Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
Drabble Berantai Keroyokan; Random/K-M/Random
Topic Started: 24 Jan 2010, 05:40 AM (48,106 Views)
Ninja-edit
Member Avatar
Undead
[ *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: forest/hutan
Fandom: Prince of Tennis
Charas: Marui Bunta, Kirihara Akaya. feat. Niou Masaharu & Yagyuu Hiroshi
Warning: hints of BL (Niou/Yagyuu)

Bunta tengah melirik ke arah kumpulan semak belukar di belakangnya untuk yang kesekian kalinya, ketika sebuah bola tenis meluncur ke arahnya dan menabrak dahinya dengan keras. Dengan suara berdebum ia terjatuh dan kini meringis kesakitan.

"Oi, Marui-senpai, apa yang kau lakukan dengan kepalamu itu? Fokus! Fokus kalau latihan!" Akaya memainkan raketnya, sebelah tangannya lagi berkacak pinggang mendukung raut wajahnya yang tampak berang.

"Sikapmu tak menunjukkan rasa hormat sama sekali terhadapku sebagai senpai-mu," Bunta menggerutu, bangkit berdiri dan menepuk celananya yang kotor. "Hoi, kau percaya sama hantu tidak?" bisiknya tiba-tiba.

Akaya menaikkan sebelah alisnya, "Ha?"

"Aku yakin, benar-benar yakin, aku mendengar 'sesuatu' di antara pepohonan hutan itu! 'Sesuatu'!" Bunta mendesis, bergidik menunjuk hutan di belakangnya dengan dagunya. Kedua bola matanya awas dan otot-otot di mukanya menegang.

Akaya tertawa hambar, "Ja-jangan main-main, Marui-senpai. Kita masih akan tujuh hari lagi di gunung ini, lho. Kau boleh saja jadi tukang khayal, tapi jangan membual yang tidak-tidak paling tidak untuk training-camp ini," ada getaran dalam suaranya, namun tetap tajam seperti biasa.

"Aku tidak mengada-ngada!" Marui bersikeras. "Aku mendengar suara-suara..." Marui menggenggam raketnya keras dengan peluh mengucur di dahinya, pupil matanya mengecil dan jantungnya berdetak cepat. "Su-Suara laki-laki... mengaduh, meringis, dan kadang mengerang..!"

Akaya tersentak, dipandanginya seniornya yang lugu itu dengan mata membulat. Detik berikutnya tawa membahana, "Mereka itu tak pernah lewatkan kesempatan, dasar, senpai-tachi itu. Musim panas bikin mereka makin panas saja," sahut Akaya di antara derai tawanya.

"Haa?" Bunta terbengong.

Jauh di dalam hutan, Niou dan Yagyuu tampak asyik dengan aktifitas mereka, ketika tawa kencang kohai mereka membahana. Niou sedikit mengambil jarak, "Si Bakaya itu, aku punya firasat dia sedang menertawakan kita. Lihat saja apa yang akan kulakukan dengan makan malamnya,"

-

A/N: gaje lol

-

Prompt: sunglasses/kacamata
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Ninja-edit
Member Avatar
Undead
[ *  *  *  *  *  *  * ]
@Ru+Blackpapillon:
Ayo main teruss ^^

-
Prompt: Teddy Bear/Beruang Teddy
Fandom: Spiral~Suiri no Kizuna
Charas: Rio Takeuchi & Eyes Rutherford

Eyes tengah larut dalam permainan pianonya sendiri di tengah ruangan luas yang lengang, ketika suara sol sepatu berpantul dengan lantai keramik menggema. Dari sudut matanya dapat dilihatnya sesosok gadis kecil dengan rambut peraknya yang dikuncir dua.

"Eyes, Kanone menjahiliku," gadis kecil berpita besar itu menggembungkan pipinya, semakin mendekat.

Tangan terampil Eyes tidak berhenti menari di atas tuts piano, dengan lihai jemarinya melantunkan melodi yang tajam. "Jangan dihiraukan," sahutnya tanpa menoleh.

"Kanone bilang aku tidak boleh makan melon kesukaanku selama satu minggu. Aku bisa mati kalau begitu,"

Eyes menoleh kali ini. Ditatapnya gadis kecil bermata besar di sampingnya dengan seksama. "Apa yang kau lakukan kali ini, Ryo?"

Gadis kecil yang dipanggil Ryo itu mengangkat bahunya, "Aku cuma membuang isi perut boneka teddy bear yang dia belikan untukku dan ia pinta aku meletakkannya di salah satu bangku ruang tunggu rumah sakit,"

"Kenapa kau lakukan itu?" Eyes mengerutkan keningnya sedikit.

"Aku lebih suka boneka teddy bear berisi kapas dan busa daripada kabel-kabel, tuas air raksa, dan alat penghitung mundur," Ryo menatap Eyes lekat-lekat.

Eyes menutup kedua kelopak matanya perlahan, menikmati dentingan piano yang tercipta dari gerakan jemari lentiknya. "Akan kubelikan boneka yang kau mau," ucapnya kemudian, "sampaikan pada Kanone, aku yang akan menerima 'hadiahnya' itu,"

Rio berbalik dan berlari kecil ke arah pintu dengan riang, "YAY! Oke!" tepat sebelum ia menutup pintu di belakangnya, Rio menoleh sekilas dengan seringai samar di bibirnya, "Pastikan kau keluar secepatnya sebelum teddy bear-nya meledak,"

-

A-apa pula ini *sweatdrop* Udah lama ga bikin Spiral ^^;;

Prompt: Chocolate/cokelat
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Ninja-edit
Member Avatar
Undead
[ *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Magic/Sihir
Fandom: Prince of Tennis
Charas: Niou Masaharu & Yagyuu Hiroshi
WARNING: Hints of BL
NOTE: Yagyuu's POV

--

Niou Masaharu. Anak kelas tiga Rikkai Daifuzoku. Anggota klub tenis putra. Keahliannya adalah memanipulasi lawan dan menipu mereka dengan ilusi yang diciptakannya. Julukannya adalah Petenshi, Trickster of the Court. Selalu terlihat santai dan serampangan.

Dia adalah pasangan gandaku.

-

"Yagyuu, aku tidak bawa bekal makan siang hari ini, minta punyamu."

Seenaknya, dan tidak mau mendengar kata 'Tidak'.

"Yagyuu, nanti sepulang sekolah aku mau main game, pinjam uang."

Tidak peduli apakah sikapnya mengganggu orang lain atau tidak.

"Yagyuu, buatkan aku PR Sejarah, aku malas."

Memerintah orang lain seolah siapapun adalah budaknya.

"Yagyuu, bertanding melawan Golden Pair dari Seigaku nanti, kita hancurkan mereka dengan ilusi kita."

Tidak pernah mendengarkan pendapat orang lain, semua tergantung keinginannya semata.

"Yagyuu, aku puas melihat Golden Pair itu hancur di tangan kita. Aku memang hebat. Seharusnya mereka tahu diri, toh biarpun mereka 'Golden Pair' dari Seigaku, kita adalah 'Platinum Pair' dari King Rikkai."

Tidak pernah menghargai usaha orang lain, dunianya adalah dunia miliknya sendiri. Mengagumi dirinya sendiri, mungkin dapat kukatakan ia narsis.

"Yagyuu! Kudengar kau main tenis dengan si ular dari Seigaku itu?! Siapa namanya? Kaidou? Ya, Kaidou! Jangan bermain tenis dengannya lagi! Dengan siapapun juga tidak boleh!"

Posesif yang sangat berlebihan.

"Yagyuu, aku ada kencan dengan cewek kelas sebelah hari ini, kau carikan alasan buatku menghindar dari cewekku yang kemarin ya."

Padahal dia sendiri hidung belang.

"Yagyuu, aku sudah menyempurnakan Illusion-ku. Sekarang bahkan jenius dari Seigaku--si Fuji Syusuke itu sekalipun, pasti bertekuk lutut di hadapanku."

Dengan keahliannya memanipulasi lawan, menciptakan ilusi yang membuat siapapun tak berdaya di hadapannya.

"Yagyuu, si Bakaya itu percaya saja kalau cegukan sebanyak seratus kali maka dia akan mati. Sekarang dia sedang menangis di ruang klub. Apanya yang 'Devil Akaya'? Dia cuma anak cengeng yang mudah dibodoh-bodohi! Puri"

Antara yang bohong dan kenyataan, tak dapat dibedakan dari setiap kata yang meluncur dari mulutnya.

"Yagyuu, cuma kau yang betul-betul kusuka. Tidak ada yang lain."

Kata-kata yang keluar dari mulutnya membuat siapapun terlena.

-

Niou Masaharu sang Petenshi. Trickster of the Court. Mampu menyihir siapa saja dengan kata-katanya yang mempesona dan tatapannya yang membuatmu terlena.

"Yagyuu, hanya kau yang paling mengerti aku."

Bagaikan sihir--

"Aku suka Yagyuu. Jadilah pacarku."

--tak pernah dapat kuhindari.

"Baiklah." --adalah satu-satunya jawaban yang keluar dari mulutku, setiap kali ia meminta sesuatu dariku.

Aku telah tersihir oleh pesonanya, jatuh ke dalam ilusinya.

Niou Masaharu. Sang Petenshi dari Rikkai. Trickster of the Court.

Trickster of the World.

--

Euh... gomen kalo aneh ^^;;
Panjang pula ha-ha-ha *tawa hambar*

Buat yang ga ngikutin Tenipuri, jurus Illusion Niou ini semacam mengopi jurus lawan, dan/atau membuat lawan berpikir dia adalah orang lain. Misal saat dia berubah jadi Tezuka Kunimitsu dari Seigaku dan The Bible Shiraishi Kuranosuke dari Shitenhouji ketika melawan Fuji Syusuke sebagai Singles 2, di Pertandingan Nasional.
Kadang juga menipu lawan dengan kata-katanya yang bikin lawan gentar, atau menyamar menjadi Yagyuu. Intinya dia pandai mempermainkan mental orang. (siapa yang nyuruh ngejelasin?? *dilemparin tomat*)

-
Prompt: Beach/Pantai
Edited by Ninja-edit, 23 Feb 2010, 09:30 AM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Ninja-edit
Member Avatar
Undead
[ *  *  *  *  *  *  * ]
Udah lama ga mampir, jadi banyak yang ikutan.. ^^

--
Prompt: Secret/Rahasia
Fandom: Naruto
Chara: Uchiha Sasuke & Hozuki Suigetsu
NOTE: missing scene (ngarang) sebelum pertarungan Sasuke vs Deidara, dimana Suigetsu memanggil Manda untuk mengeluarkan Sasuke dari dalam perut Manda setelah menghindar dari bom C4 Deidara.
WARNING: Hints of BL (maksa)

-

"Suigetsu," nada suara penuh tekanan itu menyeruak kesenyapan kamar penginapan.

Yang merasa terpanggil hanya bergumam tanpa menoleh. Sepasang bola matanya terpaku pada bercak-bercak di pilar kayu yang menyangga kamar penginapan yang luas itu. Sambil berjongkok ia tampak asyik tenggelam dalam aktifitasnya itu.

"Ini, pegang ini," suara tenang namun tegas itu kembali menyeruak, lebih dekat kini.

Belum sempat Suigetsu menyahut, dirasakannya sesuatu mencolek pundaknya.

"Ha?" Suigetsu memutar lehernya kini, menatap pemuda berparas tampan berambut hitam yang tengah menatapnya.

"Gulungan ini terhubung dengan Manda, ular raksasa yang bisa digunakan untuk kuchiyose," sahut pemuda bergaris muka tegas itu lagi.

"Manda? Ular milik Orochimari yang legendaris itu??" Suigetsu mengerjapkan matanya.

"Sekarang ular ini milikku," tukas sang pemuda tampan.

Suigetsu tak menggubris, mengamati gulungan berwarna hijau yang disodorkan di depan batang hidungnya, "Terus?"

"Kubilang, ambil gulungan ini. Simpan baik-baik," seru sang pemuda tampan lagi, masih dengan gaya bicaranya yang datar namun tetap terkesan congkak.

"Kenapa?" Suigetsu membelalakkan kedua kelopak matanya.

"Kalau terjadi sesuatu padaku, simbol ular pada gulungan itu akan lenyap. Dan saat itu, tugasmu adalah memanggil Manda dengan Kuchiyose no jutsu, sebagai senjata terakhirku."

Suigetsu tak menyahut. Menatap lawan bicaranya itu dengan tatapan tak percaya.

"Kalau tidak mau, kusuruh Juugo atau Karin."

"Tidak, tidak!" tukas Suigetsu cepat. "Oke, kemarikan padaku," ujarnya seraya menyambar gulungan hijau itu.

Sasuke menatap gulungan yang kini telah berpindah tangan itu untuk beberapa saat, "Ini rahasia. Jika yang lain tahu aku memilihmu untuk mempercayakan gulungan ini, aku bakal repot. Terutama Karin. Kau tahu sendiri alasannya."

Suigetsu nyengir lebar, memamerkan barisan gigi tajamnya, "Tentu saja. Ini rahasia antara kita berdua. Tentu."

.
.

Juugo tengah menyuap nasi karenya, ketika Suigetsu tiba-tiba mencondongkan tubuhnya mendekat dan berbisik di cuping telinganya.

"Tahu tidak? Sebelum makan malam tadi Sasuke memberiku gulungan untuk memanggil Manda!" bisik pemuda berambur perak bermata violet itu dengan semangat.

Juugo mengerutkan keningnya, namun tak menimpali.

"Ini sebetulnya rahasia. Rahasia antara aku dan Sasuke," tambah sang pemuda berambut perak dengan bangga.

" 'Rahasia', tapi kau tetap memutuskan untuk memberitahuku," Juugo mengangkat sebelah alisnya.

"Soalnya kalau rahasia tidak ada yang tahu, mana bisa disebut rahasia dong?" timpal Suigetsu cepat.

Juugo mengerutkan keningnya, "Rasanya ada yang salah."

"Yang namanya rahasia itu, harus disebarkan, jadi orang tahu kalau ini rahasia," lanjut Suigetsu tak mengacuhkan pandangan heran Juugo.

Sejenak kemudian Juugo mengangkat bahunya, "Pantas Sasuke bilang supaya aku tutup mulut 'kalau Suigetsu membocorkan suatu rahasia saat makan malam'."

"Ha?"

"Yang mengherankan, kalau dia tahu kau tidak bisa tutup mulut, kenapa dia masih memberimu rahasia? Kenapa begitu?"

Suigetsu mengerjapkan matanya, dan detik berikutnya senyum lebar terkembang di wajahnya, "Dia ingin membuatku senang, berhubung dia tahu aku suka rahasia."

Juugo tak menyembunyikan air mukanya yang keheranan, "Kenapa dia melakukan itu?"

"Oh," Suigetsu mengedipkan sebelah matanya dan kembali ke posisinya duduk semula, "bagian itu rahasia."

-

Mengopi kata-kata lalala, HIDUP GAJE!! *ditendang dari thread karna menyampah*

Prompt: Blood/Darah
Edited by Ninja-edit, 7 May 2010, 06:51 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Ninja-edit
Member Avatar
Undead
[ *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Ambition/Ambisi
Fandom: Gintama
Charas: Bansai, Takasugi
Note: Bansai's POV
--
Wajah tenang yang hanya menyunggingkan seringai tipis itu menyamarkan semua kegilaan dalam benaknya.

Namun ketika bibirnya terbuka sedikit di antara pipa tembakau yang diapit di selanya, yang terdengar berikutnya dari suara rendahnya yang menawan adalah, "Pastikan dirimu jadi tamu undanganku dalam Festival hujan darah di penghujung shogunate Tokugawa, karena itu akan sangat menyenangkan. Kau mau ikut?"

----dalam waktu yang singkat itu aku langsung mengerti.

Orang itu bukan ingin jadi Shogun.
Orang itu bukan ingin membela Kaisar.
Orang itu bukan ingin memperjuangkan kebenaran maupun keadilan.
Ada sesuatu yang lebih.....
...Yang tak akan bisa kupahami jika hanya melihat di luar garis batas duniaku dan dunianya.

"...Aku ikut."

Aku ingin melihatnya----

"Selamat datang di Kiheitai, Hitokiri Bansai..." sebuah tawa kecil yang samar.

----ambisi macam apa yang tertidur di balik bola mata hitamnya yang berkilat bagaikan kepingan malam.

--
Drabble abal2. lol

Prompt: Dice/Dadu
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Ninja-edit
Member Avatar
Undead
[ *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Clue/Petunjuk
Fandom: Death Note
Charas: Matt, Mello

--
"Yang mana?"

Mello mengangkat bahu.

"Yang mana?" ulang kawan karibnya dengan tidak sabar.

"Entahlah," dengan decakan kasar, Mello melipat kedua tangannya di dada. "Pilih saja sesukamu."

Si rambut merah di hadapannya menggerutu, mengocok dua buah balok kubus sebesar kepalan tangan di cuping telinganya.

"Kau betul-betul tidak punya ide?" si rambut merah mengerutkan dagunya, hingga bibirnya mengerucut.

Lagi-lagi lawan bicaranya menanggapi acuh tak acuh, "Kau pilih asal saja, Matt. Yang manapun tak jadi soal."

Remaja berambut merah yang dipanggil Matt itu mengangkat sebelah alisnya, "Kau yakin?"

"Menurutmu kenapa petunjuknya adalah namaku?" Mello memicingkan matanya menatap dua kubus kaku di tangan Matt, dengan pandangan jengkel.

Matt melempar kedua balok teka-teki----tugas sebelum makan siangnya---itu ke keranjang sampah.

"Karena kalau itu kau, yang manapun tak akan ada isinya," sungut Matt setelah menyadari selera humor Roger yang tak lucu.

--

Prompt: Fraud/Penipuan
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Ninja-edit
Member Avatar
Undead
[ *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Salam/Greet
Fandom: Cantarella
WARNING: Shouta, BL
Pairing: Chiaro/Cesare, Cesare/putra Chiaro
--
"Selamat pagi, Cesare," sebuah salam riang yang menyambut terangnya sinar matahari yang tersembul dari balik gorden jendela kamar.

Selalu ditanggapi dengan gerutuan malas dari sang putra Paus di ranjang tidurnya.
---
"Selamat pagi, Tuan Cesare," sebuah salam penuh sopan santun, bersama gestur tubuh yang dibungkukkan sedikit.

Ditanggapi dengan kedua alis yang bertaut.

Ini bukan Chiaro. Yang berdiri di dekat jendela besar di sana bukan Chiaro.

"Volpe... Mana Chiaro?"

Hening merasuk ruang lengang, sebelum Tajio de la Volpe menjawab pelan, "Dia sudah pergi bersama adik Anda---Lucrezia. Dia menghianati Anda. Dia telah menyakiti Anda. Apa Anda lupa?"
---
"Selamat pagi, Paman Cesare!" sebuah salam riang penuh semangat, diikuti pelukan hangat dan erat.

Ditanggapi dengan tatapan mata yang mencari ke dalam kepingan safir milik anak laki-laki berambut pirang di samping ranjang tidurnya.

"Kenapa Paman menangis?"

"...Kau mirip sekali dengan ayahmu."

--
Prompt: Time Machine/Mesin Waktu
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Ninja-edit
Member Avatar
Undead
[ *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Con-artist/Penipu ulung
Fandom: DDS
Chara(s): Cerberus, Ryuu
--
Siapa sangka pemuda berwajah tampan yang menyandang nama anjing berkepala tiga penjaga gerbang neraka itu sangat sopan dan perhatian pada Ryuu.

Bahkan Ryuu pun tidak.

Maka ketika pemuda tampan dengan pupil mata yang mempesona itu muncul di hadapannya yang terbaring lemah di ranjang Rumah Sakit, yang meluncur dari bibir Ryuu adalah, "Apa yang sedang kau rencanakan?"

Bagi seseorang yang selalu menjerat orang lain dengan kata-kata manis penuh dusta, tak sedetikpun terlintas kata percaya di benak Ryuu untuknya.

Bahkan ketika dengan senyum menawan terpoles di wajah tampan Cerberus dan suara rendahnya yang renyah menjawab, "Saya sangat mencemaskan Pangeran. Saya senang Pangeran baik-baik saja."

--
Next prompt: Bullet/Peluru
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Ninja-edit
Member Avatar
Undead
[ *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Hair-pin/Jepit rambut
Fandom: D.Gray-Man
WARNING: BL
Pairing: Lavi/Yuu
--
Bukan sekali ini saja pagi hari di Black Order dimulai dengan teriakan kencang Kanda Yuu yang bergema ke sepenjuru lorong BO.

"Sampai kapan kau akan menyelinap ke kamarku seenaknya?!?!" pekiknya lagi. Urat-urat di wajahnya menonjol, otot wajahnya menegang.

Lavi, sang penjamah, seperti biasa hanya akan menyunggingkan senyum lebar dan dengan riang menjawab, "Sampai kau mau pakai hadiah Natal yang kuberikan."

"Sampai matipun, tak sudi aku memakainya," geram Kanda meremas bantal tidurnya dengan gusar.

"Kenapa begitu, Yuu--" teriakan Kanda yang protes dengan panggilan sok akrab Lavi tak digubrisnya, "--padahal sudah kupilihkan sepenuh hati. Aku sampai habiskan separuh uang tabunganku, lho."

Kanda amat sangat dongkol. Ekspresi imut Lavi yang menggembungkan pipinya dan cemberut sama sekali tak membuat suasana hatinya lebih baik.

"Kalau kupakai, tanggung sendiri akibatnya," ancam Kanda.

Lavi baru tahu bahwa ucapan Kanda Yuu itu bukanlah gertak sambal biasa, ketika ia dipanggil Komui di tengah hari untuk topik pingsannya anggota BO melihat Kanda memakai jepit rambut platina bermata ruby yang tersemat di rambut hitam panjangnya.

---
A/N:What the..? Maklum, obsesi pengen bikin Lavi/Yuu. (yes, in that order. lol)

Next prompt: Anaconda/Ular Anakonda
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Ninja-edit
Member Avatar
Undead
[ *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Quiz/Kuis
Fandom: D.Gray-Man
WARNING: BL, unbetaed
--
"Very well then, Eyepatch-kun. Your answer is...?"
Lavi gulped. The strong urge to protest the Noah was kicked to his corner of logic.
"Your answer, Mr. Eyepatch?" came that annoying raspy voice again.
If it wasn't for the fact that Linalee laying unconscious right before the Noah of Pleasure, he would be banging his hammer Innocence against that certain Noah hardly.
"I'm not playing your game, Tyki," instead, he answered calmly. He was good in hiding ugly emotion such like nervousness indeed.
"Aw come on, kid. It's fair enough, don't you think so?" Tyki the Noah of Pleasure held his grin.
"Giving up personal information to enemy is something only a fool will do," Lavi groaned.
"And so you will," Tyki winked his eye in amusement. "Come on, kid. Just give me an answer then you'll get your prize."
Lavi groaned more since he had no other choices.
But hey, maybe if he spent more times, Linalee will draw conscious?
"Know what, Tyki? A quiz is a show where the host asks a question and the participants answer them. Main point here is the host should know the true answer for their question."
"I'm asking," Tyki shrugged.
Lavi clicked his tongue, "No, I mean the question should be a YES or NO one or something about facts. Facts, you know? Not a ridiculous thing about who I have a crush on!"
Tyki laughed, "So what. I'm the host I rule the game," there he said in mocking tone.
Lavi grumbled. For some more silent moments, he finally answered with a low tone, "Fine, dammit. I........ I like Yuu, okay? Satisfied??"
Right at the time Linalee's eyes snatched open, blinking twice before went wide and she shrieked, "LAVI YOU'RE IN LOVE WITH TYKI MIKK?!?!"
Loud laughter from the Noah came in second.
"HELL NO! IT'S YUU-CHAN I HAVE A THING FOR! KANDA YUU!"
More laughters from the Lord of Pleasure when there was a loud crash of broken door floating in the air with curse words from the infamous pretty samurai, none other than Kanda Yuu.

---
Off tune? Mengo.. orz
Prompt: Survive/Bertahan (hidup)
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Ninja-edit
Member Avatar
Undead
[ *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Tax/Pajak
Fandom: D.Gray-Man
WARNING: BL

"Pajak adalah sumber penghasilan tetap negara. Pengalokasian dana yang berasal dari pajak secara tepat akan meningkatkan produktivitas negara. Pajak juga---"
"Tutup mulutmu atau baca bukumu dalam hati, kelinci bodoh," Kanda menyela setengah mendesis.
Lavi sang Bookman junior terhenti tepat di baris keempat pada halaman pertama buku saku barunya.
"Kenapa, Yuu? Lagi-lagi bad mood?" Lavi memiringkan kepalanya dan mengerjapkan matanya.
"Simpan energimu untuk misi besok. Terakhir kuingat kau malah banyak main-main di misi sebelumnya. Dan sebelumnya. Dan sebelumnya lagi," tandas Kanda tajam.
Lavi menatap Kanda tanpa menyahut untuk beberapa saat, sebelum kemudian menarik rambut hitam panjang mengkilat yang terjuntai membingkai wajah Kanda dan mencuri kecupan singkat.
"Aku sudah terima pajak darimu. Besok aku pasti lebih produktif," katanya dengan senyum lebar, sebelum kabur secepat kilat ketika Mugen mulai teracung di udara.

--
A/N: lol lol Lavi....
Mugen = nama pedang Innocence milik Kanda Yuu

Next prompt: Ruby/(batu permata) Rubi
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Ninja-edit
Member Avatar
Undead
[ *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Secret/Rahasia
Fandom: D.Gray-Man
WARNING: BL

Banyak orang bertanya-tanya dalam hatinya, mengapa Kanda Yuu sang exorcist muda berbakat itu membiarkan rambutnya tumbuh panjang menjuntai hingga sepinggang.

Sebagai seorang remaja laki-laki yang hampir di setiap kesempatan menampakkan ekspresi bete, mulutnya mengeluarkan kata-kata sinis, dan tatapan matanya menyorot tajam, rambut panjang rasanya sedikit nggak nyambung.

Tidak jarang anggota Black Order bertanya diam-diam pada Bookman. Bookmen adalah orang-orang yang mengetahui segala rahasia di muka bumi, bahkan yang tidak tercatat dalam sejarah sekalipun.

Namun Bookman tak pernah memberi jawaban, dan hanya meminta mereka bertanya pada anak didiknya; Yang lalu ditanggapi dengan gerutuan kekecewaan para anggota BO.

Mereka hanya tidak tahu, bahwa yang dimaksud oleh Bookman adalah karena Lavi sang Bookman Jr. lah yang menjadi alasan Kanda Yuu memanjangkan rambutnya.

--
XD Viva DGM!

Prompt: Double-timing/Pacaran dengan dua orang sekaligus (selingkuh diam-diam)
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Ninja-edit
Member Avatar
Undead
[ *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Blanket/Selimut
Fandom: D.Gray-Man (Ninja-edit mabok DGM)
WARNING: BL (as always)

Untuk yang kesekian kalinya hari itu, Reever melirik ke arah sofa beludru putih bercorak bunga yang tepat berada di tengah ruang kantor atasannya.

Mencuri pandang ketika atasanmu sedang tertidur lelap, tentu bukan hal yang wajar. Dan ia tahu itu.

Sedikit erangan pelan disertai perubahan posisi badan, kembali mengingatkan Reever bahwa ia senang memperhatikan Komui Lee---atasannya itu dan tak peduli pada hal-hal lainnya. Bahkan kesadaran bahwa Komui terlelap di sofa tanpa selimutpun baru terlintas di benaknya belakangan.

Beranjak dari meja kerjanya, Reever menghampiri closet di ujung ruangan. Pria keturunan Australia ini mengulum senyum, membayangkan sang Supervisor bergelung dalam selimut yang hendak diambilnya saat ini.

Langkah Reever terhenti, dengan gulungan selimut tebal di tangannya.

Di sana, di tempat yang seharusnya hanya ada Supervisor-nya, kini telah terjamah kehadiran orang asing.

Tidak. Bukan orang asing. Jenderal Cross Marian jelas bukan orang asing di Black Order.

"...Cross? Barusan..?" suara lemah Komui mengisi ruang lengang.

Jenderal Cross menarik sudut bibirnya, berujar tenang seraya mengedipkan matanya, "Mau tidur di kamarku, Komui?"

Suara buku-buku yang dilempar dan bising protes Komui tidak sampai lagi di telinga Reever.

Menggenggam selimut hangat di tangannya yang kaku, tak ia indahkan sekelibat pemandangan Jenderal Cross merundukkan tubuhnya dan mencium bibir Komui sesaat sebelumnya.

Otak Reever membeku dan tangannya sedingin orang mati. Selimut hangat di tangannya sama sekali tak membantu.

Mungkin lain kali ia harus curi cium duluan daripada mengambil selimut, pikirnya geram.

Soal apa ia akan selamat dari murka Jenderal Cross, bisa dipikir belakangan.

--
A/N: What the...? o.o
Prompt: Screwdriver/Obeng
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Ninja-edit
Member Avatar
Undead
[ *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Dark/Gelap
Fandom: Gintama
Chara: Okada Nizou
--
Pernahkah kau perhatikan ngengat di malam hari?
Mengepakkan sayap keemasannya, ia mencari cahaya lampu neon kota.



'Dunia sekelilingku semuanya gelap gulita. Cahaya hanya merupakan angan belaka.'

Bunyi dentingan pedang yang beradu menggema di udara. Benizakura di tangan Nizou terayun cepat menebas angin dan menimbulkan sayatan pada tubuh samurai berambut perak yang menjadi lawannya.

'Karena itu, ketika kutemukan setitik api kecil di ujung persimpangan yang gelap, tak dapat kuhentikan diriku untuk menghampirinya. Aku memilihnya.'

Pedang Benizakura di tangan Nizou berhasil menyarangkan serangan pada bahu kiri sang Silver Samurai. Ia mengelak di detik-detik terakhir.

'Dan ketika api kecil itu mulai padam, hanya tersisa dua pilihan bagiku.'

Pedang berhiaskan naga emas menukik tajam merobek lengan Nizou diiringi jeritan yang memekakkan.

'Membiarkan api itu padam; dan aku kehilangan satu-satunya cahaya bagiku. Atau...'

Serangan cepat melumpuhkan gerakan Nizou. Tendangan kuat bersarang di perutnya hingga ia tersungkur mundur dan hampir jatuh terjerembab dari atap Battle Ship.

Melirik dari sudut matanya, ia dapati seorang pemuda berambut hitam keunguan dengan yukata magenta bercorak kupu-kupu emasnya, menatap lekat ke arahnya dengan seringai samar di bibirnya.

'Atau kulemparkan diriku ke tengah api itu supaya ia berkobar lagi.'

"HEAAAAAAAAAAAA!!!" Nizou kembali menyerang membabi-buta dengan teriakan kencang yang menggema.

'Seperti yang kau katakan, Sakata Gintoki. Aku ini orang bodoh.'

Nizou tak mengendurkan serangan cepatnya sama sekali, menatap samurai berambut perak yang disebut Sakata Gintoki itu dengan mata hatinya.

'Karena itulah aku pilih yang kedua. Aku akan mati. Demi menjaga api kecil dalam diri Takasugi Shinsuke.'

Ia tahu. Itu bukan bunuh diri.
Melemparkan dirinya dalam bara api, membuatnya menjadi bagian dari bara api itu sendiri.

Ia tak akan lagi hidup sendirian di jalan gelap.

Atau, dalam hal ini... mati di jalan yang gelap.

--
A/N: Euh.. Drabble ini sebenernya trailer buat ch 3 fic Gintama saya 'Man in Memories' yang belum sempet saya ketik2. *plakk*

Prompt: Corpse/Mayat

Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Ninja-edit
Member Avatar
Undead
[ *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Forbidden/Terlarang
Fandom: Spiral~Suiri no Kizuna
WARNING: Implied BL
Chara: Kanone Hillbert
--
Tuhan. Apa Kau dengar aku?
Tuhan. Apa Kau lihat aku?
Tuhan. Apa eksistensi-Mu nyata?
Kami adalah anak-anak yang terkutuk. Blade Children yang dibenci umat manusia.
Lalu, Tuhan. Apa Kau juga melaknat kami?
Satu doa dari kami. Apa Kau tidak akan mendengarnya?
Tuhan. Beri aku jawabanmu.

Berikan Eyes untukku.

--
Prompt: Imperfection/Ketidaksempurnaan
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
ZetaBoards - Free Forum Hosting
Fully Featured & Customizable Free Forums
« Previous Topic · Post your FFs here! · Next Topic »
Add Reply


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone