Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
Drabble Berantai Keroyokan; Random/K-M/Random
Topic Started: 24 Jan 2010, 05:40 AM (48,847 Views)
thepoetry
Member Avatar
Overloaded Leader's Charm | bounty agent ID : Cca
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt : Sky/ Langit
Fandom : Original (?)

Siang itu panas. Terang. Silau. Dan tidak spesial. Apa yang tidak lebih biasa dari siang hari yang panas di negara tropis seperti ini memangnya? Seorang gadis berjalan cepat menembus kerapatan dan abstraksme yang ditimbulkan bel pulang sekolah dengan perasaan yang bisa dibilang tidak seterang siang itu seorang diri.

Sebagian perasaan hatinya sebenarnya sedang berusaha mengacuhkan rasa canggung dengan fakta berjalan-sendirian-di-sekolah-yang-sedang-ramai-seperti-anak-hilang, sementara sebagian besar lainnya lebih condong kepada suatu perasaan yang ia sendiri sebut sebagai 'muram', yang sayangnya tidak bisa ia bagi kepada orang lain.

Guru Ekonominya tadi membuat dia sebal. Mengatainya tidur padahal ia setengah mati berusaha memperhatikan ocehannya dengan sisa tenaga yag bisa ia kumpulkan di jam-jam terakhir sekolah. Kadang dunia memang tidak adil. Dan menyebalkan.

Mempercepat langkahnya ke gerbang, tanpa sadar gadis itu menengadah di antara langkah terburunya. Memandangi langit biru yang terentang luas dan bangga di atasnya. Kembali tanpa sadar, matanya menyipit mempresentasikan seleret rasa sarkasme yang tiba-tiba muncul dalam dirinya. Langit yang cerah, dan hatinya sendiri yang mendung. Apakah langit memang sengaja mengejeknya dengan tampil seperti itu?
Apakah hanya dia sendiri yang merasa begitu?

Kelihatannya, memang langit tidak peduli. Pada rasa manusia yang dinaunginya. Ia tetap cerah di siang hari termenyebalkan yang bisa dirasakan manusia seperti dirinya. Atau jutaan manusia lainnya.

Atau, memang manusia adalah orang yang terlalu kuat untuk sekedar dikasihani oleh satu bentangan langit?

Gadis itu hanya menggigit bibirnya singkat sebelum ia kembali berjalan mantap menjauh pergi. Kali ini dengan sedikit sinar matahari yang menerobos kemendungan hatinya.

---

Next prompt : Let Go/Merelakan
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
thepoetry
Member Avatar
Overloaded Leader's Charm | bounty agent ID : Cca
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt : Persimpangan/Intersection
Fandom : Original

Terkadang memang kesempatan itu tak terbaca. Apalagi untuknya, kesempatan untuk pertemuan baru tak pernah dia duga.

Sudah bertahun sebenarnya gadis itu mempertahankan beberapa keping keyakinan akan sebuah 'pertemuan kembali', yang mana ternyata mendapat restu dari semesta untuk segera terwujud. Hari-hari berlalu tanpa ia menjeda bayangan akan pertemuan kembali yang hangat, memvisualisasi setiap tawa dan obrolan menggelitik yang menggemakan keindahan masa lalu.

Tapi tidak. Sebenarnya itu tak hanya pertemuan kembali. Itu adalah bagian dari sebuah persimpangan.

Suatu pertemuan baru baginya, menawarkan manis yang sama dengan apa yang ia bayangkan sejak dulu. Tak mampu ia tolak, tapi itu adalah persimpangan dari 'pertemuan kembali' nya. Tanpa ia sadari, dua pertemuan datang padanya, merengkuhnya dalam kisah-kisah yang sama dalam satu persimpangan.

Itulah sedikit hal tak jelas yang ia lamunkan dalam hangat ranjangnya, di tengah-tengah ignoransinya pada jam belajar yang harus ia tempuh sekarang.

Membayangkan mereka, ia hanya menggumam dalam hati, "Kalian semua berarti bagiku..."

.

Aneeh. .

Next Prompt : Ignorance / Ignoransi
Edited by thepoetry, 29 Aug 2010, 07:06 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
thepoetry
Member Avatar
Overloaded Leader's Charm | bounty agent ID : Cca
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt : Hubbub/Galau
Fandom : Fantastic Four
Chara : The Thing

Pria itu tak pernah menyangka hidupnya akan berubah seperti ini. Menjadi seorang superhuman.
Tapi untuk kasusnya, menjadi superhuman hanya menambahkan kegalauan dalam diri dan hidupnya. Menjadi makhluk yang begitu tak biasa sehingga akhirnya 'The Thing' cukup untuk menyebut dirinya yang sekarang. Abnormal sekali untuknya.

Reed seharusnya bisa membantunya. Bukannya terus mengoceh tentang ketidakamanan alat-pengubah-ke-normal setiap kali ia menanyakan kejelasan. Tidak bisakah manusia elastis itu mengerti galau hatinya sebagai. . A thing? Lihat. Betapa menyedihkan kedengarannya.

Itu belum termasuk saat ia tiba-tiba teringat kepada istrinya yang begitu saja meninggalkannya saat melihat 'wujud barunya'. Menggeletakkan cincin pernikahannya sekedarnya di atas aspal panas kota lalu berpaling dan terisak tanpa ambil pusing pada (mantan) suaminya yang bertambah galau saja melihatnya.

Ia rela menyerahkan apa saja, untuk bisa menjadi tidak kelihatan seperti Susie. Agar semua orang tidak perlu memandangnya dan menambah sakit hatinya.

Sepertinya memang superhuman selalu akrab dengan kegalauan. Tapi biasanya pada akhirnya mereka berhasil menyelamatkan semua orang, dan diri mereka sendiri.

Setidaknya seperti itulah konklusi The Thing pada saat ia menepuk pundak Mr. Fantastic dan berkata ia tak perlu melanjutkan usaha mengembalikan keadaan normal.

Next Prompt : Conclusion/Kesimpulan
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
thepoetry
Member Avatar
Overloaded Leader's Charm | bounty agent ID : Cca
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt : Sand/Pasir
Fandom : Original

Dia hanya menghela napas dalam, menatap gadis yang duduk murung di sebelahnya.

"Jadi bagaimana? Katakan saja kenapa."

Gadis murung itu menggeleng saja.
"Tidak ada apapun."

Dia memandangi gadis murung itu lagi.

Seperti melihat butir-butir pasir yang berjatuhan dalam hourglass, dia diam saja. Menunggu. Mengira-ngira.

"Kau tidak pernah mau cerita."

Gadis murung itu mendesah, "Aku hanya muak pada semua ini."

Sssh. . .
Dia membayangkan butir-butir pasir itu turun semakin cepat. Dia bertanya-tanya apa yang surut dalam pasir itu. Apakah gadis murung itu mengalami kesurutan antusiasmenya yang biasa?

"Jangan terlalu membebani pikiranmu."

"Kau tidak mengerti."

Sssh. . .
Semakin cepat saja pasir itu turun, sebentar lagi, sebentar lagi akan benar-benar surut.

Dia urung memuntahkan rasa sedihnya karena tak bisa membuat gadis murung itu lebih baik.
"Kalau begitu aku pulang saja. . ."

Dia menggumamkan salam berpisah kepada si gadis murung sebelum melangkahkan kakinya pergi.

Hourglass nya selalu bisa penuh dengan pasir kembali 'kan?

Semoga.

Next Prompt : Pengertian
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
thepoetry
Member Avatar
Overloaded Leader's Charm | bounty agent ID : Cca
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt : Reality
Fandom : Original

Mengingat mereka tidak pernah bisa lepas dari menyadari kenyataan. Kau selalu merasakannya, terutama ketika kau memandangi wajah mereka satu per satu yang selalu dihiasi tawa dan senyum setiap kali mendeteksi keberadaanmu, atau ketika kau mendengar celoteh riang penuh antusiasme mereka, yang kau dengarkan walau kadang kau tak terlalu mengerti. Tapi rasanya selalu membahagiakan. Kau bahagia.

Kadangkala saat salam perpisahan mereka bertukar dengan milikmu di akhir hari, kau bertanya-tanya, apakah semesta akan terus mengijinkan kenyataan ini untukmu?

Kau sudah cukup besar untuk belajar berkompromi dengan realita. Paling tidak, cukup untuk mengetahui bahwa kadang waktu, kenyataan, dan perubahan datang bersamaan dalam lembar hidupmu.

Kadang kau takut, kenyataan akan membuatmu jauh dari mereka. Siapa yang tahu? Waktu terus berjalan, manusia bisa berubah.

Kau hanya berharap, seperti apapun kenyataan baru akan menggeser kenyataanmu bersama mereka dalam kebersamaan ini...

Kau bisa belajar untuk tetap bergandeng tangan dengan mereka...

Next Prompt : Holding Hands/Bergandeng Tangan (?)
*kalimat terakhir drabble ini terinspirasi dari buku ke 3 sisterhood of the travelling pants : girls in pants*

@bebobobo he. . Hei. . Apa yg kau lakukan? Kau tidak perlu menyebutkan seperti itu. .
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
thepoetry
Member Avatar
Overloaded Leader's Charm | bounty agent ID : Cca
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt : kemelut
original

Ini sebenarnya mirip seperti adegan yang berulang. Adegan yang cukup 'tragis' sayangnya, untukmu. Melibatkanmu kembali sebagai peran 'tersakiti' dengan aktor lain yang berganti-ganti memainkan peran 'pihak menyakiti'.

Seharusnya ini sudah masuk dalam kategori kemelut dalam hatimu.

Kamu mengingat senyumnya, yang kau nikmati dalam jarak yang merentang, dalam 'dimensi' yang tak akan pernah sama dengannya.

Kamu mengingat kegugupanmu, ketika suatu waktu dimensi nya sesekali menyinggung dimensi tempatmu berpijak.

Kamu merasakan keakraban pada sifat berahasiamu, ketika kamu menyangkal semuanya pada yang bertanya kepadamu.

Dan seharusnya kamu sudah sadar kan, bagaimana ada satu adegan yang terulang setelah itu.

Kamu akan perlahan berusaha melupakan. Dirinya dan dimensinya.
Cukup mudah mengetahui kapan persisnya, ketika dia merengkuh seseorang untuk tinggal bersamanya dalam dimensinya. Tidak akan pernah, kamu akan teraba.

Tapi kamu memang bodoh.

Tidak bisakah kamu berhenti membuat adegan itu kembali?

Perempuan bodoh.
Lihat hatimu.
Akuilah perih yang menganga disana.
Terimalah fakta bahwa kamu selalu menciptakan kemelut dalam hatimu sendiri.

Sakit bukan?
.
.
.
.
Akuilah bulir air yang menuruni pipimu, yang terkecap asin ketika tak sengaja mampir di indera pengecapmu.

Menangislah.

Next prompt : dimensi
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
thepoetry
Member Avatar
Overloaded Leader's Charm | bounty agent ID : Cca
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt : rolling
original
(yang gaje)

Duniaku menggelinding, bergesekan tanpa bisa dihindari dengan apa yang dilaluinya.

Kamu. Dan,
kenyataan.

Duniaku adalah sebuah bola besar transparan yang cukup rapuh.

Tapi syukurlah, aku bisa terus memerhatikan yang ada di luar dari balik lapisan transparan itu.

Kamu.
Dan angan yang menyaru menjadi kenyataan di luar sana.

Duniaku masih menggelinding. Kadang terantuk, terpental sedikit, terguncang. Syukurlah di dalamnya semua tetap terasa baik bagiku.
Setidaknya lapisan transparan itu tidak keruh, menghalangi mataku yang memandangi.

Kamu.
Dan ternyata, duniamu.

Menggelinding, terus menggelinding...

Betapa bahagia aku, semesta membuat duniaku dan kamu saling 'bertemu' dalam benturan singkat, yang indah saja untukku.


Dan lapisan transparan duniaku memantulkan kamu lagi untuk kesekian kalinya.
Tapi ini berbeda, kamu tertelan dalam sebuah lapisan tebal yang tiba-tiba menghadang. Bersama sosok yang bersandar di bahumu. Bersama sama denganmu tenggelam dan mengabur dari pandanganku dalam senyuman identik.

Aku membeku.
Dan duniaku, terus menggelinding.

Next prompt : reflection
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
thepoetry
Member Avatar
Overloaded Leader's Charm | bounty agent ID : Cca
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt : Bullet/peluru
Fandom : Detective Conan/Case Closed
Chara : Vermouth, Gin

Jadi, apa yang akan kau lakukan sekarang, Silver Bullet?
---
"Ada apa, Belmot?" tanya Gin sambil melirikkan matanya sekilas ke arah wanita berambut pirang yang duduk di kursi belakang Porsche 356A nya, yang tadi untuk selama sepersekian detik menampilkan keterkejutan dalam wajahnya. Tak ada yang luput dari seorang Gin, ingat.

Si wanita tidak menjawab, dia hanya tersenyum sekilas sambil mulai mengikat rambut panjang bergelombangnya. Membuat Gin mendecak kesal.

"Jangan kira aku tidak menyadari wajahmu tadi, dan aku sudah malas memberitahumu untuk berhenti mengggunakan prinsip serba rahasiamu."

"Aku bukan orang bodoh."

"Jadi? Katakan apa yang membuatmu merubah ekspresimu beberapa saat yang lalu. Ada 'tikus' yang membuntuti kita?"

Sekali lagi, Vermouth menampilkan senyum berhias rahasianya, sebelum dia menjawab singkat, "Bukan apa-apa. Lupakan saja."

Hening sejenak. Dan kini Gin menatapnya. Ya, bahkan saat seharusnya lelaki itu berkonsentrasi mengemudikan Porsche nya yang melaju dalam kecepatan tinggi, dia masih mampu menghujamkan pandangan dingin nan keji nya itu pada Vermouth, walau hanya di pantulan cermin kecil yang menggantung di atas dasbor.

Vermouth balas menatapnya, tetap memertahankan senyumnya, dan akhirnya Gin kembali mendecak kesal. Tidak mau berurusan dengan sifat 'khas' wanita di belakangnya.

Si wanita berambut pirang pun terkekeh dalam hati, 'Aku masih menunggumu, Silver Bullet...'

Next Prompt : Porsche
Edited by thepoetry, 22 Oct 2010, 09:56 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
thepoetry
Member Avatar
Overloaded Leader's Charm | bounty agent ID : Cca
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt : Destiny/Takdir
Ori

Mata hijaunya adalah satu-satunya yang terlihat olehku saat aku berpaling. Bibirnya yang merekah dalam senyuman melontarkan sebuah perkataan singkat saat aku hanya bisa menatap sosoknya dalam kebisuan kekaguman, "Apakah kau pikir... Ini takdir kita?"

Aku mengerjapkan mataku, merasakan kernyitan yang secara refleks menggurat di dahiku. Tapi tidak lama, bibirku secara refleks telah menambahkan senyuman menggantikannya.
"Maksudmu... Saat pertemuan tak terduga kita ketika kau dan aku bertemu dalam pelarian sesaat di sebuah taman..."

"...dan aku bertanya padamu, apa yang membawamu ke sana di waktu selarut malam itu?" balasnya dalam senyum yang kini terurai sedikit menjadi satu penggalan tawa kecil.

"...tapi aku hanya berkata bahwa mungkin kita adalah sesama manusia patah hati yang tidak sengaja bertemu saat kita sedang insomnia..."

"...lalu akhirnya hari ini kita menyimpulkan bahwa malam itu adalah salah satu dari beberapa takdir sederhana..."

"Kalau sudah begitu, bagaimana menurutmu?"

Dia kembali tersenyum, tapi kali ini dengan semburat kemerahan yang mempermanis parasnya, sebelum berkata lirih, "Sepertinya kita harus mulai memerhatikan Romo yang akan mulai membacakan..."

"Takdir kita, janji kita," aku menggenggam tangannya, "tentu saja..."

***

Picisaan. Aw tapi post terbarunya Adam Young di Owl City Blog memenuhi ruang-ruang labil dalam kepala saya sekarang haha

Next Prompt : Insomnia
Edited by thepoetry, 26 Oct 2010, 10:01 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
thepoetry
Member Avatar
Overloaded Leader's Charm | bounty agent ID : Cca
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Setara/Equal
Fandom: Meitantei Conan
Chara(s): Gin, Vermouth, Vodka.


"Cih."
.
.
.
"Bos menyukainya, Kak."

Perkataan Vodka tidak bertele-tele, tepat sasaran, dan seperti biasa hanya ditanggapi dingin oleh si lelaki berambut putih-panjang yang duduk dengan sikap tubuh kaku di dekatnya. Kali itu, bersama-sama, mereka tengah duduk melingkari sebuah meja bundar kecil, dalam sebuah kafe yang terlalu tak berkesan untuk diingat namanya selain sebagai tempat pertemuan rahasia mereka.

"Kau kira itu alasan masuk akal untuk membuatnya terlambat datang seperti ini?" kata Gin yang dengan pandai menyembunyikan kemarahannya dalam nada dingin tak-tergugat, tanpa perasaan. Lelaki berperawakan besar yang menjadi lawan pembicaraannya itu, kemudian seperti biasa menanggapi dengan kecenderungan keciutan nyali untuk tidak menanggapi, dan agaknya boleh bernafas lega ketika sosok yang ditunggu telah datang tak lama kemudian.

"Kutebak, Kakakmu ini marah lagi, Vodka," kata Vermouth santai sambil dengan kesan yang sama menyenderkan sebagian tubuhnya ke badan kokoh si lelaki berambut putih-panjang,"mungkinkah makin lama kemarahannya mengarah pada cemburu?"

"Jangan sok merasa puas diri, Belmot," balas Gin tanpa perasaan, menyundutkan rokok dari bibirnya sembarangan di asbak di tengah meja,"saatnya akan tiba bagiku untuk mengenyahkan rahasia yang melumurimu. Untuk sekarang, bermainlah sepuasmu."

Kekeh tanpa humor terlepas dari bibir si perempuan berambut pirang, yang sekarang mendudukkan diri di kursi kosong sambil ikut menyalakan rokoknya,"Kau tentu tahu, giliran kita dalam semua permainan ini tidak berbeda, Gin..." katanya memandang si lelaki berambut putih-panjang, yang membalas dengan tarikan senyum tanpa perasaan yang senada dengan yang barusan diberikan oleh si perempuan.

"...kita bidak yang setara, Belmot. Ingatlah itu."



assdffghjkl long time no seeee =))
Next Prompt: Meja Bundar/Round Table
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
thepoetry
Member Avatar
Overloaded Leader's Charm | bounty agent ID : Cca
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Kudapan/Snack
Fandom: Boyfriend (Real-person....boleh ya .///.)
Chara: Jeongmin/Youngmin

Kedua telapak tangannya tersandarkan di masing-masing lututnya sementara satu demi satu engahan meluncur dari bibirnya, "....aigo," desahnya secara instingtif mematuhi dorongan untuk memberikan reaksi pada gelenyar lelah yang mendera seusai latihan.

Kembar Jo yang lebih tua itu membiarkan pandangannya menyebar pada rekan-rekannya yang lain, menyadari bahwa semuanya juga merasakan lelah yang sama. Ketahuilah, rangkaian gerak yang terlaku dengan segenap konsentrasi hanya memiliki fungsinya untuk mengesampingkan kesadaran lain ketika musik berputar; lepas dari itu, ia tetap seorang Jo Youngmin yang usianya muda, tapi tidak tubuhnya.

Hah, ha. Itu memang ucapannya, dan agak lucu ketika mendadak mengingatnya sekali-kali.

"Ayo berkumpul. Aturan biasa..." ajak Donghyun-hyung menguasai keadaan meskipun tampak pancar lelah pula di wajahnya, membuat Youngmin sesaat merasa tak enak hati, melihat hyung nya itu harus selalu bertanggung jawab di bagaimanapun situasi. Sementara dia yang lebih muda, tapi rasanya tidak bisa mengambil "posisi" yang sepantasnya.

"Oh, undian piket beli kudapan!" celetuk Jeongmin sembari menepuk bahunya dari samping, "nah kau mau membungkuk sampai kapan, Youngmin?"

"Ah, ya," jawabnya sembari meringis dan menegakkan tubuh, mendekati sudut studio di mana Donghyun-hyung tadi mengambil suara.

Kebiasaan rutin untuk mengundi siapa di antara mereka berenam untuk membeli kudapan di saat break latihan, adil memang, tapi keberuntungannya dan kembarannya tidak selalu bagus, seringnya.

"Kau memang sering kebagian, ya. Hadapilah dengan lapang dada, haha," canda Jeongmin ketika mereka akhirnya membentuk lingkaran hom pim pa, saling bertukar pandang.

"Posisimu tapi selalu seimbang dengan Kwangmin, tidak ada yang bisa benar-benar menebaknya," ujar Minwoo polos dengan kekeh kecil.

Youngmin hanya menatap kembarannya yang namanya baru saja disebutkan Minwoo, sama-sama bertukar pandang pointless.

"Satu, dua, tiga!"

...apakah memang "posisi"nya memang berkaitan dengan sesuatu yang seperti ini, ya. Keberuntungan kali ini lebih banyak terbagi pada Kwangmin di atas kenyataan bahwa mereka memang kembaran.

"Tolong tunggu sebentar, ya." pamitnya pasrah tanpa sempat mengubah ekspresinya lebih lanjut, separo mengabaikan serangkaian "ooh...!" yang asal reflek terucap dari rekan-rekannya yang sekali lagi menyaksikan kebenaran "mitos" seputar undian di antara mereka.

"Youngmin, lakukan tugasmu dengan baik dan senang hati." pesan Donghyun-hyung secara netral di saat Hyunseong dan Minwoo bertukar high five.

"Tidak apa-apa, kau kutemani saja sini!"

...
Celetukan Jeongmin kembali datang mengejutkan, bahkan membuat sang leader mengerjapkan mata tidak percaya sesaat, sebelum mengangkat bahu dan menyetujui dengan berkata,"ya sudah kalau mau ikut, tapi kalau begitu kupikir aku bisa berharap supaya kudapannya datang lebih cepat?"

"Haha, tidak perlu khawatir, hyung!" balas Jeongmin semangat, "...aku mengawasinya supaya tidak malas-malasan atau sampai jatuh pingsan di tengah jalan."

Oh, haruskah dia malu atau berterimakasih di hadapan hyung nya itu?

--
Fail. Next prompt: Kakak.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
thepoetry
Member Avatar
Overloaded Leader's Charm | bounty agent ID : Cca
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Sun/Matahari
Fandom: Real-person; Boyfriend
Chara: Donghyun/Kwangmin

"Mataharinya silau sekali," komentar Donghyun untuk yang kesekian kalinya ketika ia menengok ke luar jendela mobil, dan selalu pada saat itu juga mengernyit khawatir. Mungkin memang merepotkan, menyandang kompleksi yang seperti dirinya sampai bisa diibaratkan seputih kelinci, terik matahari bukan hal yang terlalu disambutnya antusias.

Tunggu, memang kelinci itu sensitif ya?

"Hyung, pakailah sunglass kalau begitu," celetuk Kwangmin dari tempatnya duduk di kursi belakang, bersebelahan dengan Hyunseong.

Donghyun memutar pandangan menatap si kembar-yang- lebih-muda, nampak memertimbangkan ucapannya selama beberapa waktu.

"Kurasa Kwangmin benar, buktinya kemarin dulu di Gayo Daejun dia kelihatan bagus memakainya," komentar Hyunseong,"kapan-kapan apakah akan bagus untukku berpenampilan begitu?"

Sepertinya bukan kesempatan yang bagus untuk menanyakan pendapat pada sang leader yang sedang berpikir sendiri, dilihat dari tidak berubahnya ekspresi Donghyun yang masih semi-menatap Kwangmin, menimbang-nimbang.

Untungnya Youngmin berbaik hati menyelamatkan harga diri Hyunseong, kembar-lebih-tua di sebelah Donghyun itu mengacungkan jempolnya pada Hyunseong, disertai anggukan polos tanpa dosa. Memang di situasi seperti ini, leader serasa punya kebebasan untuk menentukan sikap tanpa peduli ujung-ujungnya pada yang lain, toh, tidak ada dongsaeng-dongsaeng yang berani menyelanya sembarangan.

"...apa nanti tidak kelihatan seperti aku mengikuti style mu, Kwangmin?" ujar Donghyun akhirnya memecah hening, dan di sini Hyunseong sudah belajar dari pengalaman, anteng tak berkomentar.

"Kurasa tidak akan, kok, hyung." jawab Youngmin patuh, yang gantian tidak belajar dari pengalaman karena sama-sama tidak digubris Donghyun. Sang leader saat ini hanya menunggu respon Kwangmin, yang selama detik-detik panjang tadi hanya melongo memerhatikan, kemudian buru-buru menggeleng-gelengkan kepala dan menjawab,"Tidak bakalan dikira begitu kok, hyung!"

"Kau seharusnya lebih meyakinkan, Kwangmin," celetuk Jeongmin dari kursi depan, akhirnya memutuskan untuk ambil bagian; membuat Minwoo yang dari tadi cari aman di tengah Kwangmin dan Hyunseong buru-buru mengangguk-anggukan kepala.

"Hm, lalu bagaimana?" tanya Kwangmin pointless, menatap Minwoo meminta bantuan dengan cengir senada.

"Kekhawatiran hyung agak nggak wajar soal ini, tapi kita nggak bisa mengabaikannya." simpul Minwoo diplomatis, tapi tidak terlalu membantu.

"Hei, apa maksudmu, Minwoo?" tanya Donghyun setengah tak-terima.

"Hehe maaf, hyung..."

Kwangmin tampak berpikir serius, mengelus dagunya dan memandang keluar, dan akhirnya menemukan solusi.

"Aku juga akan memakai sunglasses seperti hyung saja, jadi tidak akan aneh 'kan? Aku pakai sunglass lagi mengompaki hyung supaya senada."

Sebenarnya tidak ada yang benar-benar memahami maksudnya, namun toh akhirnya sesampainya di bandara yang menjadi tujuan mereka, itu merupakan keputusan yang paling baik, baik Donghyun atau Kwangmin sama-sama nampak bersinar di limpahan terik matahari siang itu.

--
Makin fail aja. Orz
Next: Bandara/Airport.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
thepoetry
Member Avatar
Overloaded Leader's Charm | bounty agent ID : Cca
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Strategi/Strategy
Fandom: BIGBANG
Chara: Seungri (Lee Seunghyun)



Lee Seunghyun tidak akan setengah-setengah jika sudah menyangkut suatu hal yang berkaitan dengan "kemenangan", maksudnya, dalam kasus apapun, kemenangannya. Katakanlah ambisius, namun dengan sederhana biarkan dirinya menyebutnya sebagai suatu kebiasaan.

Ya, kebiasaan untuk selalu menang.

...kenapa tidak?

Namun ketahuilah jika kemenangan bukanlah keberuntungan baginya, karena baginya, kemenangan datang dari persiapan, maka tariklah kesimpulan bahwa dirinya selalu siap, siap untuk menang. Keberadaan dirinya dalam BIGBANG Project ini dimaksudkan untuk menjadi pemenangnya, bukan menjadi pecundang yang tersingkir dan tak bisa membuktikan kesiapan dan kemauan yang dimilikinya.

Boleh saja berkata, namun kenyataannya situasi yang ada pada dirinya sekarang bisa dibilang berada di ujung tanduk, nyatanya dirinyalah yang menjadi dua terbawah, dua yang bisa saja tersingkir dengan mudahnya sesuai keinginan seorang Yang Hyun Suk. Berdiri bersisian dengan Jang Hyunseung, berbagi posisi tak melegakan ini.

Maafkan aku, tapi aku di sini tidak untuk kalah, hyung...

...tidak ingin memandang wajah hyung-hyung yang terpilih sebelum ia merasa dirinya sendiri berhak. Sebelum dirinya sendiri berada sejajar dengan mereka.

Lalu bagaimana? Satu-satunya cara adalah tidak memberikan cela pada apapun penilaian akhir yang menentukan segalanya. Siap saja tidak cukup, karena pemenang akan menjadi satu yang mutlak di atas yang lain, maka itu, seorang pemenang juga butuh strategi, itu disadarinya. Ya, maka, dengan mengerahkan setiap genggam kepercayaan diri dan keyakinan hatinya, Lee Seunghyun berniat untuk membuktikan segala yang dimilikinya pada apapun yang diminta sebagai bahan pertimbangan terakhir.

Itulah strateginya, yang disiapkannya sebagai senjata terakhir untuk mendefinisikan kemenangannya.

Lalu, adalah lima alasan jelas yang ia utarakan pada Yang Hyun Suk untuk meneguhkan kepantasannya sebagai seorang anggota dalam BIGBANG, seorang maknae yang akan memberikan segalanya yang terbaik, satu di antaranya ia biarkan tak jelas terdefinisi dalam kalimat untuk meyakinkan sang penentu keputusan akhir bahwa dirinya tidak akan berhenti untuk melakukan kemenangan-kemenangan besar.

Strateginya, ialah menunjukkan kekuatan dirinya, keyakinan hati dan kemampuan diri yang terintegrasi dalam dirinya, yang kemudian diutarakan dalam kesungguhan akan realisasinya.

...dan itulah, sebuah awal bagi Lee Seunghyun untuk sesuatu bernama kemenangan; bagi mereka yang siap, bagi mereka yang tahu strateginya.



Next Prompt: SEUNGRI!/Victory/Kemenangan
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
DealsFor.me - The best sales, coupons, and discounts for you
« Previous Topic · Post your FFs here! · Next Topic »
Add Reply


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone