar dibalik awan, lampu-lampu rumah dan lampu jalanan padam. Meninggalkan Hiyori sendirian dalam kegelapan.

Hiyori panik, sempat terlintas di benaknya untuk kembali ke markas. Tetapi perjalanan ke markas memakan waktu yang lumayan lama, dan itu akan melelahkan.

Hiyori memaksakan diri berjalan. Dan segera berlari menembus kegelapan.

Tiba-tiba Hiyori tersandung dan hampr jatuh. Tetapi sebuah tangan menangkapnya. Hiyori kaget dan melihat siapa yang menolongnya, Shinji dengan sebuah lentera di tangan kirinya.

Shinji tersenyum mengejek, "Sudah kubilang, kan? Bawa lentera..."

---

Gaje amat! TT_TT
Prompt: Bunny / Kelinci
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
ichi
Member Avatar
honored maiden
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: Aliran/Flow
fandom: Doubt
chara: Rei Hazama

Rei hanya memandangi sungai kecil yang mengalir dengan tatapan kosong. Tangan kecilnya menyibakkan air sedikit. Membiarkannya mengalir. Mengalir tanpa henti.

Seperti itulah hidupnya. Bagaikan aliran air yang terus-menerus mengalir tanpa henti, tidak meninggalkan jejak.

Rei tak lupa bagaimana rasa sakit hatinya ketika kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan. Rei tak lupa saat masyarakat menolak keberadaannya, dan menganggap seluruh hipnotisnya sebagai rekaan belaka.

Rasa sakit hati tetap membekas di hati Rei.

Tetapi membalas dendam bagaikan aliran air yang mengikis perasaan itu.

Rei telah mengajarkan kepada semuanya, bagaimana sakit hatinya ditipu, dengan menjebak beberapa orang dalam permainannya.

Rabbit Doubt.

Tanpa menurunkan tangannya secara langsung, Rei telah membunuh hampir seluruh pemain Rabbit doubt. Dan seluruh pembunuhan, seluruh kekejaman yang ia lakukan bagaikan aliran air.

Mengalir dan menyapu jejak yang dialirinya.

Rei menghela nafas, dan berbisik lirih.

"Pembohong harus mati..."

---
Gajee! TT_TT

Prompt: Perangkap / Trap
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
ichi
Member Avatar
honored maiden
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: octagon/segidelapan
fandom: Shugo Chara!
chara: Miki/Yoru

"Kau sedang apa, nyaaa?" tanya Yoru kepada Miki yang sibuk mencoret-coret buku gambarnya.

Miki menoleh dan terkejut, "Yoru? Apa yang kau lakukan disini?"

"Aku? Aku kesini karena Ikuto kesini, nyaaa. Apa yang kau lakukan?" balas Yoru seraya menjilati kedua lengan berbulunya.

Miki kembali fokus pada sketsanya. Tak menghiraukan keberadaan Yoru, "Aku sedang menggambar..."

"Gambar apa? Boleh aku lihat?" tanya Yoru. Miki mengangguk pelan dan memberikan sketsanya, gambar seorang anak perempuan.

"Gambarmu bagus sekali, Miki! Bisakah kau menggambar sebuah octagon?" tanya Yoru.

Miki bertanya-tanya, mengapa Yoru memintanya untuk menggambar sebuah octagon yang begitu sederhana? Mestinya Yoru memintanya untuk menggambar sesuatu yang lebih rumit dari itu. Dan apakah hanya sekedar pengujian?

Tanpa banyak tanya lagi, Miki segera menggambar sebuah persegi delapan yang simple, tetapi indah.

Yoru menambahkan hiruf-huruf di tiap sudut octagon. Huruf M, Y, R, S, D, A, I, dan U.

"Apa maksudnya?" tanya Miki.

"M untuk Miki. Y untuk Yoru. R untuk Ran. S untuk Suu. D untuk Daiya. A untuk Amu. I untuk Ikuto. Dan U untuk Utau. Octagon ini melambangkan ikatan di antara kita berdelapan. Karena itulah aku suka octagon," jelas Yoru.

---
Aneh... *plak*
Prompt: Bento
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
ichi
Member Avatar
honored maiden
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt : Conclusion/Kesimpulan
Fandom : Death Note
Chara : BB

BB bersandar pada dinding kamarnya, mencoba mngambil selai-selai strawberry yang masih tersisa dalam toplesnya. Sekilas pikirannya melayang kepada seorang detektif yang belum lama ini bertemu dengannya.

Naomi Misora.

Walaupun ia mengaku sebagai detektif, BB tahu kalau sebenarnya Misora lebih dari itu. Lewat pola pikirnya, analisisnya, semuanya.

Tetapi BB tetap ragu jika Misora dapat mengambil kesimpulan bahwa ia sebagai dalang dibalik seluruh pembunuhan berantai di Los Angeles. Kecuali kalau Misora bekerja atas komando seseorang.

L.

L yang memberi komando pada Misora dari balik layar. Iya, pasti. BB tak ragu akan kesimpulannya.

Dan yang dinantikan BB adalah, L datang menghadapinya seorang diri.

Karena alasan itulah, BB muncul dan memberikan beberapa pemecahan masalah kepada Misora untuk membantunya menarik kesimpulan.

Dan akankah Misora dan L sampai pada sebuah kesimpulan bahwa BB yang melakukan seluruh pembunuhan itu?

BB hanya tersenyum, dan memandangi kota Los Angeles, mencari korban berikutnya.

.
Gaje! TT_TT
.
Next prompt: spekulasi
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
ichi
Member Avatar
honored maiden
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Dice/Dadu
Fandom: Hetalia Axis Powers
Chara: Russia

Menyatukan seluruh negara di tangan Russia tidaklas semudah melempar dadu...

Dadu.

Ya, dadu...

Ini bukanlah peruntungan nasib yang hanya menunggu angka yang muncul lewat dadu yang dilempar. Bukan.

Tetapi, ini berbicara soal perjuangan.

Sampai saat ini, Russia masih berusaha menyatukan negara-negara lain lewat aura yandere mengerikannya yang selalu keluar untuk mengancam mereka.

Tapi itu saja tidak cukup bukan?

Russia tak mungkin menunggu mata dadu yang akan keluar menuntun langkahnya. Ia ingin menyatukan seluruh negara sendiri.

Meskipun rakyatnya menyalahkannya...

---
Aneh, ancur, gaje, gak nyambung TT_TT
Gomen...

next prompt: Paint/lukisan
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
ichi
Member Avatar
honored maiden
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Breath/Nafas
Fandom: Death Note
Character: Matt
Warning: Matt's POV

Bernafas, hanya bisa bernafas di antara peluru-peluru yang menembus tubuhku, bahkan telah lancang memasuki paru-paruku.

Satu hembusan...

Dua hembusan...

Hanya ini yang dapat kulakukan. Aku sudah tak sanggup lagi bangkit dan mengambil bom asapku, ataupun untuk melarikan diri.

Teringat kepada perkataan Mello, ia mengatakan bahwa ia takkan mengecewakanku. Tetapi justru akulah yang mengecewakannya.

Kalau aku terbunuh, ia pasti akan sedih, kan? Mengingat Mello yang bersikap keras tetapi sebenarnya hatinya murni itu... ah, aku tak sanggup untuk melukainya.

Bukan aku yang melukainya, tetapi takdir.

Takdir yang telah memegang nafas terakhirku, dan takdir yang telah memutuskan kapan untuk menghentikannya.

Dan sampai kapanpun aku takkan melukai hatinya, aku tetap menganggapnya sahabat, sampai hembusan nafas terakhirku.

Sampai saat ini.

Detik ini, tubuhku telah mati rasa, dan nafasku keluar perlahan-lahan.

Dan sekarang aku telah merasakan bahwa rohku melayang kembali kepadaNya...

---

Ini yang disebut 'gaje' TT_TT

Next prompt: Emotion/emosi
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
ichi
Member Avatar
honored maiden
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: addiction/candu
fandom: Death Note
character: Matt, Mello

"Berhenti memainkan game bodohmu itu, Matt!"

Mello berteriak, untuk kesejuta kalinya pada hari ini, berteriak kepada Matt yang sejak subuh telah memainkan PSP bodohnya.

Matt terpaksa menekan tombol pause dan mulai bertanya kepada Mello.

"Aku tak mungkin bisa berhenti memainkannya, Mello. Game telah menjadi candu di dalam darahku," seloroh Matt.

"Huh! Itu hal yang sangat bodoh!" jawab Mello ketus.

"Dan apakah ke-addict-anmu pada cokelat itu sesuatu yang bodoh?" tanya Matt.

Mello tertunduk. Benar juga, bukan hanya Matt yang kecanduan akan game, tetapi ia juga memiliki candu tersendiri kepada cokelat. Cokelat adalah bagian dari dirinya, dan dia takkan bisa berhenti mengonsumsi cokelat. Dan begitu juga dengan Matt. Berhenti memainkan game pasti adalah hal terberat bagi Matt...

"Matty, kau mendapatkanku kali ini!" gerutu Mello.
.
.
next prompt: sibling/hubungan keluarga
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
ichi
Member Avatar
honored maiden
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Leather/Kulit
Fandom: Death Note
Characters: Mello
.
Ia melangkah, melangkah tak tentu arah. Dengan tubuh dibalut oleh pakaian dan celana hitam-hitam ketat yang seluruhnya terbuat dari kulit.
Kulit.
Ya, kulit.
Kulit yang mungkin dianggap orang-orang merupakan bahan tak lazim untuk dijadikan pakaian.
Kulit yang menjadikan Mello benar-benar terlihat seperti perempuan. Oke, mungkin bukan itu saja, Mello juga berambut pirang sebahu dan memiliki mata safir yang indah.
Kulit yang membuat orang-orang menatap Mello dengan tatapan heran, mempertanyakan asal usul dan jati dirinya.
Namun, Mello selalu memakainya dengan senang hati.
Bukan, bukan karena ia tak mempunyai pakaian lagi. Tetapi karena kulit adalah bahan yang nyaman untuk dipakai.
Diantara tatapan orang-orang yang keheranan dengan pakaiannya, hanya ada satu orang yang memujinya.
Mail Jeevas....
.
.
Next prompt: Empty/Kosong
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
ichi
Member Avatar
honored maiden
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
@Anna: Hyaa~ Graham! XD #lemparGrahamketempatAnna

Prompt: eternal/abadi
Fandom: Hetalia Axis Powers
Character: Russia/Ivan ^^ saya juga mau fangirling. Ivaaan~ let's get marrieed! #plak


Aku tak mengerti, benar-benar tak mengerti.

Mengapa semuanya tak mau bersatu dengan Russia? Padahal aku sudah meminta mereka dengan cara yang baik-baik. Padahal aku telah berusaha keras.

Tetapi, mengapa? Dengan berbagai alasan mereka menolak.

Bahkan ketiga negara Baltic pun, satu persatu mereka pergi. Kakak Ukraine dan Belarus pun pergi, hanya tinggal aku, disini, sendiri.

Di rumah yang sempat mereka juluki Uni Soviet.

Sungguh, rasanya hampa. Rumahku yang semula ramai dan hangat, kini sepi layaknya kuburan.

Seperti kata mereka, tak ada yang abadi di dunia ini.

Ahaha. Betul. Memang tak ada yang abadi. Uni Soviet yang dulu sempat kuagung-agungkan, Uni Soviet yang dulu sempat berjaya di kancah dunia, kini runtuh.

Mereka pergi, meninggalkan aku sendiri.

Keabadian, keabadian takkan pernah muncul, bahkan untuk Uni Soviet sekalipun, bahkan untuk diriku.

Meskipun abadi, namun apabila aku sendiri, apalah gunanya?
.
.
Gaje banget ==''
Ivan, sini ama aku aja~~ :3 #ditikam

next prompt: warm/hangat
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
ichi
Member Avatar
honored maiden
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: green/hijau
fandom: hunger games
characters: finnick/annie


Tak pernah bosan Finnick memandang Annie. Memandang helai-helai cokelat yang membingkai wajah manisnya. Memandang senyum manis yang terukir di wajahnya. Terutama memandang matanya, mata hijaunya.

Hijau yang serupa laut. Hijau yang terkadang memandang suatu sudut dengan tatapan kosong, dengan kilas-kilas delusi dan kenangan buruk Hunger Games terpantul di atasnya.

(begitu dalam trauma akan kejadian itu sehingga hijau milik wanita itu ternoda)

Warna mata Finnick juga hijau. Dan ia menyukainya. Menyukainya karena warna matanya mirip dengan warna mata Annie. Hijau.

Hijau milik Annie adalah hijau yang membuat kehangatan menyebar di rongga dadanya tiap kali ia memandanginya. Sehingga sudah tak terhitung berapa kali kedua tangan itu saling bertautan dengan senyum terbit di masing-masing wajah ditambah dengan hijau bertemu hijau.

Semenjak mereka berdua dipersatukan lewat tali pernikahan, hijau ialah warna yang selalu Finnick lihat tiap kali ia membuka mata dan tiap kali ia akan menutup mata.

Dan warna yang terakhir kali Finnick lihat tatkala ajal menjemputnya adalah hijau. Hijau milik mata Annie.


phail asdfghjkl ;;

next prompt: cacing/worm
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
DealsFor.me - The best sales, coupons, and discounts for you
« Previous Topic · Post your FFs here! · Next Topic »
Add Reply


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone