Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
Drabble Berantai Keroyokan; Random/K-M/Random
Topic Started: 24 Jan 2010, 05:40 AM (48,844 Views)
dilia shiraishi
Member Avatar
kangen merekaaa! ♥
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Blood/Darah
Fandom: The Law of Ueki.
Chara: Ai Mori.
Warning: Gaje, maybe OOC, slight chara bash.



Darah selalu jadi hal menyeramkan baginya. Apalagi kalau darah itu mengucur dari seseorang yang penting, yang memiliki andil besar dalam setiap pergerakan harinya. Lagipula indikasi darah menyeramkan memang selalu terlukis dimana-mana, mengingat film-film horor dan kejahatan pasti diliputi cairan merah amis tersebut.

Hanya saja, belakangan ini pemahaman yang sudah membentuk pemikiran tadi berubah begitu saja sejak ia mulai mengikuti cara hidup pemuda rambut semak yang selalu ia kuntit.(?) Yah, siapa lagi kalau bukan Kousuke Ueki?

Cowok itu memang hobi sekali membuat sudut pandangnya terhadap sesuatu berubah. Menjadi lebih positif, walau kadang kelewat bodoh. Ia tak menyesali perubahan itu, tetapi mau tidak mau dia jadi merasa tidak konsisten. Apalagi arti darah baginya sekarang bukan lagi 'hal menyeramkan'.

Selain bermakna cairan yang menunjang kehidupan manusia dan berfungsi sebagai alat transportasi, darah jadi seperti punya kesan 'perjuangan' sekarang. Setelah berhari-hari melihat Ueki bermandi darah sendiri ia jadi kebal. Itu berarti Ueki benar-benar berjuang, tidak main-main. Karena dalam setiap tetes yang jatuh menghantam bumi, terpancar kekuatan tekad Ueki dalam melindungi teman. Terlihat ketulusan tanpa mengharap imbalan.

Mori tersenyum, hari ini pun dia harus membersihkan luka Ueki yang penuh darah, tampaknya.



Oke, apa ini sebenarnyaaa???!! *stres*

Next prompt : Rok/Skirt.(?)

Offline Profile Quote Post Goto Top
 
dilia shiraishi
Member Avatar
kangen merekaaa! ♥
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Titik/Point
Fandom: Hetalia - Axis Powers
Character: Taiwan
____________

Di sinilah titik jemunya.
Titik jenuh untuk selalu diatur-atur. Dikungkung. Tidak boleh bertindak bebas, bahkan hanya untuk memakai nama negaranya sendiri pun tak boleh.

Ia lelah. Taiwan lelah.

Dia sayang pada kakak tertuanya itu. Pada China.
Tapi bukan begini caranya. Bukan dengan mengekang dan memaksa Taiwan untuk terus bernaung di bawah nama Zhongguo Taibei. Ia ingin memakai namanya sendiri, mengibarkan benderanya di depan umum, menyanyi lagu kebangsaannya dengan suka cita.

Namun, kapan ia dapat melakukan itu?

Taiwan menggeleng lemah. Menjawab pertanyaan yang timbul dalam otak, lewat hati. 'Kapan' tersebut tak akan terdefinisi, jika dia tidak melakukan apa pun dalam upayanya membebaskan diri. Dalam hal ini, bebas dari kekangan sebagai salah satu etnik China.

Maka setelah satu tegukan teh terakhir, Taiwan bangkit. Menyimpan kembali cangkir yang masih menguar hangat itu, untuk satu langkah awal.

Langkah awal yang akan segera menjelma jadi titik awal perjuangannya merebut kembali hak dasar atas negara.
_____________________

HUAHAHA. '== Mungkin akan di-post di FFN kapan-kapan.
Next prompt : Pirang/blonde *eh udah pernah dipake belom ini?-_-*
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
dilia shiraishi
Member Avatar
kangen merekaaa! ♥
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Moon/Bulan
Fandom: Kamichu! Teenage Goddes
Character: Yurie Hitotsubashi/Ninomiya Kenji

Yurie mendesah. Manik matanya menyapu suasana langit malam yang hening. Sesekali helai rambut melambai ikut gerak udara. Membuat sang gadis harus menepikannya agar tak mengganggu visual. Berbekal sweater tebal nan hangat, ia sudah berada di teras. Mengagumi desau angin maupun cahaya dari Ratu Malam―bulan.

Sudah beberapa hari ini Yurie senang sekali mengamati pergerakannya. Dari masih berbentuk sabit, hingga kini bulat sempurna. Entahlah. Rasa-rasa melankolis sekali. Tapi memang. Dia memang sedang melankolis. Atau mellow. Dua-duanya.

Penyebab dari permasalahan-yang-tidak-bisa-disebut-masalah ini sudah pasti mudah ditebak. Yah, apa―ehm, lebih tepat disebut― siapa lagi kalau bukan Kenji?

Pemuda itu memang tidak berbuat apa pun yang kejam pada Yurie. Dia baik-baik saja setelah dua minggu kemarin mereka ohokjadianohok. Hanya saja, tak ada perubahan berarti pada sikap Ken. Dia tetap cuek, easy-going, dan simple. Serta... ukh, sangat sulit ditebak, jangan lupa. Membuat Yurie bingung, mencoba menerka sendiri namun tak pernah berhasil.

Dia tak aneh kalau memikirkan hal ini, bukan? Wajar bagi perempuan jika memikirkan ohokpacarohok yang seperti tak menaruh perhatian apa pun padanya. Lagi, Yurie menghela napas. Bahkan sudah dua hari ini Ken tak menelepon. Padahal dulu ia sudah berjanji untuk memberi kabar setiap hari―walau mereka selalu bertemu di sekolah, yeah.

Kring kriiing!!

Lamunan Yurie buyar. Reflek lehernya memutar cepat sampai terdengar bunyi berderak. Ia berlari ke dalam, mengambil telepon yang sudah lama tak berdering. Dengan gugup, dia mulai mengeluarkan suara. "M-moshimoshi?"

"Yurie? Ini aku. Lihat bulan sekarang, cantik sekali." Terdengar suara di seberang telepon. Yurie membelalak. Ia yakin sekali. Itu Ken!

"E-eh?" Belum sempat ia membalas, sambungan sudah diputus. Yurie menatap gagang telepon dengan sedih seraya menelan ludah kecewa. Namun begitu, tetap diikutinya keinginan Ken. Dia kembali keluar, meski tahu bahwa tak ada yang istimewa dari bulan. Toh, bakal sama saja seperti tadi kan?

Sampai di luar Yurie terperanjat. Semua pemikiran yang baru saja tertera langsung terhempas. Pupilnya mengecil, kaget. Sudah ada Ken di luar.

Sedang apa dia di sini?

"Ayo lihat sama-sama," kalimat tersebut menyela kata-kata yang sudah akan keluar dari mulut Yurie. Gadis itu menelan kembali ucapannya. Menurut tatkala Ken menarik tangannya dan mengajak duduk bersama.

Hening menjadi pengisi waktu, diselingi degup jantung dari pihak gadis. Rona merah sudah menjalari wajah. Sesekali diliriknya tangan yang masih digenggam Ken. Menyebabkan cowok itu menoleh―memperhatikan sejenak Yurie yang sudah menyembunyikan wajah malu, "Hmm. Bagaimana? Indah, kan?" dia bertanya mengembalikan pandangan pada bulan.

Pelan-pelan Yurie mengangkat kepala. Ikut memperhatikan bulatan bersinar terang itu. Lalu diam-diam menyetujui ucapan Ken.
-
Bulan memang indah saat ini. Tepatnya, saat kau bersamaku.

Huayoloh, panjang amat jadinya o.O Malah gaje. Argh, gara-gara napsu pengen bikin Kenji/Yurie sih... '==

Next prompt : Understand/Mengerti
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
dilia shiraishi
Member Avatar
kangen merekaaa! ♥
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Silence/Diam
Fandom: Hetalia - Axis Powers
Character: Belgium, Netherlands


Belgium terdiam. Bersamaan dengan jatuhnya koran pagi yang ia peluk dekat dada. Suasana damai semenit lalu berubah drastis―jatuh menuju kekakuan. Dalam hening, gadis berparas western itu membelalak. Pembicaraan barusan terdengar merasuk perlahan ke telinga. Terdengar. Bukan didengar. Bukan pula mendengar. Yang berarti? Ia tak sengaja dengar.

Sosok tegap di hadapan Belgium menoleh―mungkin sadar dengan kehadirannya, "Ah. Belgie," sebelah tangan beranjak menepuk spot kosong dari sofa empuk. Bermaksud mengajak Belgium duduk mengobrol bersama seraya minum kopi. Atau teh. Atau justru bir. Seperti rutinitas biasa mereka. Ya, seperti biasa.

Harusnya, sih.

Tapi Belgium hanya berdiri acuh.

Netherlands―nama si pemuda―mengernyitkan alis. Heran dengan ke-diam-an sang adik yang tak familiar. Dan ia tak punya ide memperkirakan apa sebabnya, "Belgie? Ben je in orde? Kenapa kau sampai menjatuhkan koran segala?" Beberapa tanya terlontar. Membuyarkan landaan sepi, mendistraksikan lamunan Belgium, menyadarkan dia kembali ke dunia nyata. "Kau... sakit?"

Kali ini Belgium merespon. Dengan gelengan singkat.

"Tidak. Aku tidak sakit, Broer. Dank je." Jeda sejenak sementara gadis tersebut mengambil waktu untuk memungut koran malang, "Aku hanya penasaran... dengan konversasimu di telepon barusan."

Kernyitan muncul pada raut Netherlands,

Belgium turut memunculkan kernyitan sebagai balasan.
Namun tak bermakna serupa.

"Kau akan ke Tanah Emas itu lagi, benar?" Suasana kembali pada mode diam, "Kali ini aku bahkan tak tahu apa kau akan kembali..."
.

"Kau memang selalu begitu. Egois. Tidak pernah berubah."



Saya nggak tahu ini maksudnya apa '== Ah, ya sudahlah.
Tanah Emas maksudnya Indonesia-tan.
Ben je in orde : Are you okay?
Broer : Brother.
Dank je : Thank you.


Next Prompt : Mirage/Fatamorgana. Udah dipakai belum ya?
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
ZetaBoards - Free Forum Hosting
Create a free forum in seconds.
Learn More · Sign-up for Free
« Previous Topic · Post your FFs here! · Next Topic »
Add Reply


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone