Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
Drabble Berantai Keroyokan; Random/K-M/Random
Topic Started: 24 Jan 2010, 05:40 AM (48,949 Views)
niedlichta
Member Avatar
*faints*
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Photo/Foto
fandom: Death Note
Chara: Light Yagami.

_

Light Yagami kehilangan ide untuk mendapatkan nama asli Ryuzaki, L, Hideki Ryuga, atau siapapun dia.

Sempat terlintas di benaknya untuk mengadakan 'acara foto bersama' dengan Ryuzaki dengan dalih 'memperakrab jalinan pertemanan' antara dirinya dan detektif terkenal itu.

Kemudian, foto itu segera diperlihatkan kepada Misa, agar dia dapat membunuhnya.

Namun, ide itu segera dia buang jauh-jauh ketika Ryuzaki berkata,

"Light-kun ingin mempererat persahabatan kita atau hanya ingin mengambil foto saya dan menaruhnya di dompet Light-kun?"

... Tidak, tidak. Setidaknya Light Yagami belum bisa mempertaruhkan harga dirinya untuk berfoto bersama Ryuzaki.

_

Gaje orz.

_

Next prompt: Stop/Berhenti
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
niedlichta
Member Avatar
*faints*
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Sacrifice/Pengorbanan
Fandom: Naruto
Character: Uzumaki Naruto

-

'Untuk mencapai suatu keberhasilan, harus ada pengorbanan.'

Naruto tidak tahu dia pernah mendengar kalimat itu dimana... Yang jelas, sekarang dia paham betul makna darinya.

Dia menatap tubuh yang terbujur kaku di hadapannya. Mata onyx itu telah tertutup untuk selamanya, dan tak akan terbuka lagi. Tak akan, kecuali Orochimaru hidup kembali dan melakukan edotensei.

Namun, meski jasadnya hidup, itu bukanlah Sasuke lagi. Itu hanyalah mayat hidup sebagai senjata bertempur.

Dia menatap nanar ke arah tangannya. Haruskah? Haruskah dia mengambil Sasuke sebagai 'korban' dari 'pengorbanan' itu?

Naruto tersenyum pahit. Tentu saja jawabannya tidak, bukan?

Dan, tubuhnya membungkuk, mengambil katana Sasuke yang masih digenggam erat olehnya. Bilah tajam itu berkilat sebentar, memantulkan cahaya matahari di atas sana. Senyuman pahit di bibirnya terganti dengan senyuman sinis.

'Ya, inilah pengorbanan yang harus kulakukan,' pikirnya sejenak. 'Selamat tinggal, semuanya...'

Dan suara terakhir yang dapat terdengar adalah suara jantung yang tertusuk oleh benda tajam.

_

Gaje.
... Ada yang nyadar kalo paragrafnya selalu diawali dengan huruf 'N' dan 'D' gak? :P
_

Next Prompt: Full/Penuh
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
niedlichta
Member Avatar
*faints*
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: White/Putih
Fandom: Death Note
Chara: Light Yagami

-

Serangan jantung.

Ya, Light sudah tamat. Serangan jantung adalah pengantarnya ke Nothingness, ke kehampaan. Oh, dan kini dia merasakan derita para 'korban' terdahulu yang dia bunuh. Ya, dia merasakannya.

Putih.

Semua menjadi putih... Tidak tampak apa-apa selain warna itu. Lambang suci, tanpa noda. Meski matanya tertutup, namun yang dilihatnya adalah putih, bukan hitam.

'Apakah aku diberkati oleh Tuhan? Hmph. Konyol.'

Oh--setidaknya dia telah tahu kalau dia tak akan masuk Surga. Tak akan, tak akan. Karena dia adalah manusia pengguna Death Note. Dia tak pantas berada di surga yang putih dan suci itu.

... Putih?

Warna kebenaran. Ya--dan dia teringat akan seorang pemuda. Yang selalu memakai kaos putih. Dia yakin pemuda itu tidak pernah berganti baju atau bahkan mandi, tetapi kulit orang itu putih bersih.

"... Light-kun?"

Suara itu! Dia pasti bermimpi... Tapi, tunggu. Dia sudah mati, mana mungkin bisa bermimpi?

Ketika dia membuka matanya... Cahaya putih menyambutnya. Wajah seseorang berada begitu dekat, napas hangatnya terasa hingga ke tengkuk Light. Dan dia mengerjapkan matanya, tidak percaya akan sosok di hadapannya.

"... Ryuzaki?"

Ya--pemuda berkulit putih itu adalah Ryuzaki.

Detektif jenius itu tersenyum. Dia mengulurkan tangannya, hendak membantu teman pertamanya itu untuk bangun.

"Panggil aku Lawliet, Light-kun."

Dan detik itu, Light yakin, kehidupannya selanjutnya setelah kematian adalah putih. Bersih, tanpa noda sedikitpun.

... Karena ada malaikat putih yang membimbingnya, di Nothingness ini. DIa tak akan sendiri, selamanya.

-
Fin
-

... Terlalu panjang untuk drabble, terlalu pendek untuk fic, dan terlalu gaje untuk ficlet. Orz.

Ngomong-ngomong, boleh gak kita nge-publish drabble kita ini di tempat lain?

-

Next Prompt: Narcissistic/Narsis
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
niedlichta
Member Avatar
*faints*
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Pengertian.
Fandom: 30 Hari Mencari Cinta.
Pair: AxelxGwen.

"Gue cuma minta sedikit aja pengertian dari elo," bahu gadis mungil itu bergetar. Dia membalikkan badannya, menunjukkan jemari kecilnya. Lalu, dia kembali berujar sembari menjentikkan telunjukknya.

"Sedikiiit aja. Gue gak minta banyak kok, enggak," airmatanya kembali bercucuran. Dia merutuki emosinya yang memang susah untuk dikendalikan.

Apalagi di depan pemuda yang sempat menjadi tambatan hatinya. Sialan, bahkan dia mengorbankan teman-temannya demi pemuda ini... Dia merasa menjadi orang terbodoh sedunia saat itu.

Pemuda gondrong di hadapannya hanya memutar matanya, lalu menggaruk helaiannya yang... Berketombe.

"Tapi Gwen... Gue janji mau berubah. Gue yang butuh pengertian elo... Please..." dia berlutut di depan gadis tomboy itu. "... Jangan pergi..." kecupan diberikan Axel di tangan kanan Gwen.

Gadis itu malah mengernyit jijik, karena 'salju' yang diberikan Axel padanya tadi mendarat di tangannya.

"Gue udah ngasi elo pengertian!" Gwen menepis Axel, kemudian berbalik. "Elo gak liat poni gue yang berdiri kayak landak kesetrum gini? Hah?!"

Axel nyengir.

Melihat raut wajah tak bersalah Axel, Gwen semakin bernapsu untuk melepas high-heels yang dikenakannya, kemudian melemparnya ke wajah pria itu. Pasti jeritannya memuaskan bagi Gwen.

Oke, cukup pemikiran psikopatnya. Ini saatnya serius, Gwen sudah capek akan pemuda itu.

"Hubungan kita cukup sampai di sini," Gwen beranjak dari tempat itu. Untuk yang ketiga kali, sebenarnya. Tadi dia berbalik lagi, pergi, balik, pergi, dan... selanjutnya, bisa dilihat di awal cerita.

"Kalo elo gak mau berubah dan ngasi pengertian elo sama gue, gue udah capek..." dia menurunkan poninya. "Gue juga gak mau jadian sama orang yang bilang masak itu kata sifat!" dia masih sempat memberikan kritik pedas sebelum berlalu dari hadapan Axel.

Pemuda yang notabene anak band itu memegang kepalanya. Dan kemudian berteriak dengan gaya khasnya.

"GWEEEEEN!!"

-

Sebulan kemudian...

-

Nightclub. Sudah berapa lama mereka bertiga tidak ke sini bersama? Sejak mereka taruhan mendapatkan pacar?

Gwen nyengir miris dalam hati memikirkan itu. Mereka sempat menjadi begitu bodoh, ya?

"Gwen, elo mikirin apa? Ayo, masuk!"

Bak tiga diva yang mau manggung di warteg terdekat, mereka berjalan masuk. Menebar feromon yang, entah kenapa, malah terasa seperti bau minyak 'nyong-nyong'.

Gwen melirik nista ke arah Olin. Yang dilirik cuma nyengir tak berdosa.

"Sori, sori. Kebiasaan gue."

Gwen melengos. Dia membuang wajahnya ke arah lain...

... Namun, napas Gwen terasa berhenti saat dia melihat sosok tiga pemuda. Tunggu...

'Yang ditengah itu 'kan...'

"Hai Gwen. Lama gak ketemu, ya?" pemuda berambut jabrik itu nyengir. Dia mengenakan baju kaos yang santai tapi dandy, badannya wangi parfum, dan... Gwen hapal benar cengiran itu. Itu cengiran dari...

"... Axel..."

Well, sepertinya ada yang menepati janji untuk jadi 'pengertian', ya 'kan?

-

ORZ GAJE BANGEEET!! TAT #gegulingan
Tapi kalo boleh jujur, saya maunya ending 30 Hari Mencari Cinta itu begini. T_T Saya ga rela Axel putus sama Gwen trus Gwen ketemu sama tiga cowok lain di Diskotik bareng ketiga temennya. Asdfghjkl.
Tapi kenapa saya post di sini? Mudah2an ga nyalahin aturan. T_T Malah setengahnya hampir mirip scene aslinya oTL.
... Udahan ah.

-

Next Prompt: Love and Hate/Cinta dan Benci
Edited by niedlichta, 4 Sep 2010, 12:08 AM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
niedlichta
Member Avatar
*faints*
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Shy/Malu
Fandom: Naruto
Character: Hinata Hyuuga dan Kiba Inuzuka

Hinata adalah seorang pemalu.

Dia hanya mampu menatap Naruto dari kejauhan, tanpa berani mengutarakan perasaannya.

... Ah... Tidak... Dia sudah menyatakannya. Namun...

"Hinata?" suara Kiba menyadarkannya ke alam nyata. "Kau tidak ikut ke Ichiraku? Naruto sudah kembali, tuh!"

Pipi porselen itu memerah.

"A-ah... N-nanti saja, Kiba..."

Kiba manyun. "Kalau gitu, aku disini juga, deh," ujar manusia anjing itu sembari duduk di samping Hinata. Dia melihat ke samping, lalu kembali berujar, "Jika kau di sini, kurasa kau akan butuh teman."

"... E-err... K-kurasa aku akan ke sana saja," Hinata berdiri, berusaha mengembalikan suhu tubuhnya yang memanas. Dia tersenyum saat melihat Naruto melambai ke arahnya, namun dia menunduk. Senyumnya hanya bisa dilihat oleh Kiba yang sedang duduk.

"... Sebaiknya kau menunjukkan senyummu padanya, Hinata. Siapa tahu dia membalas pernyataanmu nanti," ujarnya, merasa sedikit kesal pada kebodohan Naruto. Dia ingin teman se-timnya bahagia, itu saja. Dan sedikit kebaikan hati mungkin akan membuat mereka bersatu.

... Tapi Kiba, tahukah kau kalau kebaikanmu membuat gadis se-timmu itu menjadi semakin pemalu?

-

*nyengir miris waktu ngingat segelintir adegan saat Kiba dibopong tim medis abis bertarung sama Naruto di Ujian Chuunin* Kibaaa~~

-

Next Prompt: Clue/Petunjuk
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
niedlichta
Member Avatar
*faints*
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Hair/Rambut
Fandom: One Piece

Sanji memejamkan mata kanannya yang kelihatan. Tunggu, bukan salahnya kalau dia marah--bukan.

Sama sekali bukan.

Setidaknya itu yang dia pikirkan.

Kuku-kuku jemarinya diremas, menghasilkan bunyi 'kretek-kretek' yang cukup menakutkan. Wajahnya merah padam, menahan amarah yang akan meledak sebentar lagi. Oh, Tuhan, atau siapapun bajak laut di luar sana... Rasanya, ingin sekali Sanji menggunakan kakinya untuk menendang bokong orang yang bersalah itu.

Siapa? Siapa, kau tanya?

Jika kau memaksa, jawabannya adalah Roronoa Zorro.

Semua salah si marimo itu. Ya, itu salahnya.

Tapi tunggu--rasanya tidak mungkin si ahli pedang itu melakukan hal konyol seperti mencuri-curi makanan yang baru selesai dimasak, 'kan? Harusnya Sanji berpikir, mungkin ini jebakan si Kapten yang lumayan rakus itu--Luffy, atau...

"MARIMO! KEMARI KAUUU!!!"

... Ah, iya. Sanji tidak bisa berpikir lagi.

Dia membanting pintu dapur dengan murka, mencari-cari si samson tukang minum yang mungkin sedang tidur di dek kapal. Kalau perlu, biar Sanji tidurkan saja dia sekalian untuk selamanya.

Ya... Coba bayangkan, koki mana yang tidak marah jika dia menemukan helaian hijau di masakannya yang ada di dalam panci?


-

gaje orz
*pelampiasan ga bisa bikin ZoSan*

Next prompt: Help/Tolong
Edited by niedlichta, 1 Jan 2011, 02:11 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
niedlichta
Member Avatar
*faints*
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Subscribe/Berlangganan
Fandom: Tsubasa Chronicle
Character: Kurogane

-

Kekar, tinggi, besar, maskulin, dan tampan adalah ciri-ciri lelaki dari Suwa itu. Ninja itu sudah membunuh beberapa orang dengan tangannya--ups, dengan pedangnya sendiri, tidak terhitung jumlah nyawa yang hilang karenanya. Belum lagi taringnya--dia bukan vampir seperti Fai, tapi siapapun pasti mengakui kalau sang ninja punya gigi-gigi yang cukup tajam, yang dapat terlihat dengan jelas ketika dia menyeringai.

Ya, siapa saja yang melihat lelaki itu dari perawakannya--dan sifatnya--pasti akan menyimpulkan kalau lelaki ini menyeramkan.

Tapi, Fai berani bertaruh--dia berani bertaruh, ulangi--kalau pasti tidak akan ada yang menyangka, jika Kurogane...

...berlangganan majalah gadis yang berisi berita infotainment dan gosip antara artis-artis muda.

.

...fail. Oke, efek lama ga nulis. Bzzz.

.

Next Prompt: Author/Pengarang
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
DealsFor.me - The best sales, coupons, and discounts for you
« Previous Topic · Post your FFs here! · Next Topic »
Add Reply


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone