Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
Drabble Berantai Keroyokan; Random/K-M/Random
Topic Started: 24 Jan 2010, 05:40 AM (48,951 Views)
suzu
Member Avatar
ganteng
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: smile/senyum
Fandom: Apollo Justice: Ace Attorney
Character: Apollo Justice, Trucy Wright, Phoenix Wright



Trucy memandangi Apollo yang kini tengah berkutat dengan kertas kerjanya dengan diam.

Ia tengah berpikir dan mengingat-ingat, pernahkan Apollo tersenyum? Tidak, bukan senyum penuh kebanggaan seperti ketika ia berhasil memenangkan sidang atau senyum ketus yang sering ia berikan tatkala ia sedang kesal, atau pun ketika ia tersenyum karena menahan tawa.

Yang Trucy maksud adalah sebuah senyum yang tulus, senyum yang lembut dan ramah, yang sering ia berikan kepada Apollo ketika ia tengah kesulitan--semua itu untuk menenangkan hatinya. Sebuah senyuman yang menyenangkan hati orang yang melihatnya.

Trucy kembali menelurusi ingatannya bersama Apollo. Pernahkah? Tidak. Yang Trucy ingat hanyalah senyuman yang telah ia sebutkan di atas tadi--dan juga, sebuah tawa dipaksa dan senyum penuh kesedihan yang secara tidak sengaja dilihatnya ketika Apollo tengah melamun sendirian di dalam agency. Namun, mengapa demikian? Trucy tidak bisa menemukan jawabannya.

Ia kemudian memutuskan untuk bertanya pada ayahnya--barangkali ia mengetahui tentang sesuatu yang tidak Trucy ketahui? Sebuah pertanyaan singkat yang ia harap akan mendapatkan jawaban yang ia inginkan.

"Daddy, kenapa Polly tidak pernah tersenyum?"

Phoenix mengernyitkan dahinya, tidak paham dengan pertanyaan yang tiba-tiba diajukan oleh Trucy.

"Maksudmu? Bukankah ia tersenyum ketika ia memenangkan sidang kemarin?"

Trucy menggelengkan kepalanya. "Bukan, maksudku bukan senyum yang itu, tapi senyum yang tulus, senyum yang sungguh-sungguh. Pernahkah ia?" Phoenix mulai mengerti apa yang Trucy maksud di sini. Kemudian ia melanjutkan, "Dan kau tau, Daddy? Beberapa hari yang lalu ketika aku dan Daddy sedang ngobrol dengan riang, dia memperhatikan kita sambil tersenyum sedih. Tidakkah itu... aneh?"

Phoenix menghela napas, kemudian membelai lembut kepala Trucy. "Trucy, Trucy... Apollo mungkin tidak pernah tersenyum seperti yang kau maksud karena ada sesuatu di hatinya. Dan, untuk masalah yang kau sebutkan terakhir, kurasa ia hanya... iri padamu."

"Maksud Daddy?"

"Kau tidak tau? Dia... sejak kecil tinggal di panti asuhan."

Trucy terdiam. Itukah alasan utama mengapa Apollo tidak pernah tersenyum dengan tulus--sebuah senyum yang bahagia? Ia merasa sedih karenanya. Memang, ia merasa, bahwa terkadang Apollo terlihat sangat kesepian.

Dan kemudian ia bertekad di dalam hatinya, bahwa dialah yang akan membuat Apollo tersenyum. Ya, dia akan melakukannya, karena ia seorang magician yang hebat.



asdfghgfdf--gajeee, ini bukan drabble DD:

next prompt: paper/kertas
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
suzu
Member Avatar
ganteng
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: kill/bunuh
fandom: Suikoden V
character: Arshtat Falenas, Ferid Egan, Georg Prime

--

Ia tidak pernah menghendakinya.

Sun Rune lah yang mengendalikannya--membuatnya lupa akan keberadaan orang-orang di sekitarnya, membuatnya lupa akan segala yang ada di sekelilingnya, membuatnya lupa akan keadaan berbahaya yang ada di hadapannya.

Tapi ia tidak bisa melawan, tatkala Sun Rune mengambil alih kesadaran dan perkataannya.

Ia bahkan tidak sadar ketika suaminya tercinta--yang sudah melindunginya dari segala macam ancaman yang ada, yang sudah menemaninya di kala suka dan duka, yang masih menemaninya walaupun ia Sun Rune sering mengambil alih kesadarannya.

Dan sebelum ia sempat mengetahuinya, ia telah mengurung pria yang dicintainya itu dalam sebuah bola bening yang membunuh.

Ketika ia mendapatkan kembali kesadarannya, ia hanya bisa terdiam kaget, berusaha menggapai tangan yang ada di dalam bola yang memisahkan mereka berdua. Kemudian pria itu tersenyum, dan bola itu pecah berkeping-keping bersama dirinya--orang yang ia cintai.

Ia sudah membunuh suaminya sendiri.

Dan betapa ia berterima kasih pada Georg yang telah menusuknya ketika Sun Rune mengambil alih dirinya lagi--tertawa-tawa setelah kematian suaminya bak orang gila. Walaupun yang dilakukan Georg adalah suatu kejahatan yang tiada terampuni--membunuh seorang ratu, namun ia pikir itu adalah keputusan yang tepat. Sebab bila tidak, mungkin ia sudah menghancurkan negerinya sendiri, bersama dengan anak-anaknya, keluarganya.

Dan sekarang, ia bisa bertemu lagi dengan suaminya dan meminta maaf.

--

...ngaco ==a

next prompt: grass/rumput
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
suzu
Member Avatar
ganteng
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: kick/tendang
Fandom: Persona 4
Characters: Yosuke Hanamura, Chie Satonaka

---

"APAAAA??!!"

Teriakan Chie menggelegar di seantero Yasogami. Di depannya, tampak Yosuke menciut dengan wajah 'maafkan aku, jadi tolong jangan bunuh aku'.

"A-aku 'kan nggak sengaja! Aku sama sekali nggak niat untuk--err, membelahnya menjadi empat!"

Yup, Yosuke memang baru saja mengaku pada Chie bahwa ia telah membuat kaset DVD kesayangan sang gadis terbelah menjadi empat bagian.

Aura kemarahan mengelilingi Chie. Yosuke semakin merasa bahwa nyawanya kian terancam. Dalam hati ia berdoa semoga Chie tidak membunuhnya kali ini.

"Yo-su-ke..."

Sepertinya doanya itu tidak manjur. Tapi ia masih berharap semoga saja ia selamat dari amukan gadis penggila steak ini.

"BODOH!!"

Dan satu tendangan keras menghantam wajah sang pemuda, membuatnya terpental jauh ke belakang disertai pandangan ngeri dari orang-orang di sekitarnya.

Oh, betapa ia berharap agar wajahnya--yang menurut dirinya sendiri cukup keren itu--baik-baik saja.

---

gagal total orz
next prompt: technology/teknologi
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
suzu
Member Avatar
ganteng
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: bacteria/bakteri
fandom: Kingdom Hearts
characters: Ienzo, Even, mention of Braig, Dilan, and Aeleus

--

"Kau tahu kalau influensa disebabkan oleh bakteri yang bernama Haemophilus influenza?"

"Tentu saja aku tahu."

"Lalu kenapa kau menuliskan nama Braig di kertas laporanmu?"

Ienzo mengalihkan pandangannya dari kertas ke Even. Ditatapnya mata lelaki yang kini tengah melambaikan selembar kertas berwarna putih berhiaskan tinta hitam di hadapannya.

"Bukankah memang begitu?"

Even mengedipkan matanya, menatap bingung anak laki-laki berambut biru yang duduk di depannya.

"Apa maksudmu?"

"Kemarin Braig menyiram Dilan dengan air ketika Aeleus sedang tidak ada di tempat. Gara-gara itu Dilan terserang flu. Bukankah itu berarti secara tidak langsung Braig-lah yang menyebabkan bakteri itu masuk ke dalam tubuh Dilan dan membuatnya terserang flu?"

Even menepuk dahinya. Benar-benar dia ingin mengguncang-guncang anak itu untuk mengembalikan logikanya.

Sejenius apapun Ienzo, ia tetap anak kecil polos yang terkadang mengeluarkan komentar yang konyol.

...atau setidaknya itulah yang ada di dalam pikiran Even sekarang.

--

...saya sotoy sotoy sotoy. orz apa ini gaje =___=;;

next prompt: speaker/pengeras suara
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
suzu
Member Avatar
ganteng
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: cookies/kue
fandom: Persona 4
characters: Kou, Rise

---

"Ayo, dicoba kuenya!"

Kou menatap 'kue' yang disajikan di hadapannya. Sesekali matanya melirik ke arah Rise yang kelihatannya sangat-amat bangga dengan hasil karyanya.

Ya--Kou sudah pernah diinformasikan oleh Souji bahwa masakan buatan Rise itu... awful, sebagaimana yang pernah dikatakan oleh Teddie,

"Kenapa? Kau... tidak mau memakannya? Kau tidak suka dengan masakanku?"

Uh-oh. Jurus puppy begging eyes-nya Rise keluar lagi. Hal yang paling tidak bisa di-resist oleh Kou.

Dan setelah sebelumnya berdoa agar ia diselamatkan dari segala macam marabahaya (?), Kou pun memakan satu dari kue-kue itu.

Keesokan harinya, Kou tidak masuk sekolah. Dan kau tahu kenapa...

--

eh, gaje. -_-

next prompt: forbidden/terlarang
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
suzu
Member Avatar
ganteng
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: face/wajah
fandom: Kingdom Hearts
character: Roxas, Zexion, mentions of Axel, Demyx, and Marluxia.
warnings: hints of shonen-ai



"...Zexion, berapa usiamu waktu menjadi nobody, yang cuma kau beritahukan padaku?"

Zexion mengalihkan pandangannya dari buku di tangannya ke arah Roxas. "Hah? Sebelas, memangnya kenapa?"

"Lalu buku APA yang kau baca itu?" Roxas menuding ke arah buku--manga hard yaoi, yang berlabel R-18 dengan warna biru. Sungguh, Roxas tidak mengharapkan anggota termuda Organization XIII untuk terkontaminasi dengan hal-hal begituan. Cukuplah dia saja yang teracuni hal begitu gara-gara Axel dan Demyx.

"...ini? Ini bukannya cuma komik?"

Wajah polos Zexionlah yang membuat Roxas facepalm. Jangan-jangan schemer satu ini benar-benar tidak menyadari apa yang sedang dibacanya dan makna dari R-18 yang terpampang jelas di sampul manga tersebut.

"Ya ampun Zex. Pokoknya gini deh, dapet dari mana benda itu? Dan kamu belom baca adegan yang 'aneh-aneh', kan?"

Betapa Roxas berharap selangit, semoga saja Zex belum membaca bagian yang berbahaya. Semua demi menyelamatkan kepolosannya yang belum rusak--setidaknya hingga sekarang.

"Aneh-aneh? Maksudnya? Belum kok, dan aku dapat ini dari nomor XII."

Marluxia. Hmm, sekarang Roxas ingin sekali merusak taman bunga milik gaylord itu.

"Zexion, demi keselamatanmu dan kepolosanmu yang sangat berharga, buku ini aku sita," kata Roxas seraya mengambil buku di tangan Zexion, kemudian langsung berbalik untuk menemukan targetnya: Marluxia.

"Eh--hei! Tunggu, aku belum selesai baca! XIII--Roxas! Ooi!"

Maaf Zex, ini demi kepolosanmu.

Betapa Roxas tidak tahan menatap wajah Zexion yang begitu polos mengenai 'bacaan'nya itu.



...prompt-nya ga kerasa orz.

next prompt: fangirls :P /plak
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
suzu
Member Avatar
ganteng
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: music box/kotak musik
fandom: Persona 4
characters: Kou, Rise



Satu hadiah, terbungkus rapi oleh selembar kertas cantik berwarna perak berkilau. Betapa Rise sangat senang menerimanya. Betapa tidak, orang yang ia cintailah yang memberikannya kotak kecil yang begitu spesial itu.

Kou sudah memintanya untuk membuka hadiah itu di rumah. Entahlah, mungkin dia malu. Yang pasti, Rise sudah tidak sabar lagi untuk membuka kotak itu.

Begitu sampai di rumah, Rise langsung melepaskan sepatunya dan berlari ke kamar, dan melemparkan tasnya ke atas tempat tidur. Pikirannya hanya tertuju pada satu hal: kotak itu.

Perlahan, kertas pembungkus berwarna perak yang melapisi kotak itu dibukanya. Sebuah kotak berwarna putih menampakkan dirinya.

Betapa ia sangat menyukai benda yang ada di dalam kotak berwarna putih itu.

Sebuah music box, yang begitu cantik berhiaskan permata di atasnya, melantunkan irama yang begitu lembut dan menghanyutkan.

Dan ia berjanji akan menjadikan music box ini sebagai harta berharganya.



next prompt: savage/beringas
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
suzu
Member Avatar
ganteng
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: green/hijau
fandom: Kingdom Hearts Birth by Sleep
character(s): Ienzo, Ansem the Wise



Rerumputan yang tumbuh di halaman belakang kastil bergerak perlahan, mengikuti arah angin yang menerpa mereka.

Ienzo memandang dengan tatapan ingin. Sesungguhnya, dari dulu ia ingin sekali bermain-main di tengah kehijauan rumput-rumput yang tumbuh dengan subur itu. Bermain sebagaimana mestinya seorang anak seusianya.

Namun ia tahu, Even tidak akan pernah mengizinkannya melakukan hal yang tidak berguna dan hanya menghabiskan waktu seperti itu.

Kerap kali ia melihat anak-anak seusianya bermain dengan bebas di tanah lapang di salah satu sudut Radiant Garden yang aman, ketika Ansem mengajaknya berjalan-jalan.

Di dalam hati, Ienzo selalu menjerit dan berkata, "Biarkan aku bermain di tengah kehijauan itu seperti mereka!"

Ienzo terlalu tenggelam dalam pikirannya sendiri, sehingga ia tidak menyadari bahwa sebulir air mata mengalir di pipinya dengan perlahan. Bukti ia sangat mendambakan kesempatan untuk bermain di tengah-tengah rumput yang hijau itu.

Dan tanpa sepengetahuannya, Ansem sudah berdiri di ambang pintu, menatap pilu sang anak jenius yang bahkan belum berusia sepuluh tahun itu--

--sembari menggenggam erat sehelai sapu tangan berwarna hijau, yang sesungguhnya merupakan milik Ienzo yang ia temukan di luar jendela tempat Ienzo menatap rerumputan hijau nan subur itu.



...gagal.

next prompt: kidnap/culik
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
suzu
Member Avatar
ganteng
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: dance/tari
fandom: Kingdom Hearts (Chain of Memories-ish (?))
character(s): Naminé, Zexion (a bit of Namion)



Bibir mungil Naminé bergerak pelan. Senandung riang yang terdengar merdu namun pelan mengiringi langkahnya yang terkesan ringan. Seulas senyuman tersungging di wajahnya yang cantik.

Zexion yang kebetulan berada di dekat Naminé mengangkat alisnya, bingung. Tidak biasanya gadis mungil itu begitu riangnya. Jangankan langkah yang ringan, senyum pun nyaris tak pernah ia lihat terbentuk di wajah gadis itu - walaupun dirinya juga bukanlah orang yang murah senyum. Oke, Zexion mengakui bahwa ia tidak pernah tersenyum di depan Naminé.

Naminé sudah begitu larut dalam kesenangannya, tidak menyadari keberadaan Zexion yang kian mendekati tempatnya berada. Maka, ketika ia berputar, ia terhenti - kaget.

Bagaimana tidak, mendapati salah satu dari anggota organisasi yang ternyata memperhatikannya sedari tadi dan kini berdiri di depannya itu bukanlah hal yang bisa ditebak.

"Eh... Zexion? Maaf, apa aku menggang--"

"Tidak, hanya saja aku jarang melihatmu begitu riang seperti saat ini. Bila aku boleh tahu, apa yang membuatmu tampak begitu... 'senang', meskipun kita nobodies tidak bisa merasakan apa-apa?"

Warna merah mendapatkan tempatnya di kedua pipi Naminé yang semula pucat.

"Um... tidak ada apa-apa kok, hanya saja... Larxene mengajariku cara menari. Tumben-tumbenan dia baik hari ini."

Zexion hanya bisa memasang ekspresi yang kira-kira mengatakan 'Hah, Larxene ngajarin elo nari? Kok gue baru tau kalo dia bisa nari - e salah, kok gue baru tau kalo dia bisa juga jadi baek begindang? Kejedot apa tuh anak?'

Naminé - menyadari wajah Zexion yang sekarang sudah tidak jelas lagi mengekspresikan apa - mengulurkan tangannya yang mungil ke depan pemuda yang ia ketahui tidak begitu jauh usianya dibandingkan dirinya.

"Bagaimana kalau kau ikut menari juga?"

Kedua pipi Zexion merona merah dan oh, seandainya Xigbar menyaksikan hal ini, Zexion yakin dia tidak akan selalu mendengar ejekan dari... dari... makhluk itu.

"Kenapa harus aku--"

"Karena sepertinya kau tidak pernah bersenang-senang! Ayolah, sekali ini saja, ya?"

Kedua mata Naminé yang penuh dengan harapan - ralat, yang telah menjelma menjadi puppy begging eyes - akhirnya meluluhkan Zexion.

"...baiklah."

Dan selagi keduanya menari, Axel menonton dari kejauhan sambil senyum-senyum sendiri.



...gagal gagal gagal.

next prompt: congrats/ucapan selamat
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
suzu
Member Avatar
ganteng
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
@^
PERSONA 2 ;A; *gelundungan* kangen ;~;

prompt: blood/darah
fandom: Yu-Gi-Oh!
chara: Ryo Bakura, mentions of others



Warna merah pekat melumuri pergelangan tangannya. Ryo tersenyum puas. Rasa sakit mulai mengalir dalam tubuhnya, memanjakan otaknya—rasa sakit seperti ini jauh lebih baik daripada rasa sakit karena sendirian... setidaknya, itu bagi Ryo.

Sungai kecil mulai terbentuk di tangannya. Ryo tidak peduli. Tidak akan ada yang peduli.

Oh, mungkin Yuugi dan yang lain akan sedikit peduli.

Mungkin ini pengaruh dari Yami Bakura.

Selagi ia berpikir, darahnya terus mengalir dan membasahi lantai rumahnya yang semula bersih.

Seulas senyum terpancar di wajahnya.

Mungkin ia akan sedikit menambah darah lagi...



...ke-kenapa jadi gini sih ;;

next prompt: thief/pencuri
Edited by suzu, 1 Mar 2011, 10:59 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
DealsFor.me - The best sales, coupons, and discounts for you
« Previous Topic · Post your FFs here! · Next Topic »
Add Reply


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone