Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
DealsFor.me - The best sales, coupons, and discounts for you
Viewing Single Post From: Drabble Berantai Keroyokan
Khi-Khi Kiara
Member Avatar
Premium Member
[ *  *  *  * ]
@Phia : beuh keren-keren semua kok. Ide-idenya simpel tapi bawainnya cakep~ :happywaves:


Prompt : Pigura
Fandom : Undertale (c) Toby Fox
Warning : Canon, Headcanons, Spoilers
Character(s) : Frisk, Chara

------------------------------------------------

Sunyi mengungkung sejak pertama kali kaki-kaki kecilnya menginjak "Rumah Baru" yang kosong itu. Hampa. Dinding-dindingnya pucat. Namun di sana tersimpan banyak kenangan yang menghangatkan sekaligus mengiris batin.

Kini Frisk berdiri di dalam sebidang kamar. Kamar anak-anak. Dua ranjang. Dua boneka. Dua pasang sepatu. Secarik kertas bergambar bunga emas pada dinding di sebelah salah satu ranjang.

Frisk memegang sebingkai pigura. Diamatinya foto itu.

Foto keluarga. Ayah dan Ibu monster berdiri berdampingan dengan senyum damai. Di depan mereka, sang anak lelaki beserta saudara manusianya menampilkan senyum ceria sambil memegang rangkaian bunga emas. Wujud kebahagiaan tak terhingga.

Yang ada di dalam pigura itu sangat berbanding terbalik dengan kisah yang baru saja didengarnya.

Sang anak manusia, anak angkat yang tersayang, menderita sakit keras lalu meninggal dunia.

Sang Pangeran menyerap jiwanya yang tertinggal, menggendong mayatnya sembari menembus lapisan penghalang Bawah Tanah. Dia kembali ke istana dengan luka di sekujur tubuh, lalu mati meninggalkan abu.

Sang Raja ingin kembali memulai perang, membalas perbuatan bangsa manusia. Sang Ratu tidak setuju. Mereka cekcok, hingga Sang Ratu pun memilih pergi dari istana, menyendiri di Reruntuhan.

Sebuah keluarga yang tercerai berai.

"Kau sudah tahu apa yang terjadi padaku, 'kan, Kawan?"

Sebuah suara lagi-lagi mampir pada gendang telinganya.

"Manusia-manusia itu, mereka menghancurkan segalanya."

Frisk mulai takut.

"Tapi kau manusia yang spesial. Kau tahu itu," bisikan itu kian mengeras, "Kau tahu apa yang harus kau lakukan, benar?"

Frisk ingin menjawab, tapi tenggorokannya tercekat, serasa ada duri di dalamnya.

"Tolong," suara itu melirih, "Selamatkan kami."

Selamatkan. Tapi dengan cara apa? Mengorbankan jiwa sendiri pada Sang Raja--sehingga beliau mampu membobol sihir penghalang itu dan membebaskan umatnya? Atau, membunuh semua monster untuk melepaskan penderitaan mereka?

Frisk menolak untuk menoleh ke belakang. Sudah pasti, wujud dan wajah ruh anak manusia itu tak semanis yang ada di pigura foto.

------------------------

Next Prompt : Lonceng
Edited by Khi-Khi Kiara, 9 Jan 2017, 07:54 AM.
Offline Profile Quote Post
Drabble Berantai Keroyokan · Post your FFs here!

AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone