Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
  • Pages:
  • 1
  • 3
  • 4
Drabble Berantai Keroyokan; Random/K-M/Random
Topic Started: 24 Jan 2010, 05:40 AM (48,147 Views)
Haruki_Irish!
abed abed abed
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Besok/Tommorow
Fandom: Glee
Character: William Schuester
Rate: K


Esok.

Hari itu terdengar seasing kata-kata bahasa Prancis -- hei, ia kan pengajar bahasa Spanyol!-- atau bahasa apapun, selain bahasa ibunya dan apa yang ia ajar, tentu saja.

Tapi misterinya yang menyenangkan, bukan? Membuat seseorang penasaran, dan terus berjuang. Mencari tahu -- dan siapa tahu bisa mengubah masa depan.

"Mengapa kau malah mengajar klub.. errr.. buangan seperti ini? Yah, memang ini klub-mu dulu.. tapi kau kan bisa .. err, jadi penyanyi, mungkin?"

Ia jadi teringat pertanyaan mantan satu klub Glee-nya dulu, April, yang beberapa hari lalu baru saja menelepon untuk memberitakan bahwa ia mendapat kontrak rekaman di sebuah major label. Ia sendiri tentu saja dengan sopan mengucapkan selamat pada temannya ini dengan tulus.

Ia tersenyum kecil. Ia saat itu menjawab simpel saja: ia senang. Dan itu bukannya salah, sebenarnya. Hanya kurang tepat -- lengkap.

Tapi kini, segalanya jadi lebih jelas. Saat mereka semua: Artie, Finn, Kurt, Puck, Quinn, Rachel, dan Tina latihan tadi. Dan saat itulah ia tersadar betul motif di balik semua ini.

Itu bukan tentang rasa senang saja.

Juga bukan hobi.

Apalagi uang, semua juga tahu seberapa 'besar'nya gaji menjadi seorang guru dan juga seorang pelatih Glee.

Tapi itu semua... ia ingin menciptakan hari esok yang lebih baik. Untuk mereka, juga klub ini. Untuk dirinya juga, agar ia tak menyesal -- karena ia selalu mengharapkan yang terbaik untuk klub ini. Glee-nya.


Next Prompt: Wings/Sayap
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Haruki_Irish!
abed abed abed
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt :Speaker/Pengeras Suara
fandom : Glee
chara : Sue Sylvester
warning: super OOC.


Hari-hari tanpa pengeras suara = hari yang mengerikan!

Setidaknya untuk Sue Sylvester

Untuknya, speaker yang lebih mirip untuk dipakai guru-guru TK menenangkan murid-muridnya yang kesana-kemari itu sangat berguna. Meneriaki para Cherios yang malas. Meneriaki orang-orang yang tidak becus melakukan pekerjaannya. Bisa juga buat proteksi diri, pukul ke kepala orang yang bersangkutan, dan ta-da, selesai sudah semua masalah.

Dan kini, speaker tercintanya menghilang!

Wanita ini langsung grasa-grusu mencari speaker yang jadi soulmatenya ini. Ia cari ke kolong. Nihil. Ke loker. Hasil nol besar. Cari ke meja guru. Tidak ada. Hatinya pun meronta nista. Matanya kini liar, mencari tahu apakah spekernya mungkin saja disembunyikan anak-anak entah dimana. Mungkin di kelas. Bahkan mungkin di tong sampah.

"Bu Sue, ini punyamu, ya?"

Dan saat paranoidnya sedang tinggi (mungkinkah PMS?), ia tiba-tiba melihat speaker tercintanya ditenteng oleh entahlah-siapa-itu.

"Err, kemarin anda ke tempat saya. Buat merencanakan.. err.. tentang Glee di sini."

Muka Sue langsung merah padam. Semua kata-kata pria itu, datar tapi lantang. Tak ia mengertikah bahwa pamornya tak boleh turun?


*nengok-nengok*
Makasih, Kumiko-san, saya lupa ngasih prompt, udah malam sih buatnya :D.

next prompt: air/water
Edited by Haruki_Irish!, 3 Apr 2010, 06:13 AM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Haruki_Irish!
abed abed abed
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Dawn/Fajar
Fandom: Secret Garden
Character: Mary Lenox, Colin Craven, Dickon Sowerby, Ben Weatherstaff.

"Colin, kau suka fajar kali ini?"

Sepupunya, Mary Lenox, seumuran dengannya, memandang langit fajar musim panas yang menggelora dengan matahari yang terbangun sepagi ini. Di taman yang terlindungi oleh 4 dinding yang mengurungnya, cahaya matahari terasa sangat syahdu dan menyatu dengan alam di sekitarnya. Rasanya sinar matahari ini seperti Sihir --istilah mereka untuk segala hal yang tidak bisa dijelaskan oleh akal mereka, tapi bisa dirasakan.

"Suka. Suka sekali." Dan pria itu berdiri tegak di sebelah Mary dengan bangga, seakan ia terlahir untuk berlari, berlari-lari di padang keranggas, padahal pemuda ini baru semusim yang lalu "belajar" berlari, berdiri, dan yang paling penting -- belajar menikmati lingkungan di sekitarnya yang dulu ia anggap "membahayakan."

"Oh ya, Dickon dimana?" tanya Mary, tiba-tiba teringat adik dari pelayannya, Martha. Mary, Colin, dan Dickon, mereka saling berbagi rahasia tentang taman yang terkunci selama 10 tahun itu.

"Hai!"

Sapaan ringan Dickon itu membuat lengkap -- dan dibelakangnya ada Ben Weatherstaff. Si perawat taman favorit Mrs. Craven. Juga burung robin berwarna merah mencolok ikut berada di sana. Dan semuanya tersenyum hangat, persis seperti cahaya matahari menyelimuti mereka.

"Musim panas telah tiba," kata Mary, mengumumkan, bangga. Dadanya terasa sesak, begitu bahagia. "Musim panas telah tiba. Musim panas telah tiba."

Iya, musim panas telah tiba. Dimulai dengan fajar indah yang memesona dan senyum penuh semangat semuanya. Sihir lain telah dimulai.
-----
Ah, gak nyambung :D.

Next promt: Pink/Merah Jambu
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Haruki_Irish!
abed abed abed
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Next Prompt : Tertawa/Laugh
Fandom : Glee
Character : Finn Hudson / Rachel Berry

--Saturday Night Live. Big Bang Theory. 30 Rock. Semua itu acara favorit kebanyakan orang yang membutuhkan hiburan dari kehidupan yang membosankan.

Dan sebenarnya Rachel Berry juga menyukai acara komedi yang meringankan hati dan membuat olahraga mulut itu.

... tapi ia sedang tidak ingin menonton acara seperti itu.

Ia sedang tidak ingin tertawa ria. Rasanya tertawa akan memperburuk dirinya, karena ia merasa ditertawakan oleh tawanya sendiri. Tetapi ia juga tidak bisa mengurung diri begitu saja, lalu semua kekecewaannya pada diri sendiri akan muncul lagi. Lalu menghantuinya. Dan ia tidak bisa melangkah maju lagi.

Maka itu ia akhirnya menekan tombol HP-nya, mencoba menelepon seseorang. Seseorang yang ia sukai.Seseorang tempatnya curhat. Seseorang yang tentunya, spesial.

Setelah bunyi tuu---t, tuu--t yang cukup lama, ia akhirnya mendengar suara seseorang yang terasa begitu familiar.

"Hei, Rachel, ini Finn. Ada apa menelepon malam-malam begini?

"Hei Finn," suara gadis itu terdengar sedikit lelah. "Aku -err, pengen cerita. Pengen ngobrol. Err, tidak mengganggu, kan?"

Tawa. Kecil, tapi jelas. Dan herannya, tak membuatnya tersinggung sama sekali. "Ah, ada-ada aja. Gak ngeganggu, kok. Aku juga dari tadi belum bisa tidur, kok."

Gadis perfeksionis itupun ikut tertawa renyah tanpa perasaan negatif menggayuti pikirannya. "Makasih, Finn. Err, ngomong-ngomong, bagaimana persiapanmu nanti untuk Regionals? Aku-- yah, jadi tidak sabar. Agak deg-degan, sih.."

Dan obrolan mereka berlanjut. Bahagia dan ceria.


next prompt: Awan/ Cloud
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Haruki_Irish!
abed abed abed
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Just/Hanya
Fandom: Dexter
Character: Rita Morgan

---
"Semoga hari-harimu menyenangkan, Dex."

Wajahnya memutar sekilas. Hanya ingin tahu apakah pria itu baik-baik saja. Meski jarak yang terpaut hanya beberapa meter, tapi kata hatinya berbisik ragu. Ia hanya takut bahwa ia akan terus menerus kehilangan, lagi dan lagi.

Dan ia tak ingin kehilangan lagi hal-hal yang ia kasihi.

Terutama Dexter Morgan.

Ia hanyalah seorang manusia, kau tahu. Ia butuh tawa. Ia butuh bahu untuk bersandar. Ia butuh rasa aman. Dan yang paling penting... ia butuh seseorang untuk menolongnya menyusuri lorong kelam kehidupannya.

Dan ia tahu, ia hanyalah seorang perempuan biasa. Tak bisa melakukan sesuatu yang luar biasa untuk menyelamatkan orang lain -- kenyataannya, ia-lah yang harus diselamatkan dari semua kecamuk masalah dunia.

Tapi ia tahu, hanya bersamanya, ia akan aman. Tak perlu merisaukan pikiran-pikiran buruk yang sering menghantuinya dalam mimpi.
---
O.o.

Prompt: Harta Karun/Treasure
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Haruki_Irish!
abed abed abed
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Sleep/Tidur
Fandom: A Little Princess
Character: Sara Crewe, Becky.

----

Mata anggora hijau itu perlahan menutup bijinya, beristirahat lelah. Satu lagi hari lelah di Asrama Nona Minchin, dan mereka hampir tak punya kesempatan untuk melegakan otot-otot kecil yang dipaksa melakukan pekerjaan berat.

"Becky, kau belum tidur?"

Ah, Sara. Padahal ia sama lelahnya dengan apa yang Becky rasakan, tapi ia tetap saja mempedulikan sekitarnya.

Gadis itu hanya bisa menjawab pelan, lelah. "Aku.. aku tidak bisa tidur. R.. rasanya terlalu lelah untuk tidur," ia lalu memberi jeda, melihat mata Sara mulai mengatup menutup-membuka konstan, "Err, Miss Sara jika sudah capek silahkan tidur saja."

Sara memandang mata Becky, menenangkannya. "Aku tidak bisa tidur jika ada orang lain di sekitarku yang belum tidur," katanya, nada tulus mengalir dari rentetan kata itu.

"Tidak apa-..."

Sara terpekik kecil, mendapat ide. "Hei, bagaimana kalau aku menceritakan dongeng saja? Kurasa itu akan membuatmu tenang dan bisa tidur," nada optimis gadis itu.

Becky terpekik, "T-tapi bagaima.."

Sara cepat memotong, "Aku tidak bisa tidur jika kamu tidak tidur."

"Baiklah," Becky memilih untuk mengalah. Toh ia kangen dengan lantunan dongeng dari Sara yang selalu memikat telinganya, membuatnya selalu bersemangat.

"Baiklah. Pada suatu hari........"

---

Kedua anak itu lamat-lamat tertidur dengan tenang, tak terbangun sampai cahaya matahari menyinari loteng kecil mereka.


Ah, gajeee!! Kenapa juga saya harus mengotori tulisan Frances Hodgson Burnett yang superb ini dengan tulisan nista seperti ini!

Prompt: Kotor/Dirty
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Haruki_Irish!
abed abed abed
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: perfect/sempurna
Fandom: Glee
Karakter: Rachel Berry

-------------
Semua sudah sempurna, Rachel.
Lihat dirimu. Kau punya teman-teman untuk menerima dirimu yang penuh kekurangan yang selalu kau tutupi. Kau bisa melantangkan suaramu di panggung dan membuat semuanya menahan nafas mendengar suara indahmu. Kau punya keluarga yang meski "tidak normal", tapi bahagia. Kau punya semuanya di genggaman tangan kecil milikmu itu.

Tapi kau tidak puas, bukan?
Tapi kau masih punya impian. Kau ingin terus mendapatkan apa yang lebih. Tak puas meski dahaga telah lega adalah sifat manusiawi yang sesungguhnya akan membawamu ke level yang lebih tinggi.

Dan kau juga punya impian yang ingin kau raih dengan tangan kecilmu. Kau ingin menjadi seorang superstar. Kau ingin terus mengasah bakat menyanyi yang brilian itu untuk bersinar. Kau ingin New Directions semakin maju dan jaya, tak hanya di Sectionals saja. Dan yang paling penting.

--- kau ingin ada orang lain yang bisa mengisi relung hati yang kosong itu.
------
Ampuni saya, FOX, Ryan Murphy, de el el. Entah berapa kali saya pake Glee buat drabble dan berapa kali juga membuatanya kacau. O.o.

next prompt: Kertas/Paper
Edited by Haruki_Irish!, 11 Apr 2010, 09:13 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Haruki_Irish!
abed abed abed
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Seagreen/Hijau-laut
Fandom: Law of Ueki (rumah lama saya XD)
Character : Ueki Kosuke , Mori Ai.
Rate: K+
------

Dipandang warna hijau akan menenangkan sang pemandang.

Dan itu juga yang dirasakan oleh dua remaja muda dengan semangat bara api : Ueki Kosuke dan Mori Ai.
~ - ~
Pantai dengan warna langit biru muda memayungi mereka, nyiur-nyiur kelapa melambai seirama angin pantai bertiup. Orang-orang bersuka cita, menari-nari di atas pasir krem yang butir-butirnya kecil dan halus. Sebuah sanctuary yang begitu indah.

Mereka juga menikmati dari sudut pantai, hanya duduk santai melepas penat. Mata mereka tertuju pada warna biru-kehijauan nun jauh di sana.

.. warna laut yang membentang luas di bumi.

Warna hijau yang menenangkan.

"Cantik, yah."

Dan mereka sama-sama tersenyum kecil.

Warna hijau yang sama cantiknya dengan klorofil-klorofil dedaunan di tumbuhan, sama menenangkannya dengan warna hijau daun yang tersentuh air hujan.

Sangat, sangat, indah.

Dan kalian, berdua, memandangnya memberi suasana deja vu tersendiri

-----

HIDUP GAJE XD. awalnya mau fandom lain.. tapi ah, saya udah jarang nulis di LoU. Anggaplah minta maaf *?*

prompt: Maaf/ Forgive
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Haruki_Irish!
abed abed abed
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Belive/Percaya
Fandom: Fullmetal Alchemist
Character: Scar

---
Ia adalah orang yang mempercayai dirinya sendiri --- saja.

Ayolah, di kehidupan yang ganas ini, apa lagi yang bisa kau percaya kecuali dirimu sendiri? Apa kita harus mempercayai orang lain yang tidak kita tahu betul isi pikirannya? Apa kita harus memercayai seseorang yang tidak kita kenal?

Itu tidak mungkin, bukan?
.
.
.. atau mungkin?

Ia tak bisa memercayai orang, tetap saja. Apalagi di Amestris : ini kan negara yang jelas-jelas meremehkan eksistensi dirinya. Suku bangsanya!

-

Tapi ia bodoh dengan berpikir seperti itu.

Ia juga seorang manusia. Gurumu pasti pernah mengajarkan bahwa manusia adalah homo socialis, makhluk yang butuh sesamanya. Dan ia, tentu saja dihitung manusia biasa.

Toh di sini tak semua orang meremehkannya. Banyak orang yang mau memercayainya -- meski awalnya sama tertutupnya dengan dirinya. Curiga, yang sayangnya, hanya karena suku bangsanya, juga namanya yang sudah tercemar.

Jadi, mengapa ia tidak mencoba mempercayai orang lain.. sekali saja?
---

Makasih Tuhan! Saya emang gaje

prompt: Pai/Pie
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Haruki_Irish!
abed abed abed
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
oot nista: Sekaar XD. American Idol, eh? Saya juga suka pairs Ryan/Ellen XD. Hohoho. Simon biarin aja ngejomblo, dan Lee bersama saya *kicked*
----
prompt: fairytale/dongeng
fandom: Dexter
character: Dexter Morgan
rate: K+

Pada suatu hari.....

Kata-kata itu jarang sekali ia dengar. Ia hanya mendengarnya sesekali saat ibu angkatnya menceritakan beberapa dongeng -- dimana ia tak terlalu dekat dengannya --, juga dari guru-gurunya dulu. Dan tak ada satupun dari cerita dongeng itu yang berbekas di kepalanya.

Lagian, rasionya berkata bahwa cerita dongeng adalah kebohongan besar. Tak ada hidup yang sempurna di dunia yang kejam ini.

Yang ada adalah berpura-pura menciptakan kehidupan sempurna...

.. karena dunia adalah panggung sandiwara, dan di sanalah konflik bermula.

-

"Dex, apa kau punya sesuatu untuk diceritakan?"

Dua pasang mata bening, masih merasakan murninya hidup. Mata milik anak-anak kecil itu, Astor dan Cody, dan keduanya nampaknya juga merasakan derasnya alur hidup ...

.. tapi mereka masih terlalu kecil dan terlalu optimis, dan rasanya susah untuk menolak permintaan yang satu ini. Kedua mata itu masih memohon erat-erat.

"Baiklah. Aku punya satu," jawab nada itu, lagi-lagi, berpura-pura optimis. Sementara kepalamu mencoba mengingat-ingat cerita dongeng yang sesekali mampir di telinganya...

"Ayo! Ceritakan!"

Ia lalu duduk di sofa, membiarkan dirinya duduk bersama dua orang anak kecil itu. Lalu ia mulai membuka suara.

".. pada suatu hari.."

Sementara ia masih menceritakan, dirinya mulai menemukan sepercik ide baru tentang semua kesemuan bernama dongeng ini.

Mungkin dongeng adalah cara seorang manusia untuk mendapatkan harapan-harapan mereka yang terenggut. Mungkin dongeng adalah cara ... untuk menunjukkan masih adanya harapan di dunia ini.

Dan yang penting, masih ada akhir bahagia

---

*kicked* Gaje berat, sihhh TT_TT. Terima aja kali takdir saya bikin fic gaje melulu.

next prompt: Titik/Point
Edited by Haruki_Irish!, 19 Apr 2010, 12:51 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Haruki_Irish!
abed abed abed
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Berenang/Swim
Fandom: Nodame Cantabile
Character: Shinichi Chiaki, Noda "Nodame" Megumi
Rate : T

---

"Kau mau ikut belajar berenang?"

"Tidak, terimakasih."

"Kau mau bareng-bareng berenang?"

"Tidak, terimakasih."

Entah mengapa musim panas serasa sangat melelahkan bagi Chiaki. Harus menolak ajakan orang-orang yang hendak pergi ke pantai, berenang, atau sejenisnya, lah. Padahal ia fobia setengah mati dengan laut. Dan yang lebih nistanya lagi, ia harus menjaga imej agar tidak ketahuan bahwa ia menolaknya dengan alasan ketakutan dengan laut.

-

Dan bodohnya, ia tampaknya tak hanya takut berenang di laut, tapi juga berenang -- menyelam-- di dalam hatinya. Tak mau, tak ingin, takut bahwa isi hatinya tidak sesuai dengan ego setinggi menara Eiffel tempat favoritnya dulu di Paris.

Ia takut. Teramat takut. Untuk menyadari isi hatinya...

..bahwa ia menyukai Noda Megumi. Selalu.

-

"Senpai bodoh! Senpai bodoh! Kenapa senpai selalu begini?"

Gadis itu berteriak frustasi. Tidak memukulinya. Tidak menghajarnya dengan jurus-jurus yang entah dipelajari dari mana. Tapi.. gadis itu malah membenturkan dirinya ke tembok.

"N-nodame?"

Suara itu tidak terdengar lagi di telinga gadis yang kesetanan itu.

"N-NODAME!"

Kini suara itu adalah teriakan keras dari batin Shinichi Chiaki yang selama ini tak diperhatikan. Teriakan penuh perhatian, rasa sayang kepada si gadis esentrik itu.

"Senpai tak pernah memedulikan -," terdengar bunyi benturan kepala gadis itu dengan tembok yang mulai retak, "-Nodame! Senpai buat apa memperhatikan Nodame?" Terdengar suara sinis setelah itu. "Senpai sendiri yang bilang begitu."

Sial, pikirnya kesal. Ia memang kemarin mengusir Nodame yang ke apartemennya untuk meminta makanan ke apartemennya. Tetangga yang lain sedang pulang ke negara asalnya sehingga Nodame hanya punya pilihan terakhir : Shinichi Chiaki. Dan saat itu, Chiaki yang sedang ribet-ribetnya mempelajari partitur Roux-Marlett pun mengusirnya karena ia memang sangat sibuk.

Dan.. saat ia mengusirnya, ia berkata:

"Kau ini siapa, sih? Aku juga tidak peduli denganmu. Pergi, Nodame."

Kini ia merasa bodoh. Dengan semua tingkah yang seakan ingin mengusir gadis itu dari kehidupannya, meski hatinya menginginkannya setengah mati. Dan selama ini, ia terlalu takut untuk menyadari bahwa ia sungguh-sungguh memperhatikan gadis itu, bukan hanya permainan pianonya saja.

---

Yeay. Nista. Udah gaje, panjang pula XD.

next prompt: Permen/Candy
Edited by Haruki_Irish!, 21 Apr 2010, 06:26 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Haruki_Irish!
abed abed abed
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt : Jam Tangan / Watch
Fandom: Glee
Characters: Rachel Berry, Finn Hudson.
Rate: T

---

"Kau sudah telat 5 MENIT dari kencan kita!"

Langsung saja disambut dengan hardikan si pemilik kepala intan itu -- menarik tapi super keras kepala!--, Rachel Berry. Padahal di jam tangannya jelas-jelas masih menunjuk angka 6 di jarum panjang, sangat pas dengan janji kencan mereka, jam setengah tujuh tet.

Finn menghela nafas. Susahnya punya pacar perfeksionis seperti Rachel Berry ini. Padahal ia sudah menghitung waktu sebaik-baiknya, mengatur-atur semuanya agar langsung tersedia. Ia bahkan pulang secepatnya tanpa menggubris ajakan Puck untuk ke kantin sebentar mengobrol hanya demi menghadiri kencan mereka.

...kenapa sih Rachel tidak bisa menghargai usahanya sedikit?

"T-tapi jam tanganku menunjuk ke angka 6, kok," jawabnya. "Tapi maaf kalau aku telat."

Si keras itu baru menyadari kesalahannya saat pemuda atletis itu menunjukkan jam tangannya yang memang menunjuk ke angka 6. Semua ini hanyalah karena jam mereka selisih 5 menit saja.. dan ia marah besar.

Dan saat itu, Rachel baru menyadari, pastinya sangat susah bagi Finn agar bisa datang tepat waktu ke kencan mereka. Ia baru sadar.. bahwa ia marah-marah untuk hal sepele. Lagian, kencan kan untuk bersenang-senang, mengapa ia harus marah hanya demi 5 menit?

"OK. Maaf diterima," jawabnya, tak menatap mata itu langsung.

Selanjutnya, terdengar tawa dan pembicaraan yang tersela dengan sang pelayan meminta pesanan mereka.

---

next prompr: Tua/Old
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Haruki_Irish!
abed abed abed
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Cermin/Mirror
Fandom : Glee
Characters : Rachel Berry, Finn Hudson
___________

Ia mematut dirinya sekali lagi. Entahlah, sudah berapa kali ia melakukan hal ini. Mungkin sudah jutaan kali, karena kini lehernya terasa pegal. Tapi, entah mengapa, untuk alasan yang absurd, ia tetap tak bisa menghentikan semua tindakan “bodoh”nya ini.

Ia sangat, sangat, sangat takut. Jika dirinya tidak tampil cantik di kencannya bersama Jesse, ia akan merasa hancur. Hei, ini kencan pertama mereka, dan ia dengan sangat tidak elitnya menghancurkan image dirinya di depan pemuda ikal bersuara emas itu? Tentu itu bukan keinginannya.

"Rachel, kau sudah cantik, kok."

Ia mengucapkan mantra itu kepada dirinya sendiri, mencoba meyakinkan lagi bahwa gaun baby doll berwarna pastel itu sudah serasi dengn dirinya.

Tapi, ia gagal untuk meyakinkan dirinya sendiri. Ia entah mengapa merasa seperti si bebek buruk rupa, yang sama sekali tidak cocok bersanding dengan si mantan lead vocalist Vocal Adrenaline itu.

- - -

"Kau cantik, Rachel."

Itu komentar Finn Hudson --si mantan pacarnya-- yang tanpa sengaja ditemuinya saat ia hendak berjalan ke cafe tempat ia dan Jesse berkencan.

Muka gadis itu pun bersemu merah. Malu, juga merasa tidak enak. Biar bagaimanapun, ia-lah yang memutuskan hubungan mereka. Dan ia juga tahu bahwa Finn masih menyukainya.

"Err, maaf, aku tidak bermaksud menggodamu," kata Finn, baru sadar bahwa mungkin saja kata-katanya terkesan menggoda gadis itu, padahal ia sudah tahu, Rachel bukan lagi miliknya. Dan ia bahkan sudah berjanji bahwa ia takkan dekat-dekat dengan Rachel.

"Tidak apa-apa, Finn," jawab tegas si gadis berambut coklat tua itu, membuat cowok di hadapannya kaget setengah mati. "Terimakasih," ucapnya, sedikit lirih.

Nah, kalau kata-kata sebelumnya sudah membuat Finn syok, kata-kata ini nyaris membuat jantung si atletis itu berhenti saking tak menyangkanya dengan jawaban milik Rachel itu.

Gadis itu lalu melihat jam tangan yang serasi dengan warna bajunya itu. Menyadari bahwa 5 menit lagi ia akan berkencan, gadis itu cepat meninggalkan pemuda itu.

"Bye, Finn. Sebentar lagi aku ada kencan dengan Jesse."

Sementara itu, Finn hanya bisa memandang punggungnya. Tanpa sengaja, ia melihat refleksi gadis itu di jalanan becek yang baru saja berhenti hujan. Refleksi yang amat cantik, seperti yang selalu ia ketahui dari hari ke hari ia bersama Rachel di Klub Glee.

... tapi refleksi ini bukan untuknya. Tapi untuk Jesse. Dan ia, di permukaan air tenang itu, baru menyadari bahwa dirinya di sana terlihat sangat kecewa dengan kenyataan ini. Mungkin ia seharusnya tak membuat janji itu. Mungkin.

Mungkin ia butuh cermin untuk menyadari perasaan yang sangat twisted ini. Untuk melihat secara jelas, objektif, apa yang sebenarnya ia rasakan saat ini.


___________

Next prompt: Tuan/Master
Edited by Haruki_Irish!, 24 Apr 2010, 08:34 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Haruki_Irish!
abed abed abed
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
@^: Boleh kok. Siapa aja juga boleh ikut *nyengir lebar*

Prompt: Mimpi/Dream
Fandom: Law of Ueki +
Characters: Haiji, Sora.
__________

"Kau bodoh, Sora. Bodoh, bodoh, bodoh."

Haiji tersenyum di hadapannya. Sangat tidak cocok dengan makian yang dilontarkan pemuda yang jauh lebih dewasa daripada si gadis kecil itu. Terkikik melihat si gadis jenius itu bisa-bisanya berpikir hal yang aneh-aneh.

Tapi, ini seperti mimpi, hati kecil gadis itu masih berbisik.

"Kau berpikir bahwa ini semua hanya mimpi? Lihatlah sekelilingmu, ini tidak mimpi! Coba saja cubit pipimu!" kata Haiji, tertawa melihat gadis polos ini kini kebingungan dengan segala hal yang ada di sekitarnya ini.

Gadis itu kembali jatuh ke dalam pikirannya. Ia dulu berpikir persahabatan ini hanyalah sebuah mimpi indah. Bunga tidur yang layu setiap ia tersadar.

..tapi ia ternyata salah besar, kan?

"Hei, kita sudah sampai di Wonderful Burger."

Haiji memanggilnya melihat gadis ini terdiam dari tadi.

Ia cepat tersadar, langsung cepat bangkit dan membuka pintu mobilnya. "Haiji, ayo cepat!"

__________

next prompt: Tugas / Assignment.
Edited by Haruki_Irish!, 25 Apr 2010, 10:41 AM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Haruki_Irish!
abed abed abed
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Kembar / Twins
Fandom: All Grown Up/Rugrats
Characters: Phil, Lil
____________________
"Ngapain aku harus pakai baju kembaran dengan Phil?" protes Lil melihat baju yang dibelikan oleh orangtuanya.. yang jelas-jelas kembar dengan milik Phil, saudara kembarnya.

Sang ibu dan ayahnya hanya bisa menggelengkan kepala. "Lagian, kalian memang kembar, kan?"

"TIDAK!" kata mereka berdua, serentak. Lagi dan lagi, mereka dianggap si bayi yang masih "rela" disama-samakan.

"Aku lagian tak mau disama-samakan dengan Phil!" kata Lil, segera menyahut lagi. "Kita ini berbeda, tahu? Kita ini dua individu yang sangaaaaaat berbeda. Jangan mentang-mentang kembar, jadi kita bisa disamakan."

Protes, Lil segera melangkah ke ruang tidurnya yang telah terpisah dengan milik Phil.

---

Tapi, biar bagaimanapun, mereka, sebagai saudara kembar, tetap saling menyayangi, bukan?
____________________

Next Prompt: Lubang/Hole
Edited by Haruki_Irish!, 25 Apr 2010, 11:44 AM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
DealsFor.me - The best sales, coupons, and discounts for you
Go to Next Page
« Previous Topic · Post your FFs here! · Next Topic »
Add Reply
  • Pages:
  • 1
  • 3
  • 4


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone