Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
  • Pages:
  • 1
  • 51
Drabble Berantai Keroyokan; Random/K-M/Random
Topic Started: 24 Jan 2010, 05:40 AM (49,096 Views)
noiha
noihanoi
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
boleh nggak, min? (lirik admin) kalo nggak mangga dihapus aja. :)

oke, jadi drabble rantai-nya mirip topik ini. intinya, silakan membuat drabble sesuai prompt yang diajukan member sebelumnya, setelah membuat drabble jangan lupa membuat prompt untuk member selanjutnya. thread chain-drabble yang lama mangga dilanjutin, sesuai peraturannya yang bebas, tapi di sini ada aturan.

1. cantumkan fandom dan warning untuk konten-konten seperti yaoi/yuri/pwp/lime/lemon/smut/gore/sara/politis/ideologis/etc. ngerti lah, yaa.
2. entri hanya boleh dalam bahasa Indonesia atau Inggris.
3. M-rated ditulis dalam bentuk spoiler.
4. prompt maksimal rating T.
5. prompt ditulis dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris.
6. komentar di thread [C&C] Drabble Berantai Keroyokan.
7. eyd? baku-nggak baku? grammar? ya, sesuaikan aja. ;)

-

DISCLAIMER: Semua entri di thread ini adalah milik pemegang franchise-nya masing-masing. Kami tidak mengambil keuntungan materi sedikit pun dari sini.

-

care to join?

prompt: forest/hutan
Edited by noiha, 4 Sep 2010, 09:19 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Ninja-edit
Member Avatar
Undead
[ *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: forest/hutan
Fandom: Prince of Tennis
Charas: Marui Bunta, Kirihara Akaya. feat. Niou Masaharu & Yagyuu Hiroshi
Warning: hints of BL (Niou/Yagyuu)

Bunta tengah melirik ke arah kumpulan semak belukar di belakangnya untuk yang kesekian kalinya, ketika sebuah bola tenis meluncur ke arahnya dan menabrak dahinya dengan keras. Dengan suara berdebum ia terjatuh dan kini meringis kesakitan.

"Oi, Marui-senpai, apa yang kau lakukan dengan kepalamu itu? Fokus! Fokus kalau latihan!" Akaya memainkan raketnya, sebelah tangannya lagi berkacak pinggang mendukung raut wajahnya yang tampak berang.

"Sikapmu tak menunjukkan rasa hormat sama sekali terhadapku sebagai senpai-mu," Bunta menggerutu, bangkit berdiri dan menepuk celananya yang kotor. "Hoi, kau percaya sama hantu tidak?" bisiknya tiba-tiba.

Akaya menaikkan sebelah alisnya, "Ha?"

"Aku yakin, benar-benar yakin, aku mendengar 'sesuatu' di antara pepohonan hutan itu! 'Sesuatu'!" Bunta mendesis, bergidik menunjuk hutan di belakangnya dengan dagunya. Kedua bola matanya awas dan otot-otot di mukanya menegang.

Akaya tertawa hambar, "Ja-jangan main-main, Marui-senpai. Kita masih akan tujuh hari lagi di gunung ini, lho. Kau boleh saja jadi tukang khayal, tapi jangan membual yang tidak-tidak paling tidak untuk training-camp ini," ada getaran dalam suaranya, namun tetap tajam seperti biasa.

"Aku tidak mengada-ngada!" Marui bersikeras. "Aku mendengar suara-suara..." Marui menggenggam raketnya keras dengan peluh mengucur di dahinya, pupil matanya mengecil dan jantungnya berdetak cepat. "Su-Suara laki-laki... mengaduh, meringis, dan kadang mengerang..!"

Akaya tersentak, dipandanginya seniornya yang lugu itu dengan mata membulat. Detik berikutnya tawa membahana, "Mereka itu tak pernah lewatkan kesempatan, dasar, senpai-tachi itu. Musim panas bikin mereka makin panas saja," sahut Akaya di antara derai tawanya.

"Haa?" Bunta terbengong.

Jauh di dalam hutan, Niou dan Yagyuu tampak asyik dengan aktifitas mereka, ketika tawa kencang kohai mereka membahana. Niou sedikit mengambil jarak, "Si Bakaya itu, aku punya firasat dia sedang menertawakan kita. Lihat saja apa yang akan kulakukan dengan makan malamnya,"

-

A/N: gaje lol

-

Prompt: sunglasses/kacamata
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Yusa Haruna
Member Avatar
Intermediate Member
[ *  *  *  *  *  *  * ]
@Ayame-nee: Sunglasses apa kacamata beneran nih? Yasuwlah...

Prompt: Sunglasses/Kacamata (hitam)
Fandom: Gintama

--

Hijikata memandang jam dengan tatapan cemas. Ia harus bergegas pergi kalau ia ingin tiba tepat waktu untuk muncul di acara itu. Acara TV di mana ia dan kelompoknya akan bertanding, atau lebih tepatnya berdebat, dengan kelompok lain. Tapi masalahnya, ia tidak boleh dikenali orang! Pokoknya tidak boleh! Ia, Hijikata Toshiro, tidak boleh ada di acara TV itu. Tidak sebagai wakil ketua Shinsengumi.

Mata Hijikata tiba-tiba melihat sebuah benda. Benda yang dapat menolongnya: sebuah kacamata hitam.

Hijikata mengenakan kacamata hitam itu dan tersenyum puas.

"Dengan ini cukup. Sekarang aku bukanlah Hijikata wakil ketua Shinsengumi. Aku adalah Toshi, seorang anime-ota."

Toshi pun berjalan menuju stasiun TV, tempat ia dan teman-teman anime-ota nya akan berhadapan dengan para idol-ota.

--

Gyaa.. Maap geje sekali. Dan saya lupa judul acara TV nya (males ngubek2 animenya).


Prompt: kunci/key
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
blackpapillon
Member Avatar
Ayumu Ganteeng 8Q
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
coba ah..

Prompt: kunci/key
Fandom: Spiral: Suiri no Kizuna (Ayumu/Hiyono)


-

Sudah lama dia mengunci pintu dan menyusun ulang bahannya. Dulu seingatnya pintu itu terbuat dari kaca, transparan, cukup kuat, dan tak berkunci. Semua orang bebas untuk melihat ke dalam, apa saja yang mereka ingin tahu.

Tapi entah sejak kapan ia sudah mengubah semuanya. pintunya kin terkunci rapat. Bahkan ia mengubah bahannya dari besi yang sangat kuat. Belasan tahun seperti itu. Hingga orang tak ada yang berani mendekat. Hingga hanya ia yang paling tahu tentang dirinya sendiri. Dan ia menikmatinya biarpun sebenarnya sedikit merasa tersiksa.

Karena itu, seharusnya saat ia mendapati ada yang berhasil membobol pintunya, seharusnya ia tak suka.


Tapi, mengapa justru ia malah merasa lega?


-

"Narumi-san!"


lamunan Ayumu seketika. Seorang gadis berkepang dua, mata cokelatnya yang besar berkejap. Anak lelaki itu mendengus kesal, mengetahui acaranya diganggu. "Hn."

Gadis itu merengut, memasang ekspresi kesal yang lucu. Membuat "Kau selalu saja begitu jika dipanggil, Narumi-san! Sekali-sekali, panggil aku secara sopan! Aku ini se-ni-or-mu, ingat??" Mata besar gadis itu berkejap lagi, kali ini ekspresinya benar-benar membuat Ayumu ingin tertawa.

"Hn." Ayumu bangkit, membuat gadis itu melompat mengitarinya, sebelum kemudian mengikutinya.

"Mau kemana, Narumi-san?"

"Keluar," sahut Ayumu dari pintu, "karena kau berisik."

"A--"

Sebelum gadis itu sempat melanjutkan omongannya, Ayumu segera menambahkan kalimat lain. "Sebaiknya jangan dibiasakan teriak-teriak seperti itu, atau kalau tidak, kau tidak akan pernah menikah."

-

-

-

wajah gadis itu merah padam sebelum kemudian mengejarnya dan memberi satu pukulan keras di bahu. Ayumu hanya menyeringai mendengar omelan gadis itu,yang langsung memberondongnya seperti senapan. Ah, keseharian yang wajar.

-

-

Mungkin, sejak awal ia mengunci pintu... adalah karena ia ingin ada yang membukanya.

Ada yang mau menerimanya apa adanya.

-

-

Beribu kali kukunci lagi, kutahan lagi, kututup lagi... kau selalu berhasil membukanya kembali.
Hanya kau saja.




Bleeeeeeeeeh Dx Apaan iniiii D: tapi lumayan, akhirnya saya nulis lagi untk spiral biarpun cuma sedikit 8D

prompt: Teddy Bear / Beruang Teddy XD
Edited by blackpapillon, 31 Jan 2010, 03:22 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Ninja-edit
Member Avatar
Undead
[ *  *  *  *  *  *  * ]
@Ru+Blackpapillon:
Ayo main teruss ^^

-
Prompt: Teddy Bear/Beruang Teddy
Fandom: Spiral~Suiri no Kizuna
Charas: Rio Takeuchi & Eyes Rutherford

Eyes tengah larut dalam permainan pianonya sendiri di tengah ruangan luas yang lengang, ketika suara sol sepatu berpantul dengan lantai keramik menggema. Dari sudut matanya dapat dilihatnya sesosok gadis kecil dengan rambut peraknya yang dikuncir dua.

"Eyes, Kanone menjahiliku," gadis kecil berpita besar itu menggembungkan pipinya, semakin mendekat.

Tangan terampil Eyes tidak berhenti menari di atas tuts piano, dengan lihai jemarinya melantunkan melodi yang tajam. "Jangan dihiraukan," sahutnya tanpa menoleh.

"Kanone bilang aku tidak boleh makan melon kesukaanku selama satu minggu. Aku bisa mati kalau begitu,"

Eyes menoleh kali ini. Ditatapnya gadis kecil bermata besar di sampingnya dengan seksama. "Apa yang kau lakukan kali ini, Ryo?"

Gadis kecil yang dipanggil Ryo itu mengangkat bahunya, "Aku cuma membuang isi perut boneka teddy bear yang dia belikan untukku dan ia pinta aku meletakkannya di salah satu bangku ruang tunggu rumah sakit,"

"Kenapa kau lakukan itu?" Eyes mengerutkan keningnya sedikit.

"Aku lebih suka boneka teddy bear berisi kapas dan busa daripada kabel-kabel, tuas air raksa, dan alat penghitung mundur," Ryo menatap Eyes lekat-lekat.

Eyes menutup kedua kelopak matanya perlahan, menikmati dentingan piano yang tercipta dari gerakan jemari lentiknya. "Akan kubelikan boneka yang kau mau," ucapnya kemudian, "sampaikan pada Kanone, aku yang akan menerima 'hadiahnya' itu,"

Rio berbalik dan berlari kecil ke arah pintu dengan riang, "YAY! Oke!" tepat sebelum ia menutup pintu di belakangnya, Rio menoleh sekilas dengan seringai samar di bibirnya, "Pastikan kau keluar secepatnya sebelum teddy bear-nya meledak,"

-

A-apa pula ini *sweatdrop* Udah lama ga bikin Spiral ^^;;

Prompt: Chocolate/cokelat
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Fleddie Melkuli
Member Avatar


cobain ah...
ini saya posting jg di LJ: LJ-nya Fleddie

Prompt: chocolate/coklat
Fandom: Bajaj Bajuri
Characters: Bajuri, Emak, Ucup, Said dan Stella (OC)
Rate: T

-------------------------------

14 Februari. Siang.

“Juriiiii!”

Bajuri buru-buru mematikan mesin bajaj. Tanpa nada nyaring itu saja, panggilan Emak tidak bisa dibantah.

“Bang, pinjem bajai-nya sebentar buat---”

Ini lagi. Makhluk item, pengangguran, pecicilan ini selalu saja muncul di saat tidak tepat. Kalau mau jujur, tidak ada saat tepat buat kemunculan Ucup.

“Ambil, no!” sahut Bajuri cepat-cepat. Kunci bajaj dilempar begitu saja. Si kunci mendarat pasrah di telapak tangan Ucup. “Ati-ati. Awas kalo sampe---“

“Juriii! Cepetan betulin antene!”

“I—iya, Mak!” sahut Bajuri. Tubuh gempalnya terguncang-guncang seiring dia mencari tangga.
Suara mesin bajaj terdengar meninggalkan ujung gang, abai pada derita tuannya. Tapi itu tak bertahan lama.

“Bang Juri kebangetan. Giliran gue yang pinjem, bensinnya abis,” gerutu Ucup. Terpaksa dia mendorong kendaraan buatan India itu pulang ke empunya. Sembari berharap diberi ongkos untuk naik metromini, dia terus merutuk Bajuri.

Yang dirutuk sedang di atap, menggoyang-goyang antene.

“Udah Mak?”

“Belum. Malah tambah rusak!” sahut Emak nyaring.

Tambah pula kerutan di jidat Bajuri. Hampir sebanyak kerutan di jidat Ucup yang kini sudah sampai di depan rumah petak mereka.

Hampir saja satu lagi ocehan nyinyir meluncur masuk ke telinga Bajuri. Satu benda kecil di jok belakang bajaj membungkam niat Ucup itu. Entah siapa penumpang ceroboh yang meninggalkannya di sana. Dia pasti tak tahu betapa besar perubahan yang dibawa oleh benda itu hari ini, di kampung ini.

“Coklat,” bisik Ucup girang. Dielusnya kemasan bening berbentuk jantung hati dan dihiasi pita pink itu. Makanan bulat-bulat mungil mengintip malu-malu dari balik untaian pita. Romantis dan manis. Sempurna.

“Stella pasti akan menyerah pada Yusuf bin Sanusi,” pikirnya, “ditimang-timang jadi setampan Nabi Yusuf, kini malah jadi penakluk wanita.”

Senyum merekah tetap menemani bibir Ucup hingga dia melintas di depan rumah Bajuri. Sosoknya tertangkap mata tua Emak yang masih awas.

“Heh, Item. Sono ke atas, bantuin si Juri. Dari tadi mbenerin antene nggak beres-beres,” semprot Emak.

Rontok sudah bayangan Stella dikelilingi bunga-bunga mawar pink.

“Antene-nya yang rusak, Mak,” sahut Bajuri dari atap, membela diri.

“Ambil antene elu buat gantiin antene gue. Cepetan!”

“Tap—tapi Mak, entar aye gimana---“ sahut Ucup terbata-bata.

Mata melotot Emak sudah cukup jadi jawabannya.

“I—iya, Mak.”

Ucup berlari ke rumahnya.

“Iteeeem!” seru Emak gemas. Sontak langkah Ucup terhenti. “Gimane elu mau nyopot antene kalo nggak pake tangga?”

O iya. Betul juga.
Ucup balik arah, berjalan cepat menuju tangga kayu di depan rumah Bajuri.

Eh, tunggu dulu. Masa’ mengambil tangga sambil mengempit coklat? Coklat ini diapain? Dititipin Emak? Nggak mungkin. Pasti langsung habis disikat Emak.

“Cepetan! Bentar lagi filem Shahrukh Khan di tipi!” Emak terus nyerocos.

Ke rumah dulu, naruh coklat, baru ambil tangga.

“Ucuuuup!”

Ucup mati langkah.

“Cepetan, Iteeeeem!”

Tangga, rumah. Rumah, tangga, rumah. Mana dulu?

Ah, untung ada Said.

“Id!”

Yang dipanggil berhenti. Dia melongo saja ketika tangan kanannya diraih Ucup, diberi barang, dan tangan kirinya ditangkupkan di barang itu. Masih melongo juga ketika Ucup ngacir begitu saja, meninggalkan dia tanpa penjelasan.

“Cup…”

Tapi yang dipanggil sudah sibuk menggotong tangga, mencopot antene, dan melakukan semua yang diperintah Emak. Tak peduli pada dirinya yang masih dilanda ketidaktahuan.

Sampai dia membuka tangan dan melihat barang itu.

Coklat. Kemasan jantung hati. Pita pink. Hari ini 14 Februari. Hari kasih sayang.

“Jadi selama ini Ucup menyimpan rasa…”

Said tak berani meneruskan kalimat di dalam otaknya.

-------------------

ini sih bukan drabble!

A/N: maap. gaje bin abal sangat!

Prompt: Nail/Kuku
Edited by Fleddie Melkuli, 20 Feb 2010, 01:26 AM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
lalaaa
Member Avatar
hold on;
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Nail/Kuku
Fandom:Apollo Justice: Ace Attorney
Characters: Apollo, Trucy
Rate: K+

--

Trucy memandangi cat kuku itu seakan-akan ia melihat oasis di tengah padang pasir, bagaikan sedang bertemu kembali dengan ayahnya yang sejak lama menghilang.

Entah sejak kapan, namun baru detik ini Apollo menyadari tatapan kelaparan yang Trucy luncurkan kepada Vera dan cat kukunya. Selama ini, tak pernah ada bukti-bukti yang menunjukkan keinginan Trucy akan sebuah cat kuku, atau hal-hal yang berbau feminin lainnya. Apollo malah berpikir bahwa mungkin pesulap cilik itu takkan pernah tertarik dengan hal-hal yang biasanya diinginkan remaja-remaja perempuan sepantarannya.

Tetapi, deduksi itu akhirnya dipatahkan oleh kejadian ini.

Trucy--yap, Trucy Wright yang itu--kini memandang penuh harap kepada sebuah botol cat kuku milik orang lain.

Apollo mungkin akan memaklumi bila yang kini sedang Trucy pandangi, dengan bola mata cokelat membesar dan tangan yang terkepal erat seperti itu, adalah sebuah alat sulap yang sangat mahal sehingga Mr. Wright tak bisa membelikannya. Tetapi, yang kini ia inginkan bukan hal itu. Melainkan sebuah cat kuku.

Cat kuku.

Ya, kau tak salah baca--sebuah cat kuku.

-

-

...Mungkin dunia akan kiamat besok.


-

-

"Hei, Trucy," ucap Apollo pelan, bermaksud mengalihkan tatapan Trucy dari cat kuku yang malang itu, "kau mau cat kuku seperti itu?"

Trucy menoleh, kemudian terlihat sedang berpikir sebentar. "Hmm, nggak," jawabnya pelan. Ia mulai memperhatikan kuku-kukunya, sembari melanjutkan, "Kupikir, bisa saja aku melakukan sebuah sulap dimana setelah aku meminum sebuah cat kuku, tiba-tiba, bukan kuku yang berubah warna! Tetapi--taraaa!--rambutku yang berubah!"

-

-

Hening.

Masih juga hening.

Kayaknya, cuma kamu yang mengganggap sulap semacam itu keren! Apollo menggaruk-garuk kepala seraya ia memutar bola mata, tak tahu ingin membalas apa atas ide 'brilian' asistennya itu.

"Hei, Polly! Gimana? Bukankah ini ide hebat, hm?" desak Trucy dengan nada bangga.

"...kayaknya semua orang bakalan lebih suka Ms. Underwear, deh."

"HEI! Namanya Magic Panties, Polly!"

--

ASDFGHJKL--ini juga bukan drabble. kepanjangaaaaan. T^T
m-maafkan saya, wahai starter yang bijaksana.

dan maaf atas keabalan dan betapa pointless-nya fic ini. ;_;

edit:
prompt: magic/sihir
Edited by lalaaa, 22 Feb 2010, 04:46 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Ninja-edit
Member Avatar
Undead
[ *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Magic/Sihir
Fandom: Prince of Tennis
Charas: Niou Masaharu & Yagyuu Hiroshi
WARNING: Hints of BL
NOTE: Yagyuu's POV

--

Niou Masaharu. Anak kelas tiga Rikkai Daifuzoku. Anggota klub tenis putra. Keahliannya adalah memanipulasi lawan dan menipu mereka dengan ilusi yang diciptakannya. Julukannya adalah Petenshi, Trickster of the Court. Selalu terlihat santai dan serampangan.

Dia adalah pasangan gandaku.

-

"Yagyuu, aku tidak bawa bekal makan siang hari ini, minta punyamu."

Seenaknya, dan tidak mau mendengar kata 'Tidak'.

"Yagyuu, nanti sepulang sekolah aku mau main game, pinjam uang."

Tidak peduli apakah sikapnya mengganggu orang lain atau tidak.

"Yagyuu, buatkan aku PR Sejarah, aku malas."

Memerintah orang lain seolah siapapun adalah budaknya.

"Yagyuu, bertanding melawan Golden Pair dari Seigaku nanti, kita hancurkan mereka dengan ilusi kita."

Tidak pernah mendengarkan pendapat orang lain, semua tergantung keinginannya semata.

"Yagyuu, aku puas melihat Golden Pair itu hancur di tangan kita. Aku memang hebat. Seharusnya mereka tahu diri, toh biarpun mereka 'Golden Pair' dari Seigaku, kita adalah 'Platinum Pair' dari King Rikkai."

Tidak pernah menghargai usaha orang lain, dunianya adalah dunia miliknya sendiri. Mengagumi dirinya sendiri, mungkin dapat kukatakan ia narsis.

"Yagyuu! Kudengar kau main tenis dengan si ular dari Seigaku itu?! Siapa namanya? Kaidou? Ya, Kaidou! Jangan bermain tenis dengannya lagi! Dengan siapapun juga tidak boleh!"

Posesif yang sangat berlebihan.

"Yagyuu, aku ada kencan dengan cewek kelas sebelah hari ini, kau carikan alasan buatku menghindar dari cewekku yang kemarin ya."

Padahal dia sendiri hidung belang.

"Yagyuu, aku sudah menyempurnakan Illusion-ku. Sekarang bahkan jenius dari Seigaku--si Fuji Syusuke itu sekalipun, pasti bertekuk lutut di hadapanku."

Dengan keahliannya memanipulasi lawan, menciptakan ilusi yang membuat siapapun tak berdaya di hadapannya.

"Yagyuu, si Bakaya itu percaya saja kalau cegukan sebanyak seratus kali maka dia akan mati. Sekarang dia sedang menangis di ruang klub. Apanya yang 'Devil Akaya'? Dia cuma anak cengeng yang mudah dibodoh-bodohi! Puri"

Antara yang bohong dan kenyataan, tak dapat dibedakan dari setiap kata yang meluncur dari mulutnya.

"Yagyuu, cuma kau yang betul-betul kusuka. Tidak ada yang lain."

Kata-kata yang keluar dari mulutnya membuat siapapun terlena.

-

Niou Masaharu sang Petenshi. Trickster of the Court. Mampu menyihir siapa saja dengan kata-katanya yang mempesona dan tatapannya yang membuatmu terlena.

"Yagyuu, hanya kau yang paling mengerti aku."

Bagaikan sihir--

"Aku suka Yagyuu. Jadilah pacarku."

--tak pernah dapat kuhindari.

"Baiklah." --adalah satu-satunya jawaban yang keluar dari mulutku, setiap kali ia meminta sesuatu dariku.

Aku telah tersihir oleh pesonanya, jatuh ke dalam ilusinya.

Niou Masaharu. Sang Petenshi dari Rikkai. Trickster of the Court.

Trickster of the World.

--

Euh... gomen kalo aneh ^^;;
Panjang pula ha-ha-ha *tawa hambar*

Buat yang ga ngikutin Tenipuri, jurus Illusion Niou ini semacam mengopi jurus lawan, dan/atau membuat lawan berpikir dia adalah orang lain. Misal saat dia berubah jadi Tezuka Kunimitsu dari Seigaku dan The Bible Shiraishi Kuranosuke dari Shitenhouji ketika melawan Fuji Syusuke sebagai Singles 2, di Pertandingan Nasional.
Kadang juga menipu lawan dengan kata-katanya yang bikin lawan gentar, atau menyamar menjadi Yagyuu. Intinya dia pandai mempermainkan mental orang. (siapa yang nyuruh ngejelasin?? *dilemparin tomat*)

-
Prompt: Beach/Pantai
Edited by Ninja-edit, 23 Feb 2010, 09:30 AM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
noiha
noihanoi
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Pantai
Fandom: The Wild Thornberries (Hayoo ada yang inget ga kartun ini? Haha)
Karakter: Eliza, Darwin, Donny, hewan-hewan yang diculik langsung dari lokasi :P
Rating: K

-

Srek srek.

Byur byur

Ckrek ckrek

"Aduh, jangan injak kakiku!"

"Ssst..." bisik Eliza galak, memperingatkan simpanse berbaju garis-garis yang sejak tadi mengeluh ini itu. Gadis berkepang dua itu mengelus kameranya yang tadi terkena tangan tidak tahu sopan santun simpanse bernama Darwin itu. "Aku sudah susah payah merayu Mom agar dipinjami kamera ini," Eliza menghela nafas ketika sepasang tangan mungil kini asyik mengutak-atik kamera yang tergantung lemas di leher Eliza. "Tidak, Donny. Aku harus berhasil memotret mereka kali ini."

"Huh, apa istimewanya, sih," Darwin, simpanse yang tentu saja bicara dengan bahasa simpanse (Eliza senang ia bisa mengerti dan dimengerti oleh hewan, akan tetapi terkadang Eliza bingung harus bersyukur atau mengeluh karena bisa mengerti bahasa Darwin. Sungguh tidak enak mendengarkan seekor simpanse mengeluh setiap lima menit sekali), menggerutu seraya melemparkan pandangannya ke arah makhluk-makhluk mungil yang merayap dalam bisu. "Kau tinggal menghampiri mereka sambil bilang 'Hei, mau foto bersama kami?' dan ckrek! Kau dapat pose yang kau inginkan!"

"Jangan bodoh, Darwin," bibir Eliza membentuk seulas senyum tatkala pandangannya menatap makhluk-makhluk mungil yang istimewa itu. Anak-anak penyu yang baru menetas itu baginya layaknya seorang guru. Guru? Ya, kalau mengingat saat-saat ia harus berhadapan dengan masalah demi masalah, ia selalu malu jika disandingkan dengan anak-anak penyu itu. Dengan makhluk-makhluk mungil yang tanpa henti mengejar mimpinya untuk mengarungi samudra. Tak peduli ancaman laut yang mengganas, atau tangan-tangan usil yang mengganggu ketentramannya, anak-anak penyu selalu maju menuju biru yang membentang luas di hadapannya.

Dan jika ia mengingat saat-saat dimana ia ingin kabur saja, atau diam bersembunyi saja, ia merasa sungguh malu pada anak-anak penyu.

"Waaaw..."

Eliza menoleh, melihat Donny, si anak tarzan kini ikut terkagum-kagum sementara Darwin yang sejak tadi mengeluh kini tampaknya ikut merasakan haru ketika melihat satu dua anak penyu tersandung cangkang kerang dan bersusah payah melangkah lagi.

"Kau ingin membantu mereka, Eliza?" tanya Darwin.

Eliza menggeleng seraya tersenyum sebelum kembali serius menekan tombol kameranya. Merekam pemandangan ajaib di hadapan mereka. Sungguh, ada banyak hal yang bisa kau lihat di pantai. Ada begitu banyak keajaiban yang bisa kau rekam dari sebuah pantai. Tapi bagi Eliza, tidak ada yang lebih istimewa dibandingkan melihat anak-anak penyu yang menempa diri.

-

Prompt: Langit/Sky
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Farfalla
Member Avatar
<3

Prompt: Langit/Sky
Fandom: .hack
Karakter: Antares, Phyllo
Rating: K+

Dari jembatan Mac Anu, aku melihat punggung Haseo menjauh ke distrik perbelanjaan. Manerismenya dengan jelas mengindikasikan agresi dan kekesalan. Beberapa orang pemain menyingkir dari jalannya. Ketakutan sekaligus kekaguman mewarnai ekspresi mereka. Reputasi Haseo tak pelak sudah mencapai mereka.

Aku menggeleng.

Tujuh belas tahun. Ah, betapa aku bersyukur aku sudah melewati usia itu.

Tujuh belas adalah usia yang merepotkan. Tidak cukup muda agar kau bisa bertindak kekanak-kanakan dengan sadar. Tidak cukup tua untukmu memiliki pembawaan orang dewasa.

Dan dalam kasus Haseo, usia labil ditambah berbagai kejadian yang menimpanya menciptakan kemarahan konstan dalam dirinya, yang kemudian melahirkan Terror of Death, PKK legendaris yang pernah membunuh seratus pemain dalam field.

"Apa yang kau lakukan ditambah dengan apa yang dilakukan kepadamu menghasilkan dirimu."

Aku menaikkan alis, menggerakkan ujung mataku untuk menangkap seekor kucing Tu Tribe melayang-layang di sampingku.

"Ah, teman lama," aku berkata. "Kurasa maksudmu: apa yang tidak membunuhmu membuatmu lebih kuat?"

"Bodoh," Phyllo membalas tajam, namun humor terlihat jelas di matanya. "Tapi memang seharusnya aku mengharapkan kata-kata itu dari mantan Emperor."

Aku tertawa. "Pak tua, observasimu tajam seperti biasanya."

"Apalah yang bisa kau banggakan selain kebijaksanaan untuk melihat apa yang tak bisa kau lihat di usia enam puluhku ini?"

"Bijaksana? Yang benar saja? Hahaha." Aku mengayun guci arak di tanganku seiring gelak tawa menyusuriku. "Hahaha. Pak tua perlu kuingatkan siapa yang menyelamatkanmu dari doppelganger?"

Phyllo mendengus. "Kebijaksanaan tidak selalu diukur dengan otot."

"Oh ya?" aku menyeringai. "Kuharap kau masih bisa berkata seperti itu ketika berhadapan tuan doppelganger."

"Ah, Antares, aku bersyukur tiga puluh lima adalah usia yang sudah kulewati, nak," Phyllo berkata dengan nada menasehati.

Seringaiku bertambah lebar. Aku berjalan ke pinggir jembatan Mac Anu, menaruh guci arakku dan mengistirahatkan tanganku di atas reling batu. Phyllo mengikutiku, mengambil posisi khasnya di jembatan Mac Anu.

Permukaan sungai berpendar jingga, merefleksikan matahari Mac Anu yang hampir tenggelam. Langit merona dalam berbagai warna matahari penghujung hari yang paling indah. Pemandangan abadi yang tidak pernah terasa statis ini adalah keajaiban Mac Anu.

"Hei, pak tua, sudah berapa lama kau bermain The World?" Aku bertanya tanpa alasan.

"Hmm," Phyllo tampak menghitung-hitung. Pandangan matanya mengikutiku, terpatri pada panorama abadi Mac Anu. "Sekitar beberapa tahun."

"Haha. Beberapa tahun. Jangan bilang demensia sudah mulai menyerangmu hingga kau tidak bisa menghitung sudah berapa lama semenjak log in perdanamu?"

Dengusan Phyllo kembali terdengar. "Antares, berikan pak tua ini sedikit keringanan dari humor konyolmu."

"Ah, tapi aku sudah menyimpan humorku yang paling konyol untuk Haseo," aku menyanggahnya dengan seringai yang kembali terkembang.

Phyllo mendesah. "Langit Mac Anu indah sekali hari ini," katanya. Jelas ia menyerah dan memilih untuk menyetir topik.

Aku menepuk bahu Phyllo ringan. "Sedikit arak akan membantu humormu."

---

:P

Begitulah drabble gaje tanpa inti ini tanpa konklusi tanpa kesinambungan dan rushed ini terkonklusi.

Next Prompt: Keseimbangan/Balance.
Edited by Farfalla, 28 Feb 2010, 04:51 AM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
noiha
noihanoi
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Balance/Keseimbangan
Fandom: Real Person Fic
Character: YUI
Rating: K
Notes: Songfic. Skyline (c) YUI

--

Chotto dake kangae sugichau mitai
Nemurenai heya no naka
***
It seems like I'm thinking a little bit too much
Here, sleepless in my room


Lirih, gadis itu melayang pandangnya ke luar jendela. Ke temaram rembulan yang membalas tatapannya dengan sendu. Ke lukisan berlatar hitam yang bertabur kejora tak terhingga. Ke bentangan awan yang pelan merangkum sang rembulan dalam selimutnya. Ke sana. Ke langit yang tak berujung.

Perlahan jemar sang gadis memetik lembut dawai gitar dalam pelukannya. Seiring udara malam yang dingin menusuk dihirupnya, gadis itu pun memainkan nada-nada yang berdenting pelan memecah sunyi.

Isso mou yoru wo tobidashite mitai
Madobe ni tameiki ga ochiru
***
I feel like I might as well take off into the night
A sigh falls next to the window


Krak

Gadis berambut coklat itu mengangkat wajahnya. Rambut yang terurai menutup wajahnya pun ia sibakkan demi melihat sosok mungil yang beruhu-uhu pelan di dahan pohon yang seringkali mengetuk jendelanya. Gadis itu pun tersenyum melihat sosok mungil yang limbung menjaga bobotnya agar tak terantuk tanah.

Sang gadis mengulik gitarnya kembali. Membelah angkasa yang membisu dengan melodi riang yang kontras dengan temaram malam.

Tsuki akari wo nukete tooku made
Habataite mitai no ni
Dou shitara ii no darou?
***
I slip out into the moon light, to somewhere far away
But I want to try and flap my wings
What should I do?


Gadis itu menghentikan permainannya, menatap pertunjukkan gratis di hadapannya. Sang burung hantu kecil itu perlahan mengepakkan sayapnya, meloncat beberapa milimeter sebelum akhirnya sang gadis mendengar suara debam pelan. Gadis itu pun meletakkan gitarnya, menempelkan wajahnya di jendela yang berembun untuk melihat sosok mungil yang kini merayap susah payah di tanah.

Ya, susah payah. Mengepakkan sayap. Jatuh lagi. Menanjak satu senti. Kehilangan keseimbangan, jatuh lagi. Lagi dan lagi.

I want to fly well I want to fly well
Tobikata wo shiranai dake...
I want to fly well I want to fly well
Dare ka oshiete kuretara ii no ni
***
I want to fly well, I want to fly well
Though I don't know how to fly...
I want to fly well, I want to fly well
I wish someone would show me how


Sang gadis merasakan hangat menyelimuti dadanya. Dan satu sentakan mendadak, gadis itu pun menghampiri mejanya. Mengobrak-abrik tumpukan kertasnya dan tertegun ketika melihat lembar formulir audisi. Perlahan matanya menerawang, menatap bingkai foto di atas mejanya yang menampilkan sosoknya yang bermain sebagai artis jalanan di depan gerbang Stasiun Tenjin.

Sejujurnya, ia gugup. Teramat gugup. Apa yang menantinya di depan sana. Apa yang merintanginya di sana. Ia sangat takut kehilangan keseimbangan hidup yang dimilikinya sekarang. Ada gosip yang tak kenal kompromi, ada paparazi yang tak peduli privasi, ada begitu banyak hal yang akan membuatnya limbung. Jatuh.

Chansu wo machi kirenai
Onaji asa wo kuri kaeshite
Ikutsu kazoeta darou egaite yuku skyline
***
I can't wait for my chance
The same morning repeats over and over again
I wonder how many I've counted? I'm going to paint the skyline


Suara kepak yang samar-samar menyadarkan sang gadis dari lamunannya. Dan ketika sang gadis kembali melayang pandangnya ke luar jendela, ia melihat sosok mungil itu perlahan mengangkasa. Membumbung tinggi menembus batas langit. Sang gadis pun tersenyum. Meraih bolpoin dan notesnya yang penuh coretan, gadis itu pun kembali duduk memeluk gitar. Kali ini ia pun bersenandung pelan.

Tobikata wa shiranai yo toberu ka mo wakaranai yo
I want to fly well I want to fly well
Dakedo yuku yo
***
I don't know how to fly, I'm not sure if I can fly
I want to fly well, I want to fly well
But, here I go


Gemerlap lampu maupun riuh dekorasi seolah tak mampu bersaing dengan luapan sorakan yang tak terbendung. Di bawah lampu sorot tunggal itu, sang gadis berambut coklat bersenandung seraya memainkan gitarnya.

"I want to fly well I want to fly well
Tobikata wo shiru tame ni wa...
I want to fly well I want to fly well
Sora ni denakucha ikenai to skyline"
***
I want to fly well, I want to fly well
In order to know how to fly...
I want to fly well, I want to fly well
I've got to get into the sky, to skyline


Sang gadis pun mengulum senyum ketika lagu berakhir diiringi sorakan penonton.

Karena jika kau ingin terbang, kau harus jatuh terlebih dahulu.

--

Yeah, tentu saja ngasal. Mana saya tau dulu pas audisi YUI nyanyi lagu apa. ^^'

Prompt: Besok/Tomorrow
Edited by noiha, 23 Mar 2010, 03:24 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Haruki_Irish!
abed abed abed
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Besok/Tommorow
Fandom: Glee
Character: William Schuester
Rate: K


Esok.

Hari itu terdengar seasing kata-kata bahasa Prancis -- hei, ia kan pengajar bahasa Spanyol!-- atau bahasa apapun, selain bahasa ibunya dan apa yang ia ajar, tentu saja.

Tapi misterinya yang menyenangkan, bukan? Membuat seseorang penasaran, dan terus berjuang. Mencari tahu -- dan siapa tahu bisa mengubah masa depan.

"Mengapa kau malah mengajar klub.. errr.. buangan seperti ini? Yah, memang ini klub-mu dulu.. tapi kau kan bisa .. err, jadi penyanyi, mungkin?"

Ia jadi teringat pertanyaan mantan satu klub Glee-nya dulu, April, yang beberapa hari lalu baru saja menelepon untuk memberitakan bahwa ia mendapat kontrak rekaman di sebuah major label. Ia sendiri tentu saja dengan sopan mengucapkan selamat pada temannya ini dengan tulus.

Ia tersenyum kecil. Ia saat itu menjawab simpel saja: ia senang. Dan itu bukannya salah, sebenarnya. Hanya kurang tepat -- lengkap.

Tapi kini, segalanya jadi lebih jelas. Saat mereka semua: Artie, Finn, Kurt, Puck, Quinn, Rachel, dan Tina latihan tadi. Dan saat itulah ia tersadar betul motif di balik semua ini.

Itu bukan tentang rasa senang saja.

Juga bukan hobi.

Apalagi uang, semua juga tahu seberapa 'besar'nya gaji menjadi seorang guru dan juga seorang pelatih Glee.

Tapi itu semua... ia ingin menciptakan hari esok yang lebih baik. Untuk mereka, juga klub ini. Untuk dirinya juga, agar ia tak menyesal -- karena ia selalu mengharapkan yang terbaik untuk klub ini. Glee-nya.


Next Prompt: Wings/Sayap
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
lalaaa
Member Avatar
hold on;
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Sayap/Wing
Fandom: Kino's Journey (Kino no Tabi)
Character: Kino, Hermes
Rate: K

--

Bukankah burung adalah sesuatu yang mampu untuk selalu membuat kita iri?

Itulah pertanyaan yang pernah ia ajukan, yang dibalas dengan gumaman bingung dari Hermes. Kala itu Kino hanya tersenyum, karena sebenarnya, ia sendiri pun tidak mengetahui apa jawaban yang tepat dari pertanyaan itu. Mungkin karena itu pulalah ia melakukan perjalanan ini, memasuki berbagai negara dan berkenalan dengan bermacam-macam rakyatnya yang unik, mencoba mencari jawaban yang menunggu di luar sana.

Namun sayang, pertanyaan itu tak kunjung terjawab. Padahal yang harus dilakukannya hanyalah memilih satu dari dua kata yang simpel ini: ya atau tidak.

Itu terdengar begitu mudah, bukan? Namun tidak begitu ia mencoba. Selalu ada satu atau dua indikasi yang membuatnya harus menarik kembali pilihannya. Selalu ada rintangan yang menghalang. Selalu ada kesalahan yang muncul.

Pernah di suatu negeri, penuh dengan burung-burung berterbangan dan suara kepakan sayap bergema di tiap-tiap sudut kota, ia bertemu dengan seorang nenek tua. Senyumnya merekah sewaktu Kino hendak melangkah keluar dan bermaksud melanjutkan perjalanan. Kino mengangguk sembari membalas senyum itu, dan selagi ia mendorong Hermes untuk melewati perbatasan kota, sang nenek memanggil dan melontarkan satu kalimat panjang--

"Kuharap kau akan menemukan sayapmu nanti, Kino-san."

--yang menciptakan satu tanda tanya besar di kepala Kino.

Pintu kota tertutup, dan Kino masih memasang tatapan kosong yang sama. Ekspresi tidak mengerti tak juga luntur dari wajah ovalnya.

"Hei, Kino," panggil Hermes, dan saat Kino merespon perkataannya, ia melanjutkan, "Apa maksud sayap dari yang nenek itu katakan?"

Kino menggeleng. "Aku juga tak tahu, Hermes."

Alih-alih, bukannya malah mendapatkan jawaban dari pertanyaan itu, perjalanannya malah menambahkan satu pertanyaan sulit lain, yang menunggu untuk diungkapkan.

--

GAJE. YEAH. saya tahu. gaje. gaje. gaje. gaje. gaje.
prompt: pita/ribbon
Edited by lalaaa, 24 Mar 2010, 08:00 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Evey
Member Avatar
Honored Member
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Pita/Ribbon
Fandom: Naruto
Character: Sakura, Ino (friendship)
Rate: K

Tangannya terulur, pita itu menari tertiup angin di sela jemarinya yang berkuku pendek. Belum ada reaksi dari anak di depannya sampai Ino berkata.

"Hei, helo... Sakura, apa yang kau lamunkan?"

"Apa maksud pita ini, Ino-chan?" sepasang mata hijau itu melebar. Bertanya-tanya, tampak bingung.

"Tentu saja ini buatmu. Agar kau tak usah menangis lagi. Agar kau tak usah memotong rambutmu dalam bentuk yang mengerikan seperti itu, oke?" Ino mengedipkan sebelah matanya. Ditautkannya pita itu ke jemari Sakura. Merah marun warnanya, tampak kontras dengan kulit Sakura yang pucat. Menyala-nyala di tengah warna yang tampak bisu di padang ini. Karena waktu itu, hanya pita itulah yang bicara. Mengenai janji di antara dua sahabat dan keinginan untuk jadi kuat.

"Jangan pernah menangis lagi. Jangan menyerah. Jadilah percaya diri dan gapai mimpimu," ditepuknya bahu Sakura. ia terkekeh sejenak sebelum berujar. "Nanti, kalau mimpimu sudah tercapai... saat itu kau boleh kembalikan pita ini."

-

Pita itu tak selalu melekat di helaian rambut merah mudanya, namun ia membawanya bersamaan dalam langkah. Di pita itulah terpatri jati dari persahabatan mereka. Memang salahnya--untuk beberapa waktu ia membiarkan pita itu teronggok begitu saja dan tak terurus. Tapi toh sekarang...

Suara ketukan di pintu dan teriakan ricuh di luar membangunkannya dari lamunan. Lekas-lekas, gadis yang kini sudah beranjak jadi remaja ini menyelesaikan sisiran rambutnya. Tangannya merogoh ke bawah laci meja rias dan meraih pita itu. Teksturnya masih selembut dulu dan begitu sarat akan kenangan.

Nanti, kalau mimpimu sudah tercapai... saat itu kau boleh kembalikan pita ini.

Sakura menarik napas. Ia keluar, menyongsong rekan setimnya yang berjumlah 5. Ya, kau tak salah baca; lima. Yamato, Kakashi, Naruto, Sai, dan seorang lagi... kalau bukan Sasuke, lantas siapa? Malam itu mereka akan merayakan reuni lagi setelah melewati huru-hara dan aral yang terlalu rumit untuk diceritakan.

"Boleh aku pergi sebentar sebelum kita ke kedai ramen?" tanya Sakura.

"Hm? Buat apa?"

"...sesuatu...!" tanpa menunggu, dia berlari ke arah lain.

-

Kini mata biru itulah yang membelalak bingung. "Apa maksud pita ini, Sakura?"

"Masa kau lupa," Sakura tersenyum. "Kau bilang aku boleh mengembalikannya begitu mimpiku tercapai."

"Dan...?" Ino mengangkat satu alis.

"Mimpiku sudah tercapai, Ino," Sakura menuding ke belokan, di mana siluet teman setimnya menunggu. "Aku ingin mereka bersama lagi dan kini sudah terpenuhi. Bukan murni kerja kerasku, tapi aku bersyukur. Dan pita ini... Sedikit banyak ia memiliki andil."

Hening sesaat.

"Kalau bukan karena kau dan kepercayaan diri yang kau selipkan di sini, pasti aku takkan pernah bisa meraih mimpiku."

Keduanya bertukar pandang, kemudian seulas senyum menghiasi masing-masing wajah jelita itu. Betapa mengejutkan bukan, kekuatan sebuah persahabatan? Dua gadis itu adalah buktinya.

-

-

modified canon. Ngawur dan ngayal abis. Dan jangan tanya di mana letak keindahannya. Ini fic gagal, uhuhuhu. Mana mungkin Sasuke bakal balik secepat itu huhuhu =.=
prompt: triangle/segitiga
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Kencana
Member Avatar
Riiiiinnn.....
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt : Triangle/segitiga
Fandom: Beauty Pop
Character: Narumi, Kiri, Ochihai
Rate: K

Narumi Shougo membenci shoujo manga. Selain karena benci segala sesuatu yang romantis, menurutnya segala hal dalam manga khusus cewek itu sangat tidak masuk di akal. Ceritanya standar pula. Kalau tidak, cewek/cowok yang mengejar-ngejar idamannya, pasti cewek-cowok yang mulanya benci akhirnya suka. Ayolah, cewek/cowok di dunia banyak sekali. Buat apa mengejar cewek/cowok yang sama sekali tidak tertarik pada dirimu? Seandainya Narumi adalah pemeran utama di manga itu, sudah dari dulu ia tinggalkan cewek/cowok itu. Lalu kisah benci yang kelama-lamaan jadi suka? Huh! Omong kosong. Kalau benci, ya benci. Suka ya suka. Tidak mungkin menyukai orang yang kita benci.

Tapi yang paling Narumi benci adalah cinta segitiga. Terutama kalau ada dua orang cowok ganteng memperebutkan gadis pemeran utama-yang-tampangnya-biasa-biasa-saja-itu. Aduuh... membayangkannya saja dia sudah merinding. Ayolah, seperti tidak ada cewek lain di dunia ini saja.

Demikianlah Narumi hidup dengan keyakinan itu sampai dia bertemu gadis itu. Gadis berambut riap-riapan itu tidak cantik. Tapi tidak jelek juga. Dia jarang tersenyum dan nada bicaranya yang datar itu selalu membuat Narumi mengamuk padanya. Tak terhitung banyaknya sumpah serapah Narumi untuk gadis itu. Narumi membenci gadis itu. Ups, tidak tepat juga kalau dibilang benci karena Narumi pernah terpesona melihat senyum gadis itu (Narumi ingin sekali membenturkan kepalanya ke tembok mengingat ini).

Tapi seiring dengan berlalunya waktu, Narumi tahu sisi lembut gadis itu yang tidak pernah diperlihatkannya. Ternyata gadis itu perhatian padanya, bahkan berkali-kali membantunya saat dia kesulitan. Ia juga tahu kelemahan gadis itu pada kecoak. Mulanya Narumi mengira, bila dia tahu kelemahan gadis itu, ia akan mentertawakannya habis-habisan. Tapi ia tidak melakukannya. Narumi justru menghibur gadis itu. Ada apa dengannya?

Lalu, akhirnya terjadilah hal itu. Sahabatnya mengaku kalau dia juga jatuh cinta pada gadis itu. Tunggu dulu? 'Juga'? Narumi akhirnya sadar kalau dia menyukai gadis itu. Yup gadis itu yang awalnya dibencinya itu. Sungguh tidak terpikir oleh Narumi kalau dia akan terjebak dalam situasi seperti dalam shoujo manga yang dibencinya. Terutama... kisah cinta segitiga itu.
______

A/N : Mau sekalian saya post di FF

Prompt : Jealous/cemburu
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
ZetaBoards - Free Forum Hosting
Join the millions that use us for their forum communities. Create your own forum today.
Learn More · Register Now
Go to Next Page
« Previous Topic · Post your FFs here! · Next Topic »
Add Reply
  • Pages:
  • 1
  • 51


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone