Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
Drabble Berantai Keroyokan; Random/K-M/Random
Topic Started: 24 Jan 2010, 05:40 AM (48,885 Views)
Sekar.Nasri
Member Avatar
---
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Seven/Tujuh
Fandom: Glee
Character: Artie Abrams, Tina Cohen-Chang, Rachel Berry, Noah Puckerman

-

Kata mereka, pelangi ada tujuh warna.

Artie berterimakasih kepada ibu pengurus kantin yang baru saja mengisikan nampan makanannya. Setelahnya, ia memajukan kursi rodanya tersayang tersebut. Namun, tak sengaja, siku milik Noah Puckerman menyenggol nampannya dan berhasil membuat wajah Artie penuh dengan bubur kacang merah yang merupakan menu hari itu.

Puckerman dan teman-temannya yang juga anggota futbol itu tak perlak tertawa terbahak-bahak. Bahkan mereka pun tak segan untuk melakukan high-five demi merayakan "kemenangan" mereka tersebut. Dari balik kacamata berbingkai tebal miliknya, Artie tidak dapat melihat apa-apa. Tidak, bukan karena tertutup bubur kacang merah miliknya.

Ia dibutakan oleh rasa sakit hati karena telah dilecehkan.

"Noah!"

Bersamaan dengan menggemanya suara itu di telinganya, sedikit demi sedikit, Artie mulai dapat melihat apa yang terjadi sekarang. Ia dapat melihat sosok mungil Rachel Berry berkacak pinggang di depan Noah Puckerman, dan tampaknya pemuda berambut aneh itu tampak berwajah masam. Dapat ditebak oleh Artie, pemuda itu pasti baru saja dimarahi oleh gadis perfeksionis yang menganggap dirinya bintang tersebut.

Namun bukan hal itu yang dipermasalahkannya.

Yang dipermasalahkannya adalah gadis yang mengelap kacamatanya dengan tangannya sendiri. Gadis yang kemudian mendorongnya keluar dari kafetaria atas perintah Rachel, kemudian membantu dirinya membersihkan segala jenis makanan yang menempel di pakaiannya.

"Tina, kau tidak perlu--"

"T-te-tenanglah sedikit," dengan aksen khasnya yang gagap tersebut, Tina Cohen-Chang membersihkan makanan-makanan dari pakaian Artie. Artie yang tak kuasa membantah itu akhirnya hanya memandang Tina sambil tersenyum kecil.

Baginya, selama ini, Tina adalah pelangi. Merah bibirnya, jingga bandonya, kuning kulitnya, hijau pakaiannya, biru rambutnya, nila kukunya, dan ungu sarung tangannya. Ia adalah pelangi dengan tujuh warnanya--

--tidak, bahkan lebih dari itu.

Kata mereka, pelangi ada tujuh warna.
Bagiku, pelangi ada berjuta warna.


-

Hah? Tina pake baju hijau? --"
Ah nggak nyambung ah sama prompt-nya. Ini sih lebih nyambung ke pelangi --"

Next prompt: Dawn/Fajar
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Sekar.Nasri
Member Avatar
---
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt : Hair/Rambut
Fandom: Glee
Characters: Kurt Hummel, Brittany, Burt Hummel
Warning: Taken after episode "Hairography"

-

Bisa dibilang penampilan New Direction kepada Sekolah Khusus Orang Tuli Haverbrook gagal total. Namun, Kurt tampaknya tetap terobsesi memiliki rambut bagus yang panjang untuk digunakan sebagai daya tarik dalam menari.

Jadi, Kurt mengundang Brittany--yang merupakan empunya dari hairography--untuk datang ke rumahnya. Mereka berdua melakukan latihan di sebuah ruangan yang sama saat mereka dan Tina berlatih lagu Single Ladies bersama-sama.

"Oke. Aku tidak bawa wig, jadi sebaiknya kau memiliki sebuah wig rambut panjang," ucap Brittany.

"Tak masalah. Aku menemukan ini di gudangku." Kurt menunjukkan sebuah wig kepada Brittany. Wig itu memang wig rambut panjang, namun yang membuat Brittany menatapnya ngeri adalah wig itu merupakan wig rambut gimbal.

"Serius, deh. Itu wig milik siapa? Eww, kau mau berdandan seperti Bob Marley?" tanya Brittany.

"Entahlah. Sudah, ajarkan aku saja!" ucap Kurt sembari mengenakan wig tersebut. Brittany pun melepaskan kunciran rambutnya, dan mereka mulai memutar-mutarkan rambut mereka.

Tapi ketika Kurt terlalu bersemangat memutarkan rambutnya, wig dari kepalanya lepas dan terbang keluar melalui jendela ke bengkel milik ayahnya. Kurt dan Brittany terkesiap. Bulu kuduk mereka makin merinding begitu mendengar Mr. Hummel berteriak: "APA?!"

Dan benar saja; tak lama kemudian, Mr. Hummel masuk sambil memegangi wig yang terbang keluar itu. Ia memandang Kurt dan Brittany kesal.

"Bagaimana cara kalian mendapatkan wig memalukan yang kupakai saat aku berdandan menjadi Bob Marley pada pesta Halloween SMA-ku?! Kau tahu karena wig ini, seluruh SMA menertawakanku di depan umum!"

-

Apa, sih? Gaje banget -___-"

Next Prompt: Blasphemy/Pemfitnahan/Penghujatan
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Sekar.Nasri
Member Avatar
---
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Kiss/Cium
Fandom: Glee
Characters: Rachel Berry, Finn Hudson
Warning: Alternate scene on The Rhodes Not Taken episode.

-

Ia tak menyangkanya.

Ya, tidak sama sekali. Ternyata pria yang dicintainya menghujamnya dari belakang.

Finn Hudson sebenarnya telah menghamili Quinn Fabray. Ia mengetahui kabar ini setelah gosip tersebut menyeruak di klub Glee. Ia berlari, berlari mencari orang yang ingin ia tampar wajahnya tersebut.

Dan ia melakukannya.

Ia mengomel habis-habisan mengapa Finn tidak memberitahukan Rachel bahwa Quinn hamil, menjadikan Rachel sebagai orang terakhir yang mengetahui akan hal ini. Berani sekali Finn berbuat seperti itu kepada Rachel.

"Lalu apa artinya ciuman kita tempo hari?!" Ya, ia masih ingat bagaimana ia berciuman dengan Finn kemarin saat mereka bermain bowling bersama.

"Tapi...ciuman itu terasa nyata."

Rachel tertegun.

"Aku menikmati ciuman itu, Rachel. Kau tahu kenapa?"

Rachel menggeleng, namun ia tahu apa yang akan dikatakan pemuda itu.

"Aku mencintaimu."

Rachel menahan napasnya. Sesak, namun entah kenapa ia menikmatinya. Dengan satu langkah, ia mendekati Finn Hudson, kemudian perlahan-lahan berjinjit ketika pemuda itu berkata...

"Bahkan aku menginginkannya la--umph!"

-

Pendek, geje, ah~

Next prompt: Heaven/Surga
Edited by Sekar.Nasri, 5 Apr 2010, 03:23 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Sekar.Nasri
Member Avatar
---
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Pie/Pai
Fandom: American Idol (???)
Character: Ryan Seacrest, Ellen DeGeneres

.

"Hei, Ryan! Ada kiriman untukmu!" seru seorang kru kepada Ryan yang baru saja keluar dari panggung.

"Oh? Oke, thanks," ucap Ryan, kemudian melangkah menuju ruang gantinya. Dan benar saja; ia menemukan seloyang pai yang tampak enak, dengan kertas di atasnya. Sembari tersenyum, ia mengambil kertas tersebut.

What a great show tonight, hun!
xoxo


Ryan tahu itu pasti dari kekasihnya tersayang. Memang, betapa nikmatnya hidup menjadi seorang Ryan Seacrest; punya wajah rupawan, harta yang bergelimang, serta kekasih yang perhatian--hei, bahkan dia sudah menyediakan pisaunya!

Diambilnya pisau tersebut, kemudian ditancapkannya ke tengah pai--

CROOOT!

Apa yang terjadi kemudian adalah selai bluberi dalam pai tersebut malah mencuat keluar dan membasahi wajah Ryan. Sejenak, Ryan diam. Sampai akhirnya ia mendengar suara Ellen dari luar.

"Kena kau, Seacrest!"

.

HAHAHAHAHAHA, kenapa tiba-tiba saya jadi buat fic AI? Jelas-jelas itu Real Person Fanfic, lol.

Next prompt: Fireflies/Kunang-Kunang
*terinfluensi Lee*
Edited by Sekar.Nasri, 18 Apr 2010, 03:59 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Sekar.Nasri
Member Avatar
---
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Mine/Milikku
Fandom: Inception
Character: Arthur, Ariadne

.

Arthur menaikkan alisnya. Well, well...

Yang ia tahu, selama ini, perempuan adalah makhluk yang cinta kebersihan dan suka akan kerapihan. Tapi kamar Ariadne—apa yang dilihat dan disambanginya kini—merupakan cerminan bahwa perempuan tampaknya juga memiliki darah Mars pada tubuhnya.

"Kenapa kau masuk?" tanya Ariadne dengan nada mengancam keluar-kau-sekarang-juga. Kepalanya menoleh kemana-mana—kecuali ke tempat Arthur berdiri, berkooperasi dengan tangannya untuk membereskan kamar yang sudah seperti dilanda taifun itu.

Arthur tidak menjawab. Ia melangkah, mulai menilik barang-barang Ariadne yang tak berada pada tempat seharusnya. Pensil warna, mistar, kertas sketsa, pakaian dalam...

"Hei, mistar macam apa ini?" Ia mengambil sebuah mistar lentur yang sedang dalam keadaan bergelombang. Namun dengan cepat, Ariadne—yang masih berada dalam posisinya dan tidak menoleh sama sekali kepada Arthur yang kini tepat berada di belakangnya—merebut benda tersebut.

"Itu milikku."

"Dan...ini?" Arthur kini mengambil sebuah buku berjudul absurd yang benar-benar tak menunjukkan image seorang Ariadne selama ini. Kembali Ariadne mengambil buku memalukan itu.

"Itu milikku."

Arthur kembali memutar bola matanya, sampai akhirnya matanya terpaku pada sebuah kertas, dimana sebuah sketsa menarik tertoreh di atasnya. Arthur meraih kertas tersebut, memandangnya, sebelum akhirnya tersenyum usil.

"Kalau i—"

"Itu milikku!" Dengan penuh kejengkelan, Ariadne merebut kertas yang dipegang Arthur, kali ini sambil menoleh ke arah Arthur. Tanpa sadar, matanya berjibaku dengan kertas yang direbutnya dari Arthur. Saat itu juga, ia terkesiap.

Itu adalah sketsa Arthur buatan dirinya.

"Jadi..." gumam Arthur. "Aku juga milikmu?"

.

Horeee, berhasil bikin fic ArthurAriadne! Horeee, berhasil bikin fic gaje lagi!
Next Prompt: Gravity/Gravitasi
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Sekar.Nasri
Member Avatar
---
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Whip/Cambuk
Fandom: Inception
Characters: Cobb, Mal
Warning: Agak spoiler. No dialogue. Terlalu dramatis dan teatrikal (baca: lebay)

.

Bagi pria itu, mimpi adalah salah satu hal terindah yang pernah didapatkannya.

Sebab dalam mimpi, kau dapat merealisasikan imaji yang tak mungkin dapat menjadi kenyataan dalam dunia yang sebenarnya. Dalam mimpi, kau dapat menjadi penguasa, mendapatkan segala yang kau inginkan.

Dalam mimpi, kau dapat menemui mereka yang telah mati.

Lebih tepatnya: ia dapat menemui istrinya yang telah melangkah ke nirwana.

.

Mal terlihat nyata bagi Cobb dalam mimpi. Dengan Mal, Cobb dapat melupakan segala penat yang ia dapatkan pada realita. Cobb kembali mendapat curahan kasih sayang yang tidak bisa ia dapatkan dari orang lain. Relung hati yang tadinya tak bertuan, kini kembali pada sang pemilik yang lama.

Namun kadang apa yang diimpikan dapat melenceng dari yang diinginkan—itulah yang kemudian Cobb ketahui seraya dengan berjalannya waktu. Mal berbeda. Mal bukanlah yang dulu hidup di dunia dan menemaninya dalam suka dan duka. Mal dalam mimpinya rupanya adalah sebuah potret kontradiksi.

Sesungguhnya, mimpi adalah sebuah cambuk.

Cambuk yang membuat kita harus menyadari bahwa kita sudah terlalu lama menutup mata dan sudah saatnya kita melihat dunia sekitar yang sebenarnya.

.

Inilah realita.
Dan terkadang, realita memang kejam.


.

Lumayan penyegaran diri pada malam hari *_*
Next Prompt: Avalanche/Longsor
Edited by Sekar.Nasri, 17 Aug 2010, 10:46 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Sekar.Nasri
Member Avatar
---
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Next/Selanjutnya
Fandom: NCIS
Characters: Ziva David, Anthony DiNozzo

.

Perempuan itu berdiri di depan pintu. Sesuatu telah membasahi tubuhnya sejak tadi. Sesuatu yang mereka sering sebut sebagai keringat dingin.

Aneh memang. Tak pernah ia berdiri dalam keadaan seperti ini, apalagi dalam hal yang sesungguhnya lumrah baginya.

Interogasi.

Well, lumrah dilakukan olehnya, bukan lumrah dialaminya.

Ia tahu sifat Jethro Gibbs tatkala menginterogasi seseorang, jadi harusnya faktor itu juga membuatnya tenang saja. Tapi kenapa—

"Hei, kenapa kau berkeringat seperti itu? Tidak biasa."

Tampaknya ucapan Anthony DiNozzo yang baru saja muncul sudah menjelaskan semuanya.

"Aku tidak apa-apa."

Tony tampaknya begitu senang melihat Ziva dalam keadaan yang abnormal seperti ini.

"Aha. Kau gugup."

Checkmate.

"Aku—"

"Kau gugup karena setelah ini, kau yang akan diinterogasi, bukan?" terka Tony tepat sasaran. "Astaga, harusnya aku bawa kamera dan mengabadikan momen super langka ini."

"Tony," Ziva merendahkan suaranya, penuh penekanan. "Aku. Tidak. Gugup."

"Oh," komentar Tony pendek. "Kalau begitu, selamat tinggal."

Tony melengos begitu saja, dan Ziva sudah bersiap untuk mengucap syukur tatkala sosok itu menghilang berbelok ke koridor. Tapi sejurus kemudian—

"ZIVA DAVID! SELANJUTNYA KAU!"

Ziva melonjak kaget—hal abnormal lain dari dirinya. Ketika ia menoleh, betapa inginnya ia untuk segera menghancurkan wajah geli Anthony DiNozzo yang baru saja membuka matanya...

...bahwa ia memang gugup dalam interogasi setelah ini.

.

Nggak nyambung, nggak jelas.
Next prompt: Lantern/Lentera
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Sekar.Nasri
Member Avatar
---
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Yellow/Kuning
Fandom: Digimon
Character: Agumon (Greymon/Metal Greymon/Wargreymon), Black Wargreymon

.

Kau adalah Agumon. Kau adalah makhluk Digital yang berkeliaran kemana-mana dengan senyum ceriamu. Kuning adalah warnamu, warna kulitmu. Dan warna itu tak pernah pudar, bahkan sampai kau berevolusi menjadi Greymon, Metal Greymon, dan perubahanmu yang paling sempurna; Wargreymon.

Lalu kemudian, kau bertemu dengan cerminanmu. Makhluk yang rupanya benar-benar sama denganmu, bahkan sampai detil setiap lekuknya.

Tapi semirip-miripnya makhluk, tak ada yang seratus persen benar-benar menyerupai.

Ia Black Wargreymon.

Ia hitam. Tidak kuning sepertimu.

Hidupnya kelam. Tidak ceria sepertimu.

Ia bersifat merusak. Ia menampik dan menghancurkan apapun yang dilihatnya, didengarnya, serta dirasakannya. Ia tidak seperti kau yang seorang pahlawan dan membawa takdir sebagai penyelamat dunia.

Tapi kemudian, kau mencoba untuk menyingkap segala rahasia di balik sosok itu. Kau menemukan bahwa jauh dalam lubuk hatinya yang dingin, ada suatu ruangan kosong, dan kau meyakini ruangan kosong itu sebagai titik pembuktian bahwa sebenarnya ia sama sepertimu. Hanya saja, ia tak tahu harus kemanakah ia mengisi ruangan itu.

Misimu sekarang hanya satu, Agumon.

Mencari Black Wargreymon dan mengisi ruang hampa dalam hatinya itu. Mengisinya dengan warna kuningmu.

.

Gajel abis =.=

Next prompt: Rumah Sakit/Hospital
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Sekar.Nasri
Member Avatar
---
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Veterinarian/Dokter hewan
Fandom: Royal Pains
Characters: Evan Lawson, Hank Lawson

.

"Hank! Hank!"

Lagi-lagi... dengus Hank, kemudian mengalihkan pandangannya dari panekuk yang sedang dibuatnya. Evan muncul dari balik dinding dengan wajah yang tidak mengenakkan.

"Bisa kau percepat?" tanya Hank kesal. "Aku akan memanggangmu jika panekukku gos—"

GUK GUK!

Hank refleks menutup mulut begitu mendengar suara gonggongan. Ia mengerjap bingung, sebelum akhirnya mengerti apa yang sebenarnya terjadi begitu melihat perubahan pada air muka adiknya yang menyebalkan itu. Hank melipat tangan dan menyandarkan punggung pada konter dapur.

"Evan, apa yang kau bawa?"

Evan pun memberanikan diri untuk melangkah maju. Kini, seekor anjing Labrador Retriever berwarna chesnut muncul dari belakang Evan, mengikuti pria tersebut. Tubuhnya lemas seperti lengkingannya tadi yang tak bersemangat.

Tak pelak, Hank luluh. Nalurinya sebagai seorang dokter langsung mencuat; ia berjongkok dan mengelus-elus puncak kepala anjing tersebut seketika makhluk itu berjalan ke hadapannya. Ia terus mengelus-elus bulu anjing itu, sampai ia menekan satu titik yang membuat anjing itu melenguh kesakitan. Diliriknya bagian tersebut. Tungkai kakinya terluka parah.

"Astaga," senda Hank, lalu cepat-cepat menengadah kepada adiknya. "Evan! Ambil kotak P3K!"

Evan—yang tadinya gelagapan—langsung berlari mengambil kotak putih di konter terujung. Dengan sigap, Hank segera mengeluarkan berbagai peralatan yang ia butuhkan; perban, gunting, dan botol obat yang tak diketahui jenisnya oleh Evan. Yang Evan tahu, dalam sekejap, luka anjing itu sudah terbalut perban.

"Whoa," gumam Evan kagum. "Tampaknya kau juga berbakat menjadi dokter hewan, Hank."

Hank hanya diam sambil kembali mengelus anjing tersebut. "Sebenarnya, aku memang sempat bermimpi menjadi dokter hewan saat kecil dahulu."

Saat itu juga, lampu di atas kepala Evan menyala.

"Ah! Bagaimana kalau kita melebarkan bisnis HankMed dengan membuka servis dokter hewan panggilan—"

"Tidak," jawab Hank pendek, namun cukup untuk membuat Evan kecewa setengah mati.

.

AAAA! Saya kangen Royal Pains!! Saya kangen Hank! Kenapa StarWorld nggak nayangin season 2-nya?! TT_TT

Next prompt: Cable Car/Kereta Kabel
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Sekar.Nasri
Member Avatar
---
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Kok jadi sepi, sih? :(

.

Prompt: Corpse/Mayat
Fandom: NCIS
Characters: Tony DiNozzo, Ziva David, slight Timothy McGee

.

Sekujur tubuh Antony DiNozzo tak dapat bergerak sama sekali.

Mayat di hadapannya benar-benar berhasil membagi apa yang dirasakannya dengan laki-laki investigator itu. Dingin dan kaku. Membuat pemuda itu seakan mencerminkan tubuh berdarah yang berbaring di hadapannya.

Timothy McGee melihat kawannya dengan tatapan prihatin. Ia pun memutuskan untuk mendekati DiNozzo dan memberikan sebuah tepukan di bahunya, berharap itu dapat meringankan beban walaupun secuil.

"Aku turut bersedih," ucapnya penuh empati sebelum berbalik mengerjakan kembali tugasnya.

Namun DiNozzo tidak perbedaan barang satu senti pun meski yuniornya menepuk bahunya. Ia masih diam, berusaha untuk bernapas dengan normal.

Dan memikirkan bagaimana peluru dari pistolnya dapat melayangkan Ziva David ke nirwana.

.

Whoaa...ini baru drabble XP
Next prompt: Nothing/Tidak Ada
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Sekar.Nasri
Member Avatar
---
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Notebook/Buku Catatan
Fandom: Blue's Clues :P
Characters: Steve, Joe

.

.

Pakaian, laptop, makanan, segalanya sudah tertata rapi di sebuah ransel besar yang tergeletak di atas tempat tidur. Namun, si pria berbaju hijau itu tampak masih sibuk mencari sesuatu.

Tok tok.

"Masuk."

"Hei, Steve..." seorang pemuda membuka pintu dan masuk ke dalam kamar. "Jemputanmu sudah datang."

"Ya, ya, ya. Suruh mereka tunggu sebentar, Joe," sahut Steve tanpa menolehkan kepala. "Aku akan keluar sebentar lagi."

Joe menautkan alis keheranan.

"Kau sedang apa?"

"Mencari sesuatu. Aku takkan bisa ke kampus tanpa itu."

"Uhm, maksudmu ini...?" Tatkala Steve berbalik, ia dapat melihat Joe memegang sebuah buku catatan kecil bergambar sofa merah di sampulnya. Sejurus kemudian, wajah Steve berubah cerah.

"Ah, terima kasih banyak!" Steve segera berjalan menghampiri Joe dan mengambil buku catatan tersebut. Lembar per lembar ia buka, menatap apa saja yang telah terukir di dalam sana. Buku catatan itu telah menjadi memoarnya dalam waktu yang cukup lama. Buku catatan itu ialah benda yang ia gunakan untuk menggambar segala benda yang terjejaki oleh cap kaki berwarna biru milik anjing biru di rumah ini, rumah yang akan ia ucapkan selamat tinggal.

Yeah, tak ia sangka ia telah tumbuh dewasa. Dunia kuliah sudah menantinya. Tapi hei, rasanya pergi ke kuliah tanpa buku catatan itu adalah sebuah hal yang pasti akan disesalinya kemudian.

"Jadi, kau bisa pergi dengan tenang, kan, sekarang?" tanya Joey membuyarkan lamunan Steve.

"Kau mengusirku, ya?" Steve merengut.

Joe tertawa. "Bercanda, bercanda. Santai saja. Tapi jangan salahkan aku jika jemputanmu terus mengklakson tak sabaran."

Steve tersenyum simpul. Ia meraih ranselnya dan menyampirkannya ke bahu. "Aku akan berangkat sekarang," ucapnya, kemudian memeluk Joe. "Jaga semuanya. Jaga Blue juga untukku."

"Tenang saja. Aku pasti akan melakukannya," bisik Joe, lalu melepas pelukan Steve. Ia mengantar Steve keluar sampai naik ke mobil jemputan. Tak lupa ia melambai sampai mobil hilang dari pandangan matanya.

Sementara itu, Steve menghela napas. Belum lima menit ia menjauh, ia sudah merasa amat sangat rindu. Berat juga rasanya meninggalkan segalanya di belakang.

Tapi, dengan buku catatan yang ada di tangannya, semuanya akan baik-baik saja.

.

.

HAHA, GAJE. Mana fandom gak biasa lagi :P
Next prompt: Science/Sains/Ilmu Pengetahuan
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Sekar.Nasri
Member Avatar
---
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Tempat tidur/Bed
Fandom: Beauxbatons Academy (roleplay)
Characters: Altair Hyatt dan Rigel Abourizk (c) saya. Visunya juga punya saya.

Altair selalu mencintainya. Selalu.

Tidak menyangka, eh? Yeah, tentu saja; seorang Altair Hyatt dikenal tidak banyak menyukai orang. Bahkan dengan saudara tirinya sendiri—Rigel Abourizk—pun ia tidak bersahabat. Malah, ia membencinya. Ia benci dengan pemuda Aljazair itu karena berhasil merebut segala hal baik yang dimilikinya. Maka itu, bukankah sebuah keajaiban jika Altair jatuh cinta?

Ia berhasil mencuri hati Altair. Altair tak pernah mau melepaskan diri dengannya—ia akan mengutuk keras siapapun yang berusaha memisahkan mereka berdua, apalagi jika Rigel yang melakukan hal itu. Dengannya, Altair menjadi terbuka. Ia tidak malu melakukan apapun yang tidak pernah dilihat orang darinya.

Altair tidak peduli akan ukurannya yang besar—justru karena itu ia makin menyukainya. Altair juga suka akan kulitnya yang sehalus sutra, juga bantal dan guling yang—

—eh, tunggu.

"Zzz."

Ya. Altair selalu mencintai tempat tidurnya. Selalu.


SAYA NISTAIN KAMU, ALTAIR! SAYA NISTAIN KAMU, NAK! MAAFKAN AKU =)) =)) =))
Next prompt: Serendipity/Kebetulan
Edited by Sekar.Nasri, 21 Feb 2011, 12:30 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
ZetaBoards - Free Forum Hosting
Enjoy forums? Start your own community for free.
Learn More · Register Now
« Previous Topic · Post your FFs here! · Next Topic »
Add Reply


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone