Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
Drabble Berantai Keroyokan; Random/K-M/Random
Topic Started: 24 Jan 2010, 05:40 AM (48,894 Views)
noiha
noihanoi
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
boleh nggak, min? (lirik admin) kalo nggak mangga dihapus aja. :)

oke, jadi drabble rantai-nya mirip topik ini. intinya, silakan membuat drabble sesuai prompt yang diajukan member sebelumnya, setelah membuat drabble jangan lupa membuat prompt untuk member selanjutnya. thread chain-drabble yang lama mangga dilanjutin, sesuai peraturannya yang bebas, tapi di sini ada aturan.

1. cantumkan fandom dan warning untuk konten-konten seperti yaoi/yuri/pwp/lime/lemon/smut/gore/sara/politis/ideologis/etc. ngerti lah, yaa.
2. entri hanya boleh dalam bahasa Indonesia atau Inggris.
3. M-rated ditulis dalam bentuk spoiler.
4. prompt maksimal rating T.
5. prompt ditulis dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris.
6. komentar di thread [C&C] Drabble Berantai Keroyokan.
7. eyd? baku-nggak baku? grammar? ya, sesuaikan aja. ;)

-

DISCLAIMER: Semua entri di thread ini adalah milik pemegang franchise-nya masing-masing. Kami tidak mengambil keuntungan materi sedikit pun dari sini.

-

care to join?

prompt: forest/hutan
Edited by noiha, 4 Sep 2010, 09:19 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
noiha
noihanoi
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Pantai
Fandom: The Wild Thornberries (Hayoo ada yang inget ga kartun ini? Haha)
Karakter: Eliza, Darwin, Donny, hewan-hewan yang diculik langsung dari lokasi :P
Rating: K

-

Srek srek.

Byur byur

Ckrek ckrek

"Aduh, jangan injak kakiku!"

"Ssst..." bisik Eliza galak, memperingatkan simpanse berbaju garis-garis yang sejak tadi mengeluh ini itu. Gadis berkepang dua itu mengelus kameranya yang tadi terkena tangan tidak tahu sopan santun simpanse bernama Darwin itu. "Aku sudah susah payah merayu Mom agar dipinjami kamera ini," Eliza menghela nafas ketika sepasang tangan mungil kini asyik mengutak-atik kamera yang tergantung lemas di leher Eliza. "Tidak, Donny. Aku harus berhasil memotret mereka kali ini."

"Huh, apa istimewanya, sih," Darwin, simpanse yang tentu saja bicara dengan bahasa simpanse (Eliza senang ia bisa mengerti dan dimengerti oleh hewan, akan tetapi terkadang Eliza bingung harus bersyukur atau mengeluh karena bisa mengerti bahasa Darwin. Sungguh tidak enak mendengarkan seekor simpanse mengeluh setiap lima menit sekali), menggerutu seraya melemparkan pandangannya ke arah makhluk-makhluk mungil yang merayap dalam bisu. "Kau tinggal menghampiri mereka sambil bilang 'Hei, mau foto bersama kami?' dan ckrek! Kau dapat pose yang kau inginkan!"

"Jangan bodoh, Darwin," bibir Eliza membentuk seulas senyum tatkala pandangannya menatap makhluk-makhluk mungil yang istimewa itu. Anak-anak penyu yang baru menetas itu baginya layaknya seorang guru. Guru? Ya, kalau mengingat saat-saat ia harus berhadapan dengan masalah demi masalah, ia selalu malu jika disandingkan dengan anak-anak penyu itu. Dengan makhluk-makhluk mungil yang tanpa henti mengejar mimpinya untuk mengarungi samudra. Tak peduli ancaman laut yang mengganas, atau tangan-tangan usil yang mengganggu ketentramannya, anak-anak penyu selalu maju menuju biru yang membentang luas di hadapannya.

Dan jika ia mengingat saat-saat dimana ia ingin kabur saja, atau diam bersembunyi saja, ia merasa sungguh malu pada anak-anak penyu.

"Waaaw..."

Eliza menoleh, melihat Donny, si anak tarzan kini ikut terkagum-kagum sementara Darwin yang sejak tadi mengeluh kini tampaknya ikut merasakan haru ketika melihat satu dua anak penyu tersandung cangkang kerang dan bersusah payah melangkah lagi.

"Kau ingin membantu mereka, Eliza?" tanya Darwin.

Eliza menggeleng seraya tersenyum sebelum kembali serius menekan tombol kameranya. Merekam pemandangan ajaib di hadapan mereka. Sungguh, ada banyak hal yang bisa kau lihat di pantai. Ada begitu banyak keajaiban yang bisa kau rekam dari sebuah pantai. Tapi bagi Eliza, tidak ada yang lebih istimewa dibandingkan melihat anak-anak penyu yang menempa diri.

-

Prompt: Langit/Sky
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
noiha
noihanoi
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Balance/Keseimbangan
Fandom: Real Person Fic
Character: YUI
Rating: K
Notes: Songfic. Skyline (c) YUI

--

Chotto dake kangae sugichau mitai
Nemurenai heya no naka
***
It seems like I'm thinking a little bit too much
Here, sleepless in my room


Lirih, gadis itu melayang pandangnya ke luar jendela. Ke temaram rembulan yang membalas tatapannya dengan sendu. Ke lukisan berlatar hitam yang bertabur kejora tak terhingga. Ke bentangan awan yang pelan merangkum sang rembulan dalam selimutnya. Ke sana. Ke langit yang tak berujung.

Perlahan jemar sang gadis memetik lembut dawai gitar dalam pelukannya. Seiring udara malam yang dingin menusuk dihirupnya, gadis itu pun memainkan nada-nada yang berdenting pelan memecah sunyi.

Isso mou yoru wo tobidashite mitai
Madobe ni tameiki ga ochiru
***
I feel like I might as well take off into the night
A sigh falls next to the window


Krak

Gadis berambut coklat itu mengangkat wajahnya. Rambut yang terurai menutup wajahnya pun ia sibakkan demi melihat sosok mungil yang beruhu-uhu pelan di dahan pohon yang seringkali mengetuk jendelanya. Gadis itu pun tersenyum melihat sosok mungil yang limbung menjaga bobotnya agar tak terantuk tanah.

Sang gadis mengulik gitarnya kembali. Membelah angkasa yang membisu dengan melodi riang yang kontras dengan temaram malam.

Tsuki akari wo nukete tooku made
Habataite mitai no ni
Dou shitara ii no darou?
***
I slip out into the moon light, to somewhere far away
But I want to try and flap my wings
What should I do?


Gadis itu menghentikan permainannya, menatap pertunjukkan gratis di hadapannya. Sang burung hantu kecil itu perlahan mengepakkan sayapnya, meloncat beberapa milimeter sebelum akhirnya sang gadis mendengar suara debam pelan. Gadis itu pun meletakkan gitarnya, menempelkan wajahnya di jendela yang berembun untuk melihat sosok mungil yang kini merayap susah payah di tanah.

Ya, susah payah. Mengepakkan sayap. Jatuh lagi. Menanjak satu senti. Kehilangan keseimbangan, jatuh lagi. Lagi dan lagi.

I want to fly well I want to fly well
Tobikata wo shiranai dake...
I want to fly well I want to fly well
Dare ka oshiete kuretara ii no ni
***
I want to fly well, I want to fly well
Though I don't know how to fly...
I want to fly well, I want to fly well
I wish someone would show me how


Sang gadis merasakan hangat menyelimuti dadanya. Dan satu sentakan mendadak, gadis itu pun menghampiri mejanya. Mengobrak-abrik tumpukan kertasnya dan tertegun ketika melihat lembar formulir audisi. Perlahan matanya menerawang, menatap bingkai foto di atas mejanya yang menampilkan sosoknya yang bermain sebagai artis jalanan di depan gerbang Stasiun Tenjin.

Sejujurnya, ia gugup. Teramat gugup. Apa yang menantinya di depan sana. Apa yang merintanginya di sana. Ia sangat takut kehilangan keseimbangan hidup yang dimilikinya sekarang. Ada gosip yang tak kenal kompromi, ada paparazi yang tak peduli privasi, ada begitu banyak hal yang akan membuatnya limbung. Jatuh.

Chansu wo machi kirenai
Onaji asa wo kuri kaeshite
Ikutsu kazoeta darou egaite yuku skyline
***
I can't wait for my chance
The same morning repeats over and over again
I wonder how many I've counted? I'm going to paint the skyline


Suara kepak yang samar-samar menyadarkan sang gadis dari lamunannya. Dan ketika sang gadis kembali melayang pandangnya ke luar jendela, ia melihat sosok mungil itu perlahan mengangkasa. Membumbung tinggi menembus batas langit. Sang gadis pun tersenyum. Meraih bolpoin dan notesnya yang penuh coretan, gadis itu pun kembali duduk memeluk gitar. Kali ini ia pun bersenandung pelan.

Tobikata wa shiranai yo toberu ka mo wakaranai yo
I want to fly well I want to fly well
Dakedo yuku yo
***
I don't know how to fly, I'm not sure if I can fly
I want to fly well, I want to fly well
But, here I go


Gemerlap lampu maupun riuh dekorasi seolah tak mampu bersaing dengan luapan sorakan yang tak terbendung. Di bawah lampu sorot tunggal itu, sang gadis berambut coklat bersenandung seraya memainkan gitarnya.

"I want to fly well I want to fly well
Tobikata wo shiru tame ni wa...
I want to fly well I want to fly well
Sora ni denakucha ikenai to skyline"
***
I want to fly well, I want to fly well
In order to know how to fly...
I want to fly well, I want to fly well
I've got to get into the sky, to skyline


Sang gadis pun mengulum senyum ketika lagu berakhir diiringi sorakan penonton.

Karena jika kau ingin terbang, kau harus jatuh terlebih dahulu.

--

Yeah, tentu saja ngasal. Mana saya tau dulu pas audisi YUI nyanyi lagu apa. ^^'

Prompt: Besok/Tomorrow
Edited by noiha, 23 Mar 2010, 03:24 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
noiha
noihanoi
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Naughty/Nakal
Fandom: You're Beautiful
Character: Jeremy, Mi Dam, Jolie.

---

Jeremy awalnya membenci anak baru itu. Sekali lagi, benci.

Mengapa, tanyamu?

Memangnya tidak cukup kekacauan yang ia timbulkan di malam pertama ia bergabung dengan band mereka? Dan belum cukupkah insiden-insiden lain yang ditimbulkan olehnya yang nyaris membuat retak band mereka? Lalu, yang paling membuatnya benci, hyung-nya yang kini lebih perhatian pada Go Mi Dam si anak baru.

Semua itu cukup untuk membuat Jeremy yang terkenal supel itu membenci Mi Dam dahulu. Ya, dahulu.

Karena melihat bundar pipi gempal Mi Dam membuat jantungnya tak karuan. Plus matanya yang selaksa kejora selalu memberikan sensasi tak nyaman di perutnya. Seperti saat ini.

"Kau kenapa, Jeremy?"

Pemuda itu menggelengkan kepalanya serba salah. Mengutuk imajinasi anehnya yang selalu sukses membuatnya salah tingkah.

Mi Dam mengangkat alis, kemudian tanpa banyak cakap berlalu sambil bersenandung pelan. Mengatur nafasnya yang memburu, Jeremy mengalihkan pandangannya, menatap Jolie, anjingnya yang kini menjulurkan lidah sambil menyeringai lebar. Seperti tertawa.

"Apa yang kau pikirkan, heh? Dasar anjing nakal."

---

Prompt: Day/Hari
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
DealsFor.me - The best sales, coupons, and discounts for you
« Previous Topic · Post your FFs here! · Next Topic »
Add Reply


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone