Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
  • Pages:
  • 1
  • 7
Drabble Berantai Keroyokan; Random/K-M/Random
Topic Started: 24 Jan 2010, 05:40 AM (48,887 Views)
himura kyou
Member Avatar
► A ▼ ► A ▼
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Stop/Berhenti
Fandom: Gintama
Chara: Hijikata Toshiro, Sakata Gintoki =_='
.
.
Gintoki menahan rasa mualnya. Satu tangan menggenggam kimononya erat-erat, sementara tangan yang lain berusaha menahan mulutnya agar tidak kalah oleh rasa jijik yang berputar-putar di perutnya kala melihat pemandangan yang ada di depannya saat ini.
.
"Oogushi-kun, hentikan..!"
.
"Siapa Oogushi!? Dan kau tidak punya hak untuk menghentikanku!"
.
Tanpa mempedulikan keluhan dari sang samurai berambut perak itu, Hijikata terus meremas dan meremas. Kedua tangannya menggenggam dengan penuh kekuatan, meremas dari atas sampai ke bawah, sesekali mengelus dan memijit-mijit, berulang-ulang hingga semuanya keluar berlumeran mengotori sekitarnya. Wajah sang wakil ketua Shinsengumi tampak begitu serius ketika melakukannya.
.
"Ukh... Hijikataaa... cukuuup..!! Hentikaaaan~~!!"
.
"Memangnya siapa yang tadi minta? Sudah gratisan begini jadi jangan banyak protes!"
.
Keringat dingin mengucur di seluruh tubuh Gintoki. Gemetar dan pening. Gintoki menyesali apa yang telah terjadi dan hanya bisa menangisi apa yang sedang terjadi ini.
.
"Aku memang minta ditraktir es bubur kacang ijo, tapi tanpa lima botol mayonaise sebagai toppingnya!!"
.
"Heh. Sekali-sekali coba rasakan lezatnya mayo! Mayo cocok untuk segala makanan! Ini spesial dari Hijikata Toshiro!"
.
Senyum puas mengembang di wajah Hijikata sembari tangannya masih sibuk memeras botol mayonaisenya yang ke-enam.
.
.
sekian.
.
.
.
orz
takasugi.. hug me. /plak.
.
.
next promp: despair/keputusasaan
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
himura kyou
Member Avatar
► A ▼ ► A ▼
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Mature/Dewasa
Fandom: Durarara!!
Characters: Celty Sturluson, Kishitani Shinra
.
.
Dia berjalan mengendap-endap, berusaha menghilangkan suara langkah kakinya. Aku pun pura-pura tidak menyadarinya dan masih duduk membelakanginya, melanjutkan chat online di depan komputer. Napasnya makin terasa mendekat, berhembus mengenai tengkuk leherku. Dari pantulan bayangan di layar monitor terlihat kedua tangannya terbuka lebar-lebar di balakangku.
.
"Celty~~! Sudah mandi? Ayo mandi barenGWOHOKH!!"
.
Brugh.
.
Dia pingsan dengan satu pukulan di ulu hati sebelum sempat memelukku. Tergeletak mengenaskan di lantai, seperti biasa. Kalau kepalaku ada di sini, mungkin aku akan menghela napas yang panjang.
.
Sudah duapuluh tahun kami hidup bersama, aku terus melihat pertumbuhannya mulai dari seorang bocah kecil polos hingga dia menjadi dokter seperti sekarang. Bahkan kini tinggi badannya sudah melampaui tinggiku yang ketika memakai helm. Tapi sampai kapan dia akan terus bersikap konyol begini? Hanya tubuhnya saja yang bertumbuh dan berkembang menjadi dewasa.
.
Kuseret dia ke sofa. Wajah tidurnya, ...maksudku, wajah pingsannya seperti anak yang tidak mengenal dosa saja. Satu helai selimut agar dia tidak kedinginan dan satu belaian di rambut hitamnya agar dia mendapatkan mimpi indah.
.
Aku akan bersabar, Shinra. Dengan sabar aku menantikan dirimu menjadi laki-laki dewasa yang seutuhnya.
.
.
sekian.
.
.
blargh. =_=' ga pinter bikin romens..
.
.
.
next prompt: Headless/Tanpa Kepala (lha?)
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
himura kyou
Member Avatar
► A ▼ ► A ▼
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Brother/Adik Laki-laki
Fandom: Onepiece
Characters: threesome Sabo - Ace - Luffy T_______T
warning: flesbek stori, well, spoiler chapter 583 dan slanjotnyah *gapenting*
.
.
Bak! Buk! Bak! Plak! Bletak! Krompyang!
.
Tongkat pipa besi saling beradu, tak jarang diselingi tendangan atau pukulan. Belum lagi serapah yang bersahut-sahutan di antara jambakan dan sikutan. Ini adalah pemandangan rutin dalam hutan di Gunung Corvo. Satu tubuh kecil jatuh berdebam keras menghantam tanah, sementara bocah yang lain berdiri angkuh dan tertawa bangga atas kemenangannya.
.
"Ahaha! Latih tanding kali ini kau kalah, Ace!"
.
"Enak saja! Lihat baik-baik!"
.
Ace yang tidak menerima kekalahan segera bangkit sambil mengusap mulutnya yang berdarah. Dia berjalan menahan rasa sakit dan memar yang menghias seluruh badannya. Dengan wajah sebal dia menunjuk garis lingkaran yang tergambar di tanah di depan Sabo berdiri.
.
"Kau berdiri di luar arena! Sabo, kau yang kalah!"
"Enak saja! Kau tadi yang jatuh duluan!"
"Enak saja! Kita harus mematuhi peraturan latih tanding yang sudah disepakati kan?!"
"Enak saja! Kau cuma tidak mau mengaku kalah kan!?"
"Blahblahblahblah!!"
"Blehblehblehbleh!!"
.
Keduanya terus beradu mulut tanpa henti demi menentukan siapa yang menang dan siapa yang kalah. Entah berapa lama waktu yang sudah mereka buang untuk perdebatan ini, sampai mereka lupa bahwa ada juri yang selalu melihat dan bertugas mencatat skor kalah-menang tiap pertarungan di kegiatan latih tanding mereka.
.
"Oi, Luffy!!"
.
Keduanya berteriak bersamaan pada juri mungil bertopi jerami kedodoran yang sedang asyik mengupil dengan santainya. Masih sambil saling bogem dan tonjok, Sabo dan Ace mendatangi tempat Luffy duduk. Papan skor masih kosong karena Luffy belum menuliskan hasil pertandingan barusan. Dengan wajah seram mereka memelototi Luffy dan berebutan bicara.
.
"Luffy! Kau lihat pertandingan tadi kan? Aku yang menang kan?!"
"Luffy! Dilihat dari mana pun aku yang menang kan?!"
.
Luffy masih terdiam dengan mata membulat.
.
"Hei, Luffy, kau adikku kan? Jangan buat kakakmu kecewa!"
"Hei, Luffy, jangan dengarkan dia! Kau adikku!"
"Jangan mau punya kakak yang tidak mau mengakui kekalahannya! Kau adalah adikku!"
"Dia lebih pantas jadi adikku!"
"Dia adikku!!"
"Adikku!!"
.
Perdebatan kini telah melenceng dari perebutan kemenangan menjadi perebutan adik. Luffy membuang upil yang baru saja digalinya. Wajah polosnya menunjukkan keheranan atas perkelahian yang terjadi di depan matanya.
.
"Kalian ngoceh apa sih? Kalian berdua adalah kakakku!"
.
Tidak ada lagi pukulan dan tendangan ketika Luffy memamerkan deretan gigi-giginya yang terbingkai senyum lebar. Dengki telah luluh dalam kehangatan desis tawa bocah yang paling mungil di antara mereka bertiga. Air mata menggenang di mata Sabo dan Ace. Keduanya berhamburan memeluk adiknya bersamaan.
.
"Oh ya, karena Sabo mendarat di luar arena bersamaan dengan jatuhnya Ace, kalian kuanggap sama-sama kalah. Jadi skor kalian tidak kutulis di papan."
.
Dua tubuh roboh di depan bocah yang tidak pernah sekalipun bisa menang saat latih tanding.
.
.
sekian.
.
.
.
oh jashin, apakah sabo dan ace OOC o___o' *sujud di kaki odacchi*
mana kepanjangan en berasa menyimpang dari prompt orz
.
.
.
next prompt: Distortion/Distorsi
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
himura kyou
Member Avatar
► A ▼ ► A ▼
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: faint/pingsan
Fandom: Durarara!!
Characters: Heiwajima Shizuo, ...dan Orihara Izaya.
.
.
"IIIIIIIIIIIIIIIIIIZAAAAAAAAAAAAAAAYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA-KUUUUUUUUUUUUNNNNNNN!!!!"
.
Mesin penjual minuman dan kotak pos terbang meluncur di antara teriakan penuh amarah sang mantan bartender. Targetnya lari dengan teknik menghindar yang lincah, ditambah ekspresi licik nan menghina yang selalu terpasang, membuat Shizuo makin uring-uringan dan mulai melemparkan bangku atau tiang listrik terdekat sambil mengejarnya.
.
Aspal yang retak dan kendaraan yang ringsek menjadi hiasan di sepanjang jalan yang dilalui olehnya. Izaya menambah sedikit kecepatannya ketika mencapai perempatan jalan, Shizuo pun mencabut tiang lampu lalu lintas di perempatan itu. Dan ketika Izaya telah mencapai seberang jalan, Shizuo yang berada di tengah jalan telah siap melemparkannya, dan...
.
.
Senyum puas terpulas di bibir Izaya seraya kembali ke tengah jalan yang dikerumuni orang-orang panik. Tak jauh dari situ terdapat sebuah truk yang penyok terguling. Sirine ambulans terdengar samar-samar mendekat ke tempat tersebut.
.
"Yaa.. Ternyata Shizu-chan bisa pingsan juga tertabrak truk~"
.
Darah membanjiri aspal tempat Shizuo tergeletak. Dua tenaga medis berusaha mengangkat badannya ke tandu untuk dimasukkan ke dalam mobil ambulans. Tak lama kemudian semua orang yang berkerumun di sana tertegun dalam diam.
.
"Ng... hoahm.. hah? Apa ini?? Oi, hei! Apa yang kalian lakukan!? Turunkan aku dari tandu!! Hei!!"
.
Shizuo segera berdiri dan mengarahkan pendangannya ke segala penjuru tanpa menemukan targetnya di antara kerumunan orang. Dengan gerutu sebal Shizuo pun pergi meninggalkan tempat itu tanpa basa-basi, meninggalkan orang-orang yang masih tertegun menyaksikan peristiwa barusan.
.
Izaya yang berhasil menyembunyikan keberadaannya di antara kerumunan orang-orang itu hanya bisa tersenyum getir.
.
"Hee.. Ternyata Shizu-chan tadi cuma tidur sebentar ya? Cih."
.
.
sekian.
.
gaje as always =_='
.
.
.
next prompt: nostril/lobang hidung :p
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
himura kyou
Member Avatar
► A ▼ ► A ▼
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: carrot/wortel
Fandom: Durarara!!
Chara: Kishitani Shinra, Celty Sturluson
.
.
"Apa ini, Celty?"
.
Shinra kecil bertanya sambil melihat segelas cairan oranye yang baru saja kubuat untuknya. Setelah meletakkan gelas tersebut ke meja, aku menulis di secarik kertas dan menunjukkannya ke bocah SD itu.
.
[Ini jus wortel. Tadi siang aku menonton acara dokumenter di televisi bahwa wortel bagus untuk kesehatan mata.]
.
Sewaktu pertemuan pertama kami beberapa tahun yang lalu, Shinra masih berusia empat tahun dan sudah memakai kacamata. Sayang sekali kalau anak semuda dirinya harus selalu tergantung dengan kacamata untuk melihat dunia. Aku kembali menuliskan pikiranku ke dalam kertas.
.
[Aku tidak yakin bisa mengolah wortel menjadi masakan karena aku tidak bisa merasakan hasil masakanku, maka kubuat saja jadi jus. Untuk sekedar memotong dan memblender wortel dengan sedikit gula dan air kurasa tak akan bermasalah. Kalau kau meminumnya secara rutin--]
.
Belum selesai aku menulis, terdengar suara gelas kosong berdenting menyentuh meja. Wajah Shinra bersemu merah dengan helaan nafas lega setelah menghabiskan segelas jus wortel dalam sekali teguk. Senyumnya melebar saat memandangku.
.
"Celty~~ terima kasih banyak! Kau sungguh perhatian! Aku senang sekali! Aku yakin Celty bisa menjadi istri yang handal! Tunggulah sepuluh atau duapuluh tahun lagi, Celty! Aku akan menjadi dokter yang sukses dan membuatmu menjadi wanita yang paling bahagia di dunia sebagai istriku! Buatlah jus wortel untukku selamanya dan blahblahblah~~~"
.
...Shingen memang tidak pernah mendidik anaknya dengan wajar. Melihat anaknya yang masih sekecil ini sudah tidak waras, aku tidak tahu harus berkata apa. Yang jelas aku tidak akan pernah membuatkan Shinra jus wortel lagi.
.
sekian.
.
.
next prompt: nerve/syaraf
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
himura kyou
Member Avatar
► A ▼ ► A ▼
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: know/tempetahu
Fandom: Durarara!!
Chara: Kishitani Shinra, Celty Sturluson
.
.
Seperti biasa, bayangan hitam mengepul dari leher Celty yang sedang terduduk di sofa. Namun di mata Shinra, itu bukanlah kepulan yang biasa. Bahkan sikap duduk Celty yang tampak biasa-biasa saja terlihat tidak biasa bagi dokter muda itu.
.
Didekatinya sang pengendara tanpa kepala itu, matanya yang terbingkai kacamata menatap lekat bayangan hitam yang terus mengepul. Celty tampak tidak keberatan dengan keberadaan Shinra yang hanya berjarak beberapa sentimeter darinya, tapi mungkin lebih tepat kalau disebut Celty tampak tidak sadar bahwa Shinra sudah berada tepat di depannya.
.
"Celty, kau sedang ada pikiran?"
.
Suara Shinra membuyarkan lamunan Celty. Lehernya bergerak, seolah menoleh ke arah pria berjas putih itu. Shinra hanya tertawa kecil melihat bayangan hitam di hadapannya mengepul tak beraturan.
.
"Apa masih terbayang-bayang tentang film Alien kemarin lusa?"
.
[Ba-bagaimana kau bisa tahu??]
.
Celty menunjukkan PDA yang dia ketik secepat kilat dengan penuh heran. Sambil menghenyakkan diri ke samping Celty, Shinra menyeruput kopinya dengan santai. Ditemani senyum ceria Shinra menjawab pertanyaan perempuan yang paling dicintainya selama lebih dari duapuluh tahun itu dengan mantap.
.
"Karena aku tahu."
.
sekian.
.
.
blargh ohok ohok apa ini =___='
.
.
next prompt: heavenly/surgawi
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
himura kyou
Member Avatar
► A ▼ ► A ▼
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: coloring pencil/pensil warna
Fandom: Durarara!!
Chara: Heiwajima Shizuo dan Heiwajima Kasuka
.
.
Malam itu Shizuo diam seribu bahasa di depan meja belajar. Buku gambar yang masih kosong teronggok tak berdaya dipelototi oleh pemiliknya. Peringatan ibu guru tentang PR yang harus dikumpulkan besok pagi terus terngiang-ngiang di kepala yang digaruk-garuknya tidak karuan.
.
Di semester pertama di kelas lima SD-nya, Shizuo sudah sepuluh kali membeli pensil warna. Dan yang tersisa sekarang, hanyalah patahan dan remahan dari puluhan pensil warna yang sudah tidak layak pakai. Shizuo merasa sebal pada dirinya sendiri yang belum mampu membendung emosi dan kekuatan tubuhnya hingga menimbulkan korban seperti pensil warnanya itu.
.
Untuk minta ke orang tuanya agar dibelikan satu set pensil warna lagi adalah hal sudah lewat dari pikirannya. Shizuo sudah tidak ingin merepotkan mereka karena masalah yang dia timbulkan sendiri. Sepulang sekolah tadi dia mampir ke toko, dan hanya bisa pulang dengan lesu karena uang jajannya tidak cukup. Frustrasi merupakan status mental Shizuo sekarang.
.
"Ng?"
.
Sekotak pensil warna tersodor oleh tangan mungil dari samping meja belajarnya. Shizuo terlalu sibuk bergelut dengan pikirannya untuk menyadari adiknya telah berdiri dengan hening di sampingnya sedari tadi. Tak ada kalimat yang terucap dari Kasuka. Tak satupun kata yang keluar walaupun Kasuka sudah kembali ke meja belajarnya sendiri dan melanjutkan PR matematikanya.
.
Setelah beberapa kali memandang bolak-balik antara Kasuka dan kotak pensil warna yang ada di hadapannya, Shizuo tersenyum dengan rona merah di pipi. Kini dia bisa menyelesaikan PR menggambarnya tanpa khawatir lagi.
.
"Terima kasih, Kasuka."
.
Dan tetap tidak ada jawaban. sekian.
.
.
gaje yay. ada plot hole pula lol.
.
.
next prompt: rotten/busuk
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
himura kyou
Member Avatar
► A ▼ ► A ▼
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: chess/catur
Fandom: original lol
.
.
Makhluk yang menyedihkan, itulah aku. Harus selalu dilindungi, mengorbankan banyak demi keselamatan diri, itulah aku. Sama sekali tidak membanggakan, sekalipun akulah pemegang jabatan paling membanggakan di sini. Berada di sisi putih maupun sisi hitam tidak ada bedanya, aku tetaplah makhluk paling menyedihkan.
.
Kebebasanku sangat terbatas. Terkadang iri melingkupi dengkulku kala melihat istriku mampu bergerak lincah kesana kemari dengan gemulainya. Semuanya bergerak maju tanpa takut, saling bantai dan saling bunuh. Sementara aku selalu bergerak mundur, selangkah demi selangkah secara perlahan, bersembunyi di balik punggung-punggung mereka yang tak gentar mati melindungiku, termasuk di balik punggung istriku sendiri. Oh di mana dirimu, wahai harga diriku?
.
Satu per satu gugur. Medan perang yang semula penuh sesak makin melengang, menyisakan segelintir. Sekalipun musuh di depan mata, yang bisa kulakukan tetaplah hanya kabur, menghindarinya sebisa mungkin, tanpa bisa melawan. Karena menyingsingkan lengan baju untuk melawan musuh adalah nama lain dari mati. Dan bukan itu yang diinginkan oleh mereka yang telah gugur demi melindungiku yang menyedihkan ini. Mengapa kau begitu mencintaiku, wahai ketidakberdayaan?
.
Istriku selingkuh dengan menteri musuh yang suka serong. Dinding bentengku roboh dihantam ksatria berkuda mereka. Dan seorang prajurit infantri rendahan berzirah yang warnanya kontras dari jubahku datang mendekatiku dengan senyuman nista.
.
"Skak mat."
.
Ah. Selamat tinggal dunia. Aku memang Raja yang menyedihkan.
.
hoh? =____________='''
.
.
next prompt: snot/ingus
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
himura kyou
Member Avatar
► A ▼ ► A ▼
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: masked/bertopeng
Fandom: Durarara!!
Chara: keluarga Kishitani (ya Celty, kau juga anggota keluarga Kishitani di dengkul saia muahahah/plak), Heiwajima Shizuo
.
.
Antara ingin dan tidak ingin, namun Shizuo tetap melangkahkan kakinya menuju apartemen Shinra. Shizuo ingat betul betapa cerewetnya Shinra ketika mereka duduk di bangku SD, dan hal itu belum berubah saat mereka sekelas lagi di kelas 1 SMA ini. Tapi, yah, daripada mengerjakan tugas biologi yang susah sendirian, Shizuo mendengus sambil memencet tombol pintu apartemen temannya itu.
.
Sebuah helm kuning menyembul dari balik pintu. Shizuo masih berusaha untuk tidak kaget saat melihatnya. Perempuan berbaju serba hitam dan berhelm itu adalah Celty, istri masa depan Shinra, atau begitulah Shinra memperkenalkan Celty kepada Shizuo sebelum ditonjok dan disikut oleh calon istrinya tersebut. Bagaimanapun, memakai helm di segala tempat dan segala suasana tetaplah terlihat ganjil. Shizuo tak habis pikir, tapi sungkan untuk menanyakannya.
.
"Oh Shizuo-kun sudah datang? Duduk saja dulu, biar kuambl dulu buku-buku biologi yang kita butuhkan di kamar ayahku."
.
hanya suara Shinra yang terdengar. Tanpa pikir panjang Shizuo pun duduk di sofa terdekat sementara Celty pergi ke dapur untuk membuatkan teh. Langit-langit, dinding, lantai, semua penjuru ruangan diamatinya dengan ogah-ogahan untuk melepas bosan menunggu. Sampai sesosok pria berjas putih muncul dari dalam kamar datang mendekat.
.
"Apakah kau teman Shinra?"
.
Bukan jas putih yang membuat Shizuo terkejut, namun masker penyaring udara yang dikenakan oleh pria itu, masker yang biasa dipakai tentara di medan beracun atau bernuklir. Masker gas itu menutupi seluruh wajah dan mengeluarkan deru desah tiap kali pemakainya bernafas. Untuk apa memakai benda seperti itu di dalam ruangan. Shizuo tak habis pikir, tapi sungkan untuk menanyakannya.
.
"Bertemanlah yang baik dengan putraku. Dia memang sedikit aneh, tapi pada dasarnya dia adalah anak yang baik. Hahaha!"
.
Baiklah. Shinra tinggal bersama seorang perempuan yang selalu memakai helm dan seorang ayah yang selalu memakai masker gas. Itu bukan lagi sedikit aneh. Apakah semua ketidakwarasan Shinra karena pengaruh mereka, atau memang dari awal Shinra sudah seperti itu, Shizuo tak ingin memikirkannya, juga terlalu malas untuk menanyakannya. Dia hanya ingin menyelesaikan tugas biologinya secepat mungkin.
.
Ah. Setidaknya Shizuo jadi belajar satu hal. Melihat Shinra tinggal bersama dua orang yang seperti itu, mungkin saja Shinra tumbuh menjadi orang yang menilai orang lain bukan dari wajah atau penampilan. Mungkin.
.
sekian =_='
anggaplah helm Celty juga bertindak sebagai topeng *ngeles*
.
.
next prompt: ginger/jahe
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
himura kyou
Member Avatar
► A ▼ ► A ▼
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: fly/terbang
Fandom: Durarara!!
Chara: ... >_>'
.
.
'Selamat datang di Ikebukuro, kota paling unik di Tokyo. Jika sedang beruntung, Anda dapat menyaksikan atraksi terbang dari berbagai penghuni kota ini. Tiang listrik terbang, kotak pos terbang, preman terbang, wartawan terbang, sampai mobil truk terbang, dan masih banyak lagi. Bahkan Anda sendiri bisa ambil bagian dalam atraksi ini!
.
Hanya satu syarat saja untuk terjadi atraksi menarik tersebut. Cukup temui pria bernama Heiwajima Shizuo dan sebutkan nama saya di depan mantan bartender yang tingkat kesabarannya hanya setinggi pohon toge itu. Wahana terbang gratis dapat langsung Anda rasakan!
.
Selamat menikmati~!'
.
Seorang turis asing yang penuh ingin tahu mencari-cari Heiwajima Shizuo setelah membaca brosur wisata yang ia dapatkan dari seorang informan. Dengan penuh semangat sang turis menemui mantan bartender itu dan mengucapkan mantera sakti yang tertera di brosur tersebut.
.
"Izaya."
.
"HAA?!"
.
"GYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!"
.
Satu turis terbang di antara gedung-gedung Ikebukuro hari ini. Satu informan nista tersenyum puas di atap gedung tak jauh dari TKP.
.
orz ga mutu amat =__='''
.
.
next prompt: knee/dengkul lutut
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
himura kyou
Member Avatar
► A ▼ ► A ▼
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: whut/apa
Fandom: Durarara!!
Chara: Shinra dan Celty lalala~
.
.
Kertas. Kertas. Kertas! Aku butuh kertas! Pensil sudah ada, tapi tidak ada kertas! Bagaimana aku bisa menyampaikan pada Shinra yang akan pergi belanja? Aku ingin titip dibelikan sabun mandi aroma melon yang sudah habis. Komputer sedang diservis, laptop dan PDA sedang dicharge. Bagaimana ini??
.
"Err.. Celty, ngapain kamu gelagapan begitu?"
.
Terpaksa pakai cara darurat. Dua telunjuk kupakai untuk menggambar kotak kecil di udara, setelah itu lingkaran sebesar buah melon. Ayo Shinra tangkap maksudku~
.
"Apa? Kamu ingin PDA baru dan buah semangka? Bukannya kamu tidak perlu makan? Lagipula Celty, bulan kemarin aku baru saja membelikanmu PDA. Jangan begitu Celty.. aku memang mencintaimu dan aku akan mengabulkan semua keinginanmu namun ada komitmen yang blablablabla--"
.
Shinraaa!! Aku minta sabun aroma melon! Mengakunya orang yang paling mengerti aku, huh. Ternyata hidup tanpa bantuan teknologi susah juga. Atau aku yang mengalami ketergantungan dengan teknologi? Ah, pikirkan itu nanti. Kugamit lengannya dan kubuka telapak tangannya. Apa yang kuinginkan kutulis dengan jari di telapaknya.
.
"Ooh. Sabun aroma melon? Baik. Baik. Akan kutambahkan ke dalam daftar belanja."
.
Syukurlah. Masalah selesai. Sekali lagi aku menulis sebuah kata di telapak tangannya.
.
"Apa? Aishiteru? Aaaa Celty~ boku mo kimi ga aishiteBUWARHGH!!"
.
Dasar, jelas-jelas kutulis 'Arigatou'! Nikmati saja dulu bogem dariku itu.
.
.
=_=' udah seberapa usang kah jokes 'arigatou/aishiteru' ini orz
.
.
Next prompt: cardboard/kardus
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
himura kyou
Member Avatar
► A ▼ ► A ▼
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: doll/boneka
Fandom: Konjiki no Gash Bell!
Chara: Gash, Kolulu, Vulcan 301(?)
.
.
"Kiyomaroo.."
.
Sang raja cilik melamun lesu. Kepalanya tersandar di meja yang dipenuhi dokumen-dokumen. Entah sudah berapa lama waktu yang berlalu setelah Gash kembali ke dunia iblis dan menjadi raja di sana. Kerinduan untuk bertemu dengan sahabatnya yang paling berharga itu kian membesar.
.
Melihat kegundahan rajanya, Kolulu paham. Hampir semua anak iblis yang dulu dekat dan akrab dengan pemegang buku mantranya juga merasakan hal yang sama. Kolulu sendiri pun ingin sekali bisa bersama Shiori yang sudah dianggapnya kakak sendiri dan juga bersama Tina, boneka kesayangannya.
.
Kenangannya bersama Shiori dan Tina memberikan ide untuk mencerahkan hati Gash. Kolulu segera mencari kotak kecil bekas dan dua pasang sumpit serta spidol. Mengandalkan ingatan samar-samarnya ketika bermain bersama Gash di taman di dunia manusia, Kolulu mulai merakit bahan-bahan yang telah ia kumpulkan tersebut.
.
.
"Gash-sama, ini, cerialah kembali!"
.
Mata Gash yang sudah bulat makin membulat dan berbinar terang. Tawanya yang kekanakan melebar berseri-seri memegang benda pemberian Kolulu. Semangatnya langsung meningkat dalam sekejap.
.
"Unu! Vulcaaaan! Persis seperti yang pernah dibuatkan Kiyomaro! Terima kasih Kolulu!"
.
Gash memeluk erat Vulcan, boneka kotak yang kaki tangannya terbuat dari sumpit itu. Kerinduannya sedikit terobati. Kolulu pun tersenyum.
.
.
.
a/n: Vulcaaaaaaaaaaaaaaannn *gaje*
next prompt: bacteria/bakteri
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
himura kyou
Member Avatar
► A ▼ ► A ▼
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: one/satu
Fandom: Majin Tantei Nougami Neuro
Chara: Harukawa
.
.
Antara satu dan nol. Kita berdua sudah tidak bisa menggapai satu, dan tak akan kubiarkan dirimu sendirian di nol. Setsuna, bisakah kau bersabar menantikanku? Akan kubuat suatu cara agar kau tidak lagi berada di nol. Agar kita bisa selalu bersama, di antara satu dan nol, selamanya.
.
"Profesor Harukawa, Anda ada di dalam lab?"
.
Sudah kutetapkan hatiku. Sudah kumantapkan jiwaku. Sambil memandang program HAL di depan layar monitor, sambil mendengar suara para mahasiswaku yang masih di luar, sudah kusiapkan badanku.
.
"Profesor, permisi, kami masuk."
.
Sebilah pisau tersembunyi di dalam tas dokumen yang dibawa salah satu mahasiswaku. Sesuai dengan hasil hipnotis program HAL yang kupasang di kelas. Aku siap. Datanglah kemari. Tikamkan pisau itu. Untuk meninggalkan satu. Untuk mendekati nol. Untuk mendekati dirimu berada, Setsuna, di antara satu dan nol.
.
.
sekian aja ah. ini drabel promptnya 'satu' ato 'nol' sih orz gajay
=_=' Prof Haru.. filosofi anda tentang satu dan nol membuat saia puyeng.
.
.
next prompt: unclear/gajelas XD
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
himura kyou
Member Avatar
► A ▼ ► A ▼
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: gun/pistol
fandom: Dogs ~Weepy Old Killer~
chara: Ian dan Mihai
.
.
"Ah, Ian, pakai pistol ini. Ini untukmu."
.
Selaras pistol usang untuk anak bos yang harus dilatihnya menjadi pembunuh handal. Ian kecil hanya terdiam menggenggam pistol tersebut, memandangnya tanpa ekspresi dengan sorot mata redup. Tawa kecil terlepas dari bibir Mihai yang lalu mengelus kepala anak didiknya itu.
.
"Sepertinya kau tidak suka pistol lusuh begini? Ini adalah pistol pertamaku, selalu setia menemaniku di setiap misi selama bertahun-tahun, dan tidak pernah ada misi yang gagal saat aku memakainya. Mungkin sudah seperti jimat, ya? Haha, sekarang kuberikan pistol ini padamu. Gunakan dan rawat baik-baik, oke?"
.
Mata Ian makin terpaku pada pistol tersebut. Benda paling berharga milik Mihai diberikan padanya. Kepalanya menunduk, berusaha menyembunyikan rona di pipinya.
.
Apakah ini berarti Ian juga dianggap sebagai orang yang berharga bagi Mihai? Apakah ini berarti Ian juga dianggap sebagai anak sendiri oleh Mihai? Pertanyaan-pertanyaan itu menumpuk di dalam hati Ian, dan hanya mampu ia sampaikan melalui pandangan matanya yang sedikit berbinar.
.
"Ng.. kenapa Ian? Ada sesuatu di wajahku?"
.
.
sekian. wakakak. Mihai... Mihai... *facepalm*
.
next prompt: subtle/tidak kentara
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
himura kyou
Member Avatar
► A ▼ ► A ▼
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: gravity/gravitasi
fandom: Konjiki no Gash Bell!!
chara: Sherry Belmont dan Brago, pas banget XD
.
.
"Aian Gravirei!!"
.
Dengan seucap mantra dari Sherry, daya gravitasi yang besar terlontar dari tangan Brago. Berat menekan badan mamono dan pemegang buku yang menjadi lawannya hingga bagai melesak ke dalam tanah. Buku lawan terbakar, satu mamono berpulang ke dunia iblis. Pertarungan kali ini pun selesai dengan cepat.
.
Sherry menghela napas. Ingin rasanya segera kembali ke hotel dan mandi, melepas segala rasa sakit dan lelah yang ditahannya selama berhari-hari, yang tentu saja akan menjadi cemoohan Brago. Mamono penuh harga diri yang benci makhluk lemah itu pasti akan menyeret Sherry untuk kembali masuk ke dalam hutan dan melanjutkan latihan atau mencari mamono lain. Sekali lagi Sherry menghela napas.
.
"Sherry, ayo kembali ke hotel. Panggil pelayanmu untuk menjemput."
.
"Hah?"
.
Terkaget, terkejut, terkesima, entah istilah apa yang harus Sherry pakai untuk menghadapi sikap Brago barusan. Badannya masih terduduk lemas di tanah sambil memandang Brago dengan penuh tanda tanya, sementara Brago hanya memalingkan muka dengan desis sebal.
.
"Bisa gawat kalau kamu sebagai pemegang bukuku sampai demam dan pingsan lagi seperti waktu di Afrika kemarin. Aku jadi tidak bisa memakai kekuatanku, dan aku tidak mau menggendongmu lagi. Kamu belum tidur selama empat hari ini kan, Sherry?"
.
Tanpa menoleh ke hadapan Sherry, Brago menjulurkan tangannya. Seulas tipis senyum terhias di wajah sang gadis bangsawan, menggapai tangan mamono-nya dan bangkit berdiri. Keduanya berjalan keluar dari hutan menuju tempat di mana butler keluarga Belmont memarkirkan mobilnya.
.
Tidak ada 'Gravirei' yang terucap, tapi Sherry bisa merasakannya, semakin hari semakin menguat. Ada daya gravitasi kuat yang menekan jantungnya, membuatnya sesak setiap kali Brago di sampingnya.
.
.
sekian. blaaaaaargh.
.
next prompt: chain/rantai
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
ZetaBoards - Free Forum Hosting
Free Forums. Reliable service with over 8 years of experience.
Go to Next Page
« Previous Topic · Post your FFs here! · Next Topic »
Add Reply
  • Pages:
  • 1
  • 7


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone