Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
DealsFor.me - The best sales, coupons, and discounts for you
Apa yang membuatmu bertahan
Waffle R. Dewey
9 Jul 2014, 09:37 PM
Karena aku melakukannya untuk mencari kepuasan dalam menulis..
sampai aku bisa menemukannya aku rasa aku akan terus bertahan dan bertahan ^^
Tos, kita sama. Sampai sekarang aku masih bertahan soalnya aku ingin mencari kepuasan dalam menulis, menuangkan imajinasiku ke dalam sebuah tulisan yang tidak mungkin aku publish di bagian Ori-fic. Fanfiction itu tempat yang ideal, selama bertahun-tahun menjadi penghuni di dalamnya, meski ada situasi yang membuatku jenuh dan tidak ada waktu untuk kembali pasti ujung-ujungnya akan kembali lagi ke sana. Selain hal itu, masih banyak tanggungan fic-fic yang belum aku selesaikan di sana

Gak dapet review
Mengingatkan saja, review itu memang penting namun bukan segala-galanya, ingat tujuan awal teman-teman publish di FFN itu apa. Apakah teman-teman ingin mencari review sehingga bisa dicap sebagai yang populer di sana, atau mungkin memang melampiaskan ide teman-teman di sana. Mungkin tidak mendapat review pada fic maupun chapter yang diupload memang menyakitkan, mengingat hal itu adalah kerja keras kita, tapi kita harus ingat pada tujuan awal. Aku paling nggak suka sama penulis yang mencantumkan kalimat dengan inti 'kalau reviewnya nggak lebih dari xx, maka aku nggak akan upload chapter berikutnya' di Author note mereka. Well, penulis yang seperti ini rasanya bikin aku ingin nge-flame mereka, hahahahahaha..... Sekedar pesan saja di sini

Membuat fic bikin kita gak melaksanakan kewajiban?
Tidak kok, tapi ya itu tergantung sama kepribadian masing-masing saja. Ada seseorang yang akan melaksanakan kewajibannya dahulu sebelum membuat fanfic, terus ada pula orang yang tidak peduli akan hal itu sehingga ia akan melupakan kewajibannya karena keasyikan sama fanfic yang ia buat. Semua itu kembali pada kita sendiri.
Kalau aku, sebagai pelajar maka aku akan melaksanakan kewajibanku dulu sebagai pelajar sampai tuntas dulu sebelum membuat fic dilaksanakan, karena bagaimana pun juga membuat fic adalah hobi yang bisa dilakukan kapan saja sementara kewajiban sebagai pelajar itu tidak bisa ditangguhkan 'kan?

Summary
Waffle R. Dewey
19 Jul 2014, 01:36 PM
1. Ok, menurutku Summary itu kayak daya tarik awal. Pertarungan awal antara penulis dengan reader itu dari summarynya. Kalau summarynya menarik maka reader akan masuk dan penulis menang, kalau summarynya kurang maka reader jadi males dan penulis kalah. Pernah denger kata-kata, "Don't judge book from the cover." Jika kondisi kita sebagai penulis buku/novel maka kata-kata ini salah besar, bagi kita para penulis itu, "Cover is Everything." Karena Cover yang menarik menarik minat awal pembaca untuk menyentuh bahkan membuka tulisan kita sehingga bisa jadi pemasukan untuk kita, nah perbandingannya sama seperti kita membuat summary fiksi.

Menanggapi komentar ini, aku setuju banget sama komentanya Waffle-san. Menurutku itu sebuah fanfic itu bisa juga dinilai dari summary-nya, saat summary dari fanfic tersebut sudah kelihatan tidak menarik di mata kita, maka yang ada kita akan malas membacanya serta meragukan apakah isi dari fanfic itu bagus atau tidak. Summary juga bisa digunakan sebagai nilai plus yang tentunya akan didapat oleh penulis nantinya.
Pengalam pribadi sih, saat menemukan sebuah fanfic yang summary-nya bisa dibilang kurang bagus, maka aku akan malas membaca soalnya dari awal langsung muncul anggapan 'summary-nya saja sudah seperti ini, lalu bagaimana dengan isinya?', sehingga alhasil aku tidak jadi membaca fic itu.

Second Generation
Second generation? Aku netral saja menyikapi hal ini, asalkan di dalam fanfic second generation tersebut bisa dipertanggungjawabkan. Contohnya saja anak-anaknya itu memang canon, ataupun kalau nggak ya jangan terlalu banyak OC-nya, soalnya saat kita membaca fanfic di mana tokohnya mayoritas itu adalah OC pasti kita berpikir apakah ini fanfic atau malah Original Fic, sehingga membuatku kurang nyaman.
Fanfic second generation itu kalau penulisnya pandai mengolah serta menggambarkan situasinya bisa menjadi fanfic yang asyik untuk dibaca kok

Bashing chara
ksatriabawangmerah
18 Sep 2013, 11:43 PM
hahaha Artneechan ada benernya... memang tergantung sudut pandang kita sebagai pelihat... mungkin itu bisa jadi hiburan... tapi kalo yang ngeship karakter itu yaaaaa... bisa jadi ngeliatnya sebagai tantangan berantem :(

yang penting kedewasaan dalam melihat sesuatu
kedewasaan seorang pembaca dalam membaca fic di mana di dalamnya itu ada unsur bash-nya memang perlu. Kalau si pembaca itu nge-ship atau suka sama karakter yang dibash tersebut, maka artinya sama saja seperti 'memberi bahan bakar dalam api' sehingga bisa dijadikan alat perang karakter/ship. Tapi ya, kita sikapi saja bash-bash-an karakter sebagai hal yang tidak terlalu menggaggu kesenangan kita dalam membaca. Masa membaca fic bisa memecah tali persaudaraan kita sebagai seorang manusia?
Bashing chara itu normal kok, penulis juga seorang manusia yang terkadang punya karakter yang dibenci dan disuka, jadi selama perasaan itu ada pasti nantinya mempengaruhi bahan tulisan yang ia bikin. Enjoy saja lah, kalau seumpanya kita nggak suka karakter tersebut dibash....ya kita tinggal tekan tombol 'back' atau 'close', intinya nggak usah dibaca. :nods:


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone