Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
DealsFor.me - The best sales, coupons, and discounts for you
Viewing Single Post From: Drabble Berantai
Khi-Khi Kiara
Member Avatar
Premium Member
[ *  *  *  * ]
Prompt : Televisi
Character : Marie and Lily

Marie Stevens, 26 tahun, penjual roti isi yang masih gemar menonton acara-acara dokumenter lama di televisi. Terutama bila itu menyangkut dunia pertunjukan seni. Mulai dari opera hingga balet.

Tentang balet, malam ini dia tengah menyaksikan persembahan balet bertajuk "Danau Angsa", disuguhkan oleh murid-murid dari sebuah akademi seni ternama di London. Pertunjukan itu berlangsung delapan tahun yang lalu.

Ah, sudah lama sekali. Tapi Marie masih bisa merasakan euforia di panggung itu--meskipun dia tidak punya peran apa-apa pada pertunjukan itu.

Dia masih ingat wajah-wajah yang bersinar di bawah lampu-lampu sorot itu. Dia fokus pada dua pemeran utama ; Sang Angsa Putih, dan Sang Pangeran.

Marie bahkan masih ingat nama mereka.

Liliana Joseph alias Lily sebagai Puteri Angsa Putih, dan Theodore Franklin alias Theo sebagai Pangeran. Dua teman sekelasnya dulu.

Di tengah gemerlap lampu, sorak kagum penonton, dan kemegahan musik orkestra di sekeliling panggung, mereka berdua menyatu dalam lekuk dan gerakan tubuh. Pada adegan di mana Sang Pangeran menggendong Sang Puteri, Marie melihat sorot sayu Sang Puteri berkaca-kaca--bersinar menyaingi kilau tiara angsa pada kepalanya, atau gaun baletnya yang putih bersih. Sesekali jemarinya yang lentik mengelus halus pipi Pangeran, sementara lengannya yang lain mencengkeram kuat pada punggungnya. Seolah badai topan pun tidak mampu memisahkan mereka.

Sang Puteri enggan kehilangan Pangeran.

Namun apa mau dikata. Pangeran berhasil kena tipu daya Angsa Hitam, dan akhirnya meninggalkan Angsa Putih di danau, sendiri.

Rasanya kata 'menunggu ajal' tidak berlebihan untuk Puteri Angsa Putih.

Lily adalah sahabat karib Marie semasa di akademi. Mereka berbagi, bercanda, dan berlatih menari balet bersama--walau harus diakui, kemampuan balet Marie tidak sebanding dengan Lily yang lebih memiliki tekad kuat dan belajar lebih cepat.

Marie pun masih ingat betul, tangisan Lily yang nyaris tiada henti pada suatu malam. Tangisan patah hati.

Lily, gadis yang mengalami trauma pada laki-laki, baru kali itu jatuh cinta pada salah satu sahabatnya.

Lily jatuh cinta pada Theo. Theo yang sudah memiliki kekasih dari kelas akting. Terakhir kalinya, Lily menyaksikan mereka berdua bersenang-senang di acara Masquerade.

Lily, yang sudah bulat menggugurkan harapannya tentang cinta, kemudian keluar dari akademi seni itu, dan menempuh hidup baru. Hidup tanpa Theo.

Lily, yang sudah bertekad untuk hidup tanpa cinta.

Tiba-tiba layar televisi mati. Marie yang terkejut menoleh cepat ke belakang. Seorang gadis seumuran dengannya, berdiri dengan remote televisi di tangan, kostum seksi di tubuh, dan raut sedingin es di wajah.

"Tidak seharusnya mereka menayangkan pertunjukan sampah itu lagi," cetus Lily, kemudian berpamitan pada sahabatnya dan berlalu, bersiap untuk aksi Pole Dancing-nya.

----

(oke ini idenya dadakan bgt haha maaf kalo gaje X_X )

Next Prompt : Gema
Edited by Khi-Khi Kiara, 2 Jan 2017, 06:41 AM.
Offline Profile Quote Post
Drabble Berantai · Original Fict/ Fiksi Orisinil

AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone