Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
  • Pages:
  • 1
  • 2
  • 51
Drabble Berantai Keroyokan; Random/K-M/Random
Topic Started: 24 Jan 2010, 05:40 AM (48,842 Views)
hansel.
Member Avatar
why-o.
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: jealous/cemburu
Fandom: Super Sentai, World: Shinkenger
Chara: Shiba Kaoru
Warning: spoiler, diksi abal





Rasa terima kasih yang dimiliki Shiba Kaoru pada kagemusha-nya sangat besar tak terkira. Sungguh.

Tanpa adanya Takeru, para Gedoushuu akan mengejarnya dan berusaha membunuhnya—bahkan sebelum ia mampu merangkak. Tanpa adanya Takeru, ia tak mungkin memiliki waktu berlatih dan menguasai Fuuin no Moji. Tanpa adanya Takeru, ia takkan bisa menyempurnakan segel untuk Doukoku tersebut.

Untuk segala yang telah dilakukan Takeru, Kaoru benar-benar bersyukur sepenuh hati. Meskipun Tanba berkata dengan sinis dan merendahkan Takeru, bahwa memang tugas pemuda itu sebagai kagemusha untuk melakukan segalanya sebaik mungkin.

Oh orang tua itu benar-benar berisik, omong-omong.

-

Tapi Kaoru tak menyangka bahwa Takeru bisa melakukan segalanya sebaik ini. Seluruh origami yang tersebar di penjuru kota telah disegel dalam disk masing-masing. Kyouryuu Origami yang legendaris pun berhasil ditemukan. Bahkan Takeru sukses menyempurnakan Inroumaru. Hasil yang dicapai oleh pemuda itu jauh di atas ekspektasi Kaoru.

Seharusnya ia merasa kagum. Dan sedikit bersalah—karena datang tiba-tiba lalu mengambil hasil kerja keras Takeru begitu saja (yang merupakan warisan milik kepala keluarga Shiba sebenarnya, dengan kata lain memang milik Kaoru). Seharusnya.

Entah mengapa, saat melihat bagaimana para Shinkenger lainnya membela Takeru dan berkata bahwa mereka hanya akan bertarung di sisi Takeru sebagai Tono... dadanya terasa sesak.

Entah mengapa, saat Takeru menyuruh seluruh kawannya untuk mendukung Kaoru (sebagaimana mereka mendukung Takeru)... sama sekali tak ada kebahagiaan yang ia rasa.

Para Shinkenger itu... menghadapkan wajah mereka pada Takeru, sang kagemusha, orang yang telah membohongi mereka selama ini—dan mengarahkan punggung mereka pada Kaoru.

Ini tidak adil.

-

Secara resmi, Shinken Red adalah Shiba Kaoru, sang kepala keluarga Shiba yang asli. Takeru tidak lagi berhak menjadi Shinken Red setelah kemunculan Kaoru. Ryuunosuke, Mako, Chiaki dan Kotoha adalah kashin milik Kaoru.

Siapa yang menyangka seorang Takeru dapat menjalin hubungan yang begitu dalam dengan keempat orang lainnya. Ikatan yang dimiliki oleh Takeru dengan Ryuunosuke, Mako, Chiaki dan Kotoha bukanlah suatu dusta.

Mungkin Kaoru memang Shinken Red yang asli. Tapi ia takkan pernah bisa memiliki ikatan sekuat yang dimiliki oleh Takeru, Ryuunosuke, Mako, Chiaki dan Kotoha.

Ia akan selalu seorang diri tanpa kawan. Seorang putri yang kesepian.




hoh. abal! cemburunya kaoru ke hubungan takeru dkk ga kerasa pula. orz.
eh ini boleh dipublish ke ffn kan?

-

prompt: blood/darah
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
dilia shiraishi
Member Avatar
kangen merekaaa! ♥
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Blood/Darah
Fandom: The Law of Ueki.
Chara: Ai Mori.
Warning: Gaje, maybe OOC, slight chara bash.



Darah selalu jadi hal menyeramkan baginya. Apalagi kalau darah itu mengucur dari seseorang yang penting, yang memiliki andil besar dalam setiap pergerakan harinya. Lagipula indikasi darah menyeramkan memang selalu terlukis dimana-mana, mengingat film-film horor dan kejahatan pasti diliputi cairan merah amis tersebut.

Hanya saja, belakangan ini pemahaman yang sudah membentuk pemikiran tadi berubah begitu saja sejak ia mulai mengikuti cara hidup pemuda rambut semak yang selalu ia kuntit.(?) Yah, siapa lagi kalau bukan Kousuke Ueki?

Cowok itu memang hobi sekali membuat sudut pandangnya terhadap sesuatu berubah. Menjadi lebih positif, walau kadang kelewat bodoh. Ia tak menyesali perubahan itu, tetapi mau tidak mau dia jadi merasa tidak konsisten. Apalagi arti darah baginya sekarang bukan lagi 'hal menyeramkan'.

Selain bermakna cairan yang menunjang kehidupan manusia dan berfungsi sebagai alat transportasi, darah jadi seperti punya kesan 'perjuangan' sekarang. Setelah berhari-hari melihat Ueki bermandi darah sendiri ia jadi kebal. Itu berarti Ueki benar-benar berjuang, tidak main-main. Karena dalam setiap tetes yang jatuh menghantam bumi, terpancar kekuatan tekad Ueki dalam melindungi teman. Terlihat ketulusan tanpa mengharap imbalan.

Mori tersenyum, hari ini pun dia harus membersihkan luka Ueki yang penuh darah, tampaknya.



Oke, apa ini sebenarnyaaa???!! *stres*

Next prompt : Rok/Skirt.(?)

Offline Profile Quote Post Goto Top
 
zerO.cent
Ukee~!
[ *  *  *  *  *  *  * ]
prompt : skirt/rok
fandom : Naruto
chara : Sakura Haruno,Yamanaka Ino
warning : gaje tingkat akut.

"Berhentilah, Ino, kumohon!"

"Tidak sebelum kau berkata 'Oh, kau cantik sekali!' dengan mata berbinar."

"Ino, aku sudah bilang seribu kali, kau sangat amat CANTIK!!" kata Sakura, gadis berambut merah muda dengan nada kesal. Gadis pirang dihadapannya, Ino, hanya bersenandung kecil sambil mematut dirinya di depan cermin, tanpa memperdulikan ocehan sahabatnya.

Siang itu, Sakura dan Ino, dua gadis yang bersahabat karib, tengah berada di sebuah butik yang khusus menyediakan berbagai macam pakaian wanita. Rencananya, mereka akan memilih baju untuk menghadiri pesta ulang tahun sahabat mereka, Hinata. Pesta itu akan diadakan malam ini, dan Sakura serta Ino tak mau melewatkan kesempatan ini untuk tampil mempesona.

Namun, masalahnya, Ino, si gadis pirang, sedari tadi hanya sibuk mematut diri di depan cermin, dan belum menjatuhkan pilihannya pada gaun yang ingin dibawanya pulang. Sedangkan Sakura sudah amat lelah untuk menyakinkan sahabatnya tersebut untuk segera pulang.

"Sebentar lagi, Sakura, aku belum mencoba rok mini ini."

"Ya, tapi cepatlah," kata Sakura," kalau tidak kita bisa terlambat untuk ke salon."

"Oke." Dan Ino pun masuk ke fitting room. Setelah selesai, dia keluar dari dalam fitting room dan kembali mematut diri di hadapan cermin.

"Sudah, kan? Ayo kita pulang," gumam Sakura. Ino menggeleng, namun tanpa melihat ke arah Sakura. Ia berjalan agak mundur, tanpa menyadari sebuah bangku ada di belakangnya. Alhasil, Ino pun terjatuh.

GUBRATAKK! BRETTT!

"Aduh, Sakura, bisa bantu aku? Tunggu, bunyi 'BRETTT'?"

"Emm, Ino, aku bantu kau mengatakan kepada Manager Butik kalau kau akan mengganti rok yang sobek ini saja, ya? Setelah ganti rok, tentu."

---------------------------------------------------------------------------

Gaje bangetssss!

Oke, next prompt : Speaker/Pengeras Suara
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Haruki_Irish!
abed abed abed
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt :Speaker/Pengeras Suara
fandom : Glee
chara : Sue Sylvester
warning: super OOC.


Hari-hari tanpa pengeras suara = hari yang mengerikan!

Setidaknya untuk Sue Sylvester

Untuknya, speaker yang lebih mirip untuk dipakai guru-guru TK menenangkan murid-muridnya yang kesana-kemari itu sangat berguna. Meneriaki para Cherios yang malas. Meneriaki orang-orang yang tidak becus melakukan pekerjaannya. Bisa juga buat proteksi diri, pukul ke kepala orang yang bersangkutan, dan ta-da, selesai sudah semua masalah.

Dan kini, speaker tercintanya menghilang!

Wanita ini langsung grasa-grusu mencari speaker yang jadi soulmatenya ini. Ia cari ke kolong. Nihil. Ke loker. Hasil nol besar. Cari ke meja guru. Tidak ada. Hatinya pun meronta nista. Matanya kini liar, mencari tahu apakah spekernya mungkin saja disembunyikan anak-anak entah dimana. Mungkin di kelas. Bahkan mungkin di tong sampah.

"Bu Sue, ini punyamu, ya?"

Dan saat paranoidnya sedang tinggi (mungkinkah PMS?), ia tiba-tiba melihat speaker tercintanya ditenteng oleh entahlah-siapa-itu.

"Err, kemarin anda ke tempat saya. Buat merencanakan.. err.. tentang Glee di sini."

Muka Sue langsung merah padam. Semua kata-kata pria itu, datar tapi lantang. Tak ia mengertikah bahwa pamornya tak boleh turun?


*nengok-nengok*
Makasih, Kumiko-san, saya lupa ngasih prompt, udah malam sih buatnya :D.

next prompt: air/water
Edited by Haruki_Irish!, 3 Apr 2010, 06:13 AM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Signy Siv Svitlana
Member Avatar
Current fetish: Shouichiro Hoshi's voice
[ *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: air/water
Fandom: Ryokushoku O Obita © Ndhez dkk
Chara: Masuyo Hayamine © Velo, Hiromi Fujiwara © Murasaki_Anima


Datar. Sorot mata gadis itu datar ketika melihat pemandangan di balik jendela ruang kelasnya. Pelajaran yang banyak hafalannya memang tidak pernah cocok dengannya. Termasuk sejarah sihir sekarang ini. Pemandangan di luar bahkan lebih menarik baginya. Dalam benaknya, ia berpikir, alangkah bahagianya mereka. Ya, rintik-rintik hujan itu. Terjun bebas dari langit, meresap dan mengalir di bumi, kemudian menguap; bersatu dan terjun lagi.

Seperti arena seluncuran di kolam renang.

“Hirose pernah hujan-hujanan?” bisiknya tiba-tiba pada teman sebangkunya, yang masih berusaha memperhatikan Mori-sensei sambil berusaha menahan kantuk―sama sepertinya. Kepalanya tertoleh pada perempuan yang baru saja menanyainya, “Hujan-hujanan? Hiro dulu sempat ingin mencobanya, tapi tidak diperbolehkan. Katanya, air hujan zaman sekarang mengandung zat-zat yang kurang baik bagi manusia...” ucapannya terhenti sejenak, waspada kalau-kalau sang sensei memergoki mereka tidak memperhatikan pelajarannya. Ia pun melanjutkan―kali ini mengusahakan agar suaranya lebih pelan, “Mayocchi sendiri memangnya pernah hujan-hujanan?”

“Pernah dong,” klaim maniak amefuto itu bangga, “Dilanjutkan dengan demam keesokan harinya, haha.”

Cewek mantan jago berantem pun kalah di bawah tetesan air hujan.

Gaje nian. MuraMura, maaf telah menistakan Hiro.
Next prompt: pensil/pencil
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
lalaaa
Member Avatar
hold on;
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: pencil/pensil
Fandom: Ace Attorney: Phoenix Wright
Character: Maya, Pearl

--

Pensil kembali bergerak. Menorehkan kata demi kata. Berjejer rapi bagai awan yang berarak. Membentuk barisan panjang yang sejajar dan rata.

Gadis belia itu menghela napas. Menjatuhkan pensil, kemudian menggeliat. Menggerutu pelan akan cuaca cerah yang panas. Tak peduli dengan pandangan berbinar sang sepupu yang melihat.

"Mistic Maya, kau sedang membuat surat untuk Mr. Nick?" Sembari melompat, ia bertanya cepat.

Yang ditanya mengangguk. Tangan bergerak menunjuk. Di sana, hadir sebuah pensil panjang. Di tepi meja, tetap diam terlentang.

"Pensil itu sudah dikutuk, Pearly!" sembur Maya, disambut tatapan tak percaya.

Lalu, keluhan panjang terus mengalir, cepat dan lancar bagaikan air. "Aku tak bisa menulis satu pun kata yang benar! Setiap aku mau menulis, pasti di otakku selalu berpikir, 'bagaimana kalau Nick tak suka aku menulis ini?' dan kemudian, aku pasti langsung menghapusnya!"

Sang sepupu cilik kini memandang dengan tatapan berbinar. Matanya bercahaya, laksana matahari cerah yang bersinar. "Itu artinya kau jatuh cinta, Mistic Maya! Kau ingin terlihat sempurna di mata Mr. Nick!"

Kemudian, Pearl tenggelam dalam khayalan. Tentang seorang putri dan seorang pangeran tampan. Berserta Nick dan Maya, si pasangan beruntung yang bertugas sebagai sang pemeran utama. Kembali larut dalam dongeng klise yang hambar dan sama.

Mengabaikan mimpi sepupunya, Maya melangkahkan kakinya. Mencari suatu barang yang pantas untuk dipakai. Ekspresi bingung mulai terlukis di perangai. Hingga akhirnya ia menemukan sebuah pulpen, tergeletak lemas di balik bantal. Ia mencoba menemukan jawaban mengapa sang pulpen berada di tempat aneh seperti itu, namun dengan tragisnya ia gagal.

Duduk kembali di depan kertas, ia merenung. Membentuk rangkaian kata yang mungkin pantas, namun selalu tak pernah rampung.

Lalu akhirnya, ia mencoba menggoreskan beberapa kata.

'Dear Nick--'

-

Dan sewaktu ia membaca ulang surat itu, dengan segera ia membatu. Ingin menghapus segalanya, namun tinta absolut pulpen menghalanginya.

Mungkin memang lebih baik bila ia menggunakan pensil. Benda itu begitu baik hati dan sangat manis. Sampai tiba saat dimana sang penulis berhasil, ia terus menerus membiarkan dirinya terkikis.

...Tidak seperti sebuah pulpen yang laknat.

--

yey! sekali lagi, muncullah sebuah karya gaje yang sok gaje dan memang sangat gaje. gaje gaje gaje gaje gaje GAJE GAJE. hidup gaje. yey! /ditendang

prompt: seven/tujuh
Edited by lalaaa, 4 Apr 2010, 07:38 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Sekar.Nasri
Member Avatar
---
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Seven/Tujuh
Fandom: Glee
Character: Artie Abrams, Tina Cohen-Chang, Rachel Berry, Noah Puckerman

-

Kata mereka, pelangi ada tujuh warna.

Artie berterimakasih kepada ibu pengurus kantin yang baru saja mengisikan nampan makanannya. Setelahnya, ia memajukan kursi rodanya tersayang tersebut. Namun, tak sengaja, siku milik Noah Puckerman menyenggol nampannya dan berhasil membuat wajah Artie penuh dengan bubur kacang merah yang merupakan menu hari itu.

Puckerman dan teman-temannya yang juga anggota futbol itu tak perlak tertawa terbahak-bahak. Bahkan mereka pun tak segan untuk melakukan high-five demi merayakan "kemenangan" mereka tersebut. Dari balik kacamata berbingkai tebal miliknya, Artie tidak dapat melihat apa-apa. Tidak, bukan karena tertutup bubur kacang merah miliknya.

Ia dibutakan oleh rasa sakit hati karena telah dilecehkan.

"Noah!"

Bersamaan dengan menggemanya suara itu di telinganya, sedikit demi sedikit, Artie mulai dapat melihat apa yang terjadi sekarang. Ia dapat melihat sosok mungil Rachel Berry berkacak pinggang di depan Noah Puckerman, dan tampaknya pemuda berambut aneh itu tampak berwajah masam. Dapat ditebak oleh Artie, pemuda itu pasti baru saja dimarahi oleh gadis perfeksionis yang menganggap dirinya bintang tersebut.

Namun bukan hal itu yang dipermasalahkannya.

Yang dipermasalahkannya adalah gadis yang mengelap kacamatanya dengan tangannya sendiri. Gadis yang kemudian mendorongnya keluar dari kafetaria atas perintah Rachel, kemudian membantu dirinya membersihkan segala jenis makanan yang menempel di pakaiannya.

"Tina, kau tidak perlu--"

"T-te-tenanglah sedikit," dengan aksen khasnya yang gagap tersebut, Tina Cohen-Chang membersihkan makanan-makanan dari pakaian Artie. Artie yang tak kuasa membantah itu akhirnya hanya memandang Tina sambil tersenyum kecil.

Baginya, selama ini, Tina adalah pelangi. Merah bibirnya, jingga bandonya, kuning kulitnya, hijau pakaiannya, biru rambutnya, nila kukunya, dan ungu sarung tangannya. Ia adalah pelangi dengan tujuh warnanya--

--tidak, bahkan lebih dari itu.

Kata mereka, pelangi ada tujuh warna.
Bagiku, pelangi ada berjuta warna.


-

Hah? Tina pake baju hijau? --"
Ah nggak nyambung ah sama prompt-nya. Ini sih lebih nyambung ke pelangi --"

Next prompt: Dawn/Fajar
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Haruki_Irish!
abed abed abed
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Dawn/Fajar
Fandom: Secret Garden
Character: Mary Lenox, Colin Craven, Dickon Sowerby, Ben Weatherstaff.

"Colin, kau suka fajar kali ini?"

Sepupunya, Mary Lenox, seumuran dengannya, memandang langit fajar musim panas yang menggelora dengan matahari yang terbangun sepagi ini. Di taman yang terlindungi oleh 4 dinding yang mengurungnya, cahaya matahari terasa sangat syahdu dan menyatu dengan alam di sekitarnya. Rasanya sinar matahari ini seperti Sihir --istilah mereka untuk segala hal yang tidak bisa dijelaskan oleh akal mereka, tapi bisa dirasakan.

"Suka. Suka sekali." Dan pria itu berdiri tegak di sebelah Mary dengan bangga, seakan ia terlahir untuk berlari, berlari-lari di padang keranggas, padahal pemuda ini baru semusim yang lalu "belajar" berlari, berdiri, dan yang paling penting -- belajar menikmati lingkungan di sekitarnya yang dulu ia anggap "membahayakan."

"Oh ya, Dickon dimana?" tanya Mary, tiba-tiba teringat adik dari pelayannya, Martha. Mary, Colin, dan Dickon, mereka saling berbagi rahasia tentang taman yang terkunci selama 10 tahun itu.

"Hai!"

Sapaan ringan Dickon itu membuat lengkap -- dan dibelakangnya ada Ben Weatherstaff. Si perawat taman favorit Mrs. Craven. Juga burung robin berwarna merah mencolok ikut berada di sana. Dan semuanya tersenyum hangat, persis seperti cahaya matahari menyelimuti mereka.

"Musim panas telah tiba," kata Mary, mengumumkan, bangga. Dadanya terasa sesak, begitu bahagia. "Musim panas telah tiba. Musim panas telah tiba."

Iya, musim panas telah tiba. Dimulai dengan fajar indah yang memesona dan senyum penuh semangat semuanya. Sihir lain telah dimulai.
-----
Ah, gak nyambung :D.

Next promt: Pink/Merah Jambu
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Kencana
Member Avatar
Riiiiinnn.....
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt : Pink / Merah Jambu
Fandom : Beauty Pop
Character : Narumi Shogo.



Valentine's Day.

Seringkali Narumi tidak mengerti kenapa Valentine identik pink. Banyak orang yang mangatakan bahwa pink itu identik dengan cinta. Alasan yang menurut Narumi sangat tidak masuk akal. Ia sama sekali tidak mengerti kenapa suatu warna bisa diidentikkan dengan sesuatu, seperti putih identik dengan kesucian, dan lain-lain. Kan sesuatu tidak bisa dinilai dari penampilan luarnya.

"Itu karena di Hari Valentine ini banyak gadis yang wajahnya menjadi pink karena memberi cokelat pada cowok yang disukainya."

Itu argumen yang diberikan Minami Kei, sahabatnya.

Benarkah itu?

Melalui jendela ruang SP, Narumi melihat seorang gadis yang memberikan cokelat pada seorang cowok. Dan seperti perkataan Kei, wajah sang gadis bersemu pink, entah karena malu atau senang cokelatnya diterima.

Sepertinya Narumi harus membenarkan perkataan sahabatnya itu.

"Tapi... sayang juga Narumi tidak pernh melihat wajah Kiri-chan bersemu karena ia tidak pernah memberikan cokelat untuk Narumi," celetuk Kei iseng.

"Dan lagi, dengan sifatnya, aku yakin Koshiba-san tidak akan bersemu semudah itu," tambah Ochihai.

"Kalian ini....!!" seru Narumi kesal pada dua temannya.



Prompt : Hair/Rambut
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Sekar.Nasri
Member Avatar
---
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt : Hair/Rambut
Fandom: Glee
Characters: Kurt Hummel, Brittany, Burt Hummel
Warning: Taken after episode "Hairography"

-

Bisa dibilang penampilan New Direction kepada Sekolah Khusus Orang Tuli Haverbrook gagal total. Namun, Kurt tampaknya tetap terobsesi memiliki rambut bagus yang panjang untuk digunakan sebagai daya tarik dalam menari.

Jadi, Kurt mengundang Brittany--yang merupakan empunya dari hairography--untuk datang ke rumahnya. Mereka berdua melakukan latihan di sebuah ruangan yang sama saat mereka dan Tina berlatih lagu Single Ladies bersama-sama.

"Oke. Aku tidak bawa wig, jadi sebaiknya kau memiliki sebuah wig rambut panjang," ucap Brittany.

"Tak masalah. Aku menemukan ini di gudangku." Kurt menunjukkan sebuah wig kepada Brittany. Wig itu memang wig rambut panjang, namun yang membuat Brittany menatapnya ngeri adalah wig itu merupakan wig rambut gimbal.

"Serius, deh. Itu wig milik siapa? Eww, kau mau berdandan seperti Bob Marley?" tanya Brittany.

"Entahlah. Sudah, ajarkan aku saja!" ucap Kurt sembari mengenakan wig tersebut. Brittany pun melepaskan kunciran rambutnya, dan mereka mulai memutar-mutarkan rambut mereka.

Tapi ketika Kurt terlalu bersemangat memutarkan rambutnya, wig dari kepalanya lepas dan terbang keluar melalui jendela ke bengkel milik ayahnya. Kurt dan Brittany terkesiap. Bulu kuduk mereka makin merinding begitu mendengar Mr. Hummel berteriak: "APA?!"

Dan benar saja; tak lama kemudian, Mr. Hummel masuk sambil memegangi wig yang terbang keluar itu. Ia memandang Kurt dan Brittany kesal.

"Bagaimana cara kalian mendapatkan wig memalukan yang kupakai saat aku berdandan menjadi Bob Marley pada pesta Halloween SMA-ku?! Kau tahu karena wig ini, seluruh SMA menertawakanku di depan umum!"

-

Apa, sih? Gaje banget -___-"

Next Prompt: Blasphemy/Pemfitnahan/Penghujatan
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Kencana
Member Avatar
Riiiiinnn.....
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt : Blasphemy/Pemfitnahan/Penghujatan
Fandom : Beauty Pop
Character : Koshiba Kiri & Narumi Shougo



"Hei, lihat gadis itu kan..."

"Yang merusak ruang SP kan."

"Pasti gadis itu iri dengan kemampuan Narumi-senpai."

"Rendah sekali!"

Bisik-bisik itu terus membayangi Koshiba Kiri kemanapun dia pergi. Yang pasti penggosipnya adalah gadis-gadis fanatik Narumi. Sejak insiden ruang SP yang hancur beranatkan itu, Kiri dituduh sebagai pelakukanya hanya karena dia berada di tempat dan waktu yang salah. Walaupun Narumi sudah membantahnya, tapi bisik-bisik itu terus ada.

"Ki-Kiri-chan, katakan sesuatu dong," sahut Aoyama Kanako, sahbat setia Kiri yang mulai jengah mendengar gossip itu.

"Benar, Kiri, katakan pada mereka kalau kau bukan pelakunya!" seru Komattaro.

Koshiba Kiri hanya menghela napas.

"Percuma mengatakan apapun pada mereka," sahut Kiri.

"Ta-tapi...."

Koshiba Kiri bukannya tidak tahu apa dampak lebih lanjut dari gossip ini. Dan benar saja, para gadis itu hendak menyembunyikan sepatunya kalau saja tidak dicegah Narumi.

"Siapapun yang menganggunya tidak akan kumaafkan!"

Kiri masih ingat betul kata-kata Narumi itu. Lucu juga, yang dijadikan bahan gossip malah cuek, sedangkan dia yang marah. Walaupun begitu, sejujurnya Kiri senang bahwa Narumi percaya padanya. Percaya bahwa bukan dia yang menghancurkan ruang SP itu. Respek Kiri pada senpai-nya bertambah setelah kejadian ini.



Next prompt : Kiss/Cium
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Sekar.Nasri
Member Avatar
---
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Kiss/Cium
Fandom: Glee
Characters: Rachel Berry, Finn Hudson
Warning: Alternate scene on The Rhodes Not Taken episode.

-

Ia tak menyangkanya.

Ya, tidak sama sekali. Ternyata pria yang dicintainya menghujamnya dari belakang.

Finn Hudson sebenarnya telah menghamili Quinn Fabray. Ia mengetahui kabar ini setelah gosip tersebut menyeruak di klub Glee. Ia berlari, berlari mencari orang yang ingin ia tampar wajahnya tersebut.

Dan ia melakukannya.

Ia mengomel habis-habisan mengapa Finn tidak memberitahukan Rachel bahwa Quinn hamil, menjadikan Rachel sebagai orang terakhir yang mengetahui akan hal ini. Berani sekali Finn berbuat seperti itu kepada Rachel.

"Lalu apa artinya ciuman kita tempo hari?!" Ya, ia masih ingat bagaimana ia berciuman dengan Finn kemarin saat mereka bermain bowling bersama.

"Tapi...ciuman itu terasa nyata."

Rachel tertegun.

"Aku menikmati ciuman itu, Rachel. Kau tahu kenapa?"

Rachel menggeleng, namun ia tahu apa yang akan dikatakan pemuda itu.

"Aku mencintaimu."

Rachel menahan napasnya. Sesak, namun entah kenapa ia menikmatinya. Dengan satu langkah, ia mendekati Finn Hudson, kemudian perlahan-lahan berjinjit ketika pemuda itu berkata...

"Bahkan aku menginginkannya la--umph!"

-

Pendek, geje, ah~

Next prompt: Heaven/Surga
Edited by Sekar.Nasri, 5 Apr 2010, 03:23 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Kencana
Member Avatar
Riiiiinnn.....
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt : Heaven / Surga
Fandom : Axis Power Hetalia
Character : Axis Powers



Apakah surga menurut kalian? Setiap orang pasti punya definisi yang berbeda-beda tentang surga.

"Eh, menurut kalian, surga itu seperti apa, sih?" tanya Italy suatu hari.

Ketika pertanyaan tentang 'surga' ini diajukan oleh Italy, dua sahabatnya, Italy dan Japan hanya bisa bengong. Barulah setelah Italy mendesak mereka untuk memberi jawaban, Japan dan Germany baru sadar kalau pertanyaan Italy tadi serius.

"Surga, ya? Hmmm.... menurut saya sih tempat dimana tidak ada perang," jawab Japan, setelah berpikir keras.

"Dunia yang fana dan tak bisa dicapai sebelum kita meninggal."
Yang ini jawaban Germany. Seperti biasa jawabannya selalu berpatokan pada buku.

Lalu Germany dan Japan diam. Menunggu jawaban Italy.

"Wah, kalau aku sih, surga adalah tempat dimana aku bisa makan pizza dan pasta sepuasnya!" seru Italy keras dan tanpa malu.

Germany dan Japan menghela napas. Benar-benar jawaban khas Italy.



Next Prompt : Smile/Senyum
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
suzu
Member Avatar
ganteng
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: smile/senyum
Fandom: Apollo Justice: Ace Attorney
Character: Apollo Justice, Trucy Wright, Phoenix Wright



Trucy memandangi Apollo yang kini tengah berkutat dengan kertas kerjanya dengan diam.

Ia tengah berpikir dan mengingat-ingat, pernahkan Apollo tersenyum? Tidak, bukan senyum penuh kebanggaan seperti ketika ia berhasil memenangkan sidang atau senyum ketus yang sering ia berikan tatkala ia sedang kesal, atau pun ketika ia tersenyum karena menahan tawa.

Yang Trucy maksud adalah sebuah senyum yang tulus, senyum yang lembut dan ramah, yang sering ia berikan kepada Apollo ketika ia tengah kesulitan--semua itu untuk menenangkan hatinya. Sebuah senyuman yang menyenangkan hati orang yang melihatnya.

Trucy kembali menelurusi ingatannya bersama Apollo. Pernahkah? Tidak. Yang Trucy ingat hanyalah senyuman yang telah ia sebutkan di atas tadi--dan juga, sebuah tawa dipaksa dan senyum penuh kesedihan yang secara tidak sengaja dilihatnya ketika Apollo tengah melamun sendirian di dalam agency. Namun, mengapa demikian? Trucy tidak bisa menemukan jawabannya.

Ia kemudian memutuskan untuk bertanya pada ayahnya--barangkali ia mengetahui tentang sesuatu yang tidak Trucy ketahui? Sebuah pertanyaan singkat yang ia harap akan mendapatkan jawaban yang ia inginkan.

"Daddy, kenapa Polly tidak pernah tersenyum?"

Phoenix mengernyitkan dahinya, tidak paham dengan pertanyaan yang tiba-tiba diajukan oleh Trucy.

"Maksudmu? Bukankah ia tersenyum ketika ia memenangkan sidang kemarin?"

Trucy menggelengkan kepalanya. "Bukan, maksudku bukan senyum yang itu, tapi senyum yang tulus, senyum yang sungguh-sungguh. Pernahkah ia?" Phoenix mulai mengerti apa yang Trucy maksud di sini. Kemudian ia melanjutkan, "Dan kau tau, Daddy? Beberapa hari yang lalu ketika aku dan Daddy sedang ngobrol dengan riang, dia memperhatikan kita sambil tersenyum sedih. Tidakkah itu... aneh?"

Phoenix menghela napas, kemudian membelai lembut kepala Trucy. "Trucy, Trucy... Apollo mungkin tidak pernah tersenyum seperti yang kau maksud karena ada sesuatu di hatinya. Dan, untuk masalah yang kau sebutkan terakhir, kurasa ia hanya... iri padamu."

"Maksud Daddy?"

"Kau tidak tau? Dia... sejak kecil tinggal di panti asuhan."

Trucy terdiam. Itukah alasan utama mengapa Apollo tidak pernah tersenyum dengan tulus--sebuah senyum yang bahagia? Ia merasa sedih karenanya. Memang, ia merasa, bahwa terkadang Apollo terlihat sangat kesepian.

Dan kemudian ia bertekad di dalam hatinya, bahwa dialah yang akan membuat Apollo tersenyum. Ya, dia akan melakukannya, karena ia seorang magician yang hebat.



asdfghgfdf--gajeee, ini bukan drabble DD:

next prompt: paper/kertas
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Kencana
Member Avatar
Riiiiinnn.....
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt : Paper / Kertas
Fandom : Beauty Pop
Character : Narumi Shougo



Bagi Narumi, Koshiba Kiri adalah gadis yang jarang memperlihatkan perasaannya. Tertawa atau tersenyum? Jarang ditunjukkan padanya. Marah? Terlebih lagi. Malah Narumi sempat mengira kalau Kiri tidak mempunyai emosi. Oke, agak sadis memang. Tapi itu kenyataannya.

Sampai suatu ketika kertas itu datang. Kertas berisi gambaran Kosiba Kiri, si rambut riap-riapan. Narumi tidak sengaja memungut kertas gambar itu dan tanpa sadar mentertawakannya.

"Hahahaha, jadi ini gambarmu? Seperti anak TK!" serunya tanpa sadar.

Dan, akhirnya Koshiba Kiri memperlihatkan reaski yang tak diduganya. Gadis itu menatap tajam Narumi, sebelum mengambil kertas itu dan pergi. Barulah Narumi sadar kalau Kiri marah karena gambarnya ditertawakan.

Untuk pertama kalinya, Kiri marah memperlihatkan kemarahannya pada Narumi. Gara-gara selembar kertas gambar itu. Dan itu cukup membuat narumi syok.



Next prompt : Naughty/Nakal
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
ZetaBoards - Free Forum Hosting
Create your own social network with a free forum.
Go to Next Page
« Previous Topic · Post your FFs here! · Next Topic »
Add Reply
  • Pages:
  • 1
  • 2
  • 51


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone