Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
ZetaBoards - Free Forum Hosting
Create a free forum in seconds.
Learn More · Register for Free
Sanich Iyonni
Halo, makasih banyak udah mampir, Nona Oh-chan. :)

Iya nih saya udah jarang ke FNI. Pengin sih ke sana lagi, tapi blm ada ide, dan saya emang lagi vakum nulis fic. Doakan aja bisa segera kembali ke sana ya. :D

Iya, saya Moderator Challenge, tapi saya udah bukan Panitia IFA untuk tahun ini. ^^ Saya udah lepas tangan terhadap IFA, pokoknya saya bersantai sajalah tahun 2011. Capek >n<

EYD
Bukannya EYD memang selalu berubah sampe bingung mana yang paling baru? Mana biasanya hal-hal tentang EYD (terutama tanda baca) gak akan diumumkan Kemendiknas secara umum. Palingan kitanya yang harus rajin baca koran yang punya perhatian terhadap hal-hal begitu (mis: kolom Bahasa di Kompas tiap Jumat). Tapi biasanya saya berpedoman pada buku fiksi GPU dan koran yang udah terkenal dengan EYD rapi.

Saya sendiri termasuk freak EYD dan cukup gatal setiap ngeliat EYD yang gak rapi, tapi lebih untuk ejaan kata. Untuk tanda baca, saya pikir gak perlu terlalu kaku (terutama elipsis), toh nyontoh buku pelajaran terbitan Kemendiknas pun belum tentu EYD-nya bener semua. Saya rasa lebih baik fleksibel aja, yang penting enak dilihat (apalagi untuk fiksi). Jujur aja bagi saya penggunaan spasi setelah elipsis yang bermaxud memberi jeda berintonasi panjang (mis: Aku ... tidak tahu apa yang harus kulakukan) tuh nggak enak banget. Malah terkesan kita harus ngisi titik-titik di antara aku dan tidak kayak anak SD. Jadi sampai kapan pun saya gak akan menggunakan itu. -_- Saya akan tetap memakai "Aku... tidak tahu apa yang harus kulakukan".
Lagian kan tanda elipsis gak akan digunakan dalam konteks tersebut untuk tulisan formal.

[saran] Challenge
Seperti kata kyou-san, pada dasarnya board challenge memang untuk membuat tantangan fanfiksi. Monna-san bisa lihat deskripsi board-nya. Dan walaupun telah terjadi beberapa pergeseran dengan adanya challenger yang membolehkan orific dan art, tetap saja fungsi utama board challenge adalah untuk mengajukan tantangan fanfiksi.

Challenge dibuat semenarik mungkin untuk meningkatkan kualitas dan heterogenitas fanfiksi walaupun belakangan ini model challenge-nya pada prompt semua -__-. Sampai kapan pun, itulah tujuan adanya challenge. Di FFN sudah terkenal bahwa challenge-challenge di Infantrum sangat keren, unik, menarik, dan kreatif, bikin orang jadi pengin ikutan juga.

Lagian memangnya selama ini pernah ada challenge untuk orific atau khusus art di board challenge? Gak ada kan? Karena board challenge memang untuk fanfic, makanya masuk ke All About Fanfiction. Orific dan art hanyalah sampingannya saja. Kalau mau bikin challenge untuk art dan orific, silakan bikin di tempat lain, bukan di board challenge.

[Essay] Telling the Truth...
Wahaha. Saya kan pernah dapet review dari Pinku-san. Dan review Anda itu adalah satu-satunya review yang menyebut tentang plot hole dalam fanfic tersebut, yang sebenernya jelas banget tapi gak ada reviewer lain yang menyebutkannya. ^_^;;
(btw, plot hole-nya udah dibenerin :D)

.

Well, sebenarnya author tsb ngirim PM kayak gitu ke saya mungkin ada benarnya sih. Soalnya waktu itu saya belum banyak pengalaman di dunia FFN, belum banyak tahu tentang etika review (halah). Kalo gak salah belum gabung Infant juga deh.

Soalnya gini lho... fandom itu emang fandom sepi yang kekeluargaannya betul-betul sangat amat akrab sekali, bahkan ada satu akun karya kolaborasi untuk semua author yang aktif di fandom itu pada masa itu. Jadi, walaupun saya termasuk salah satu dari "keluarga" tersebut, mungkin saya ada terkesan sok dengan review-review saya. >_> Di situ jarang ada yang ngasih concrit, sih.

.

Dan sebenarnya, kalo dilihat dari kondisi author Indonesia saat ini, kayaknya review yang benar masih amat dihargai kok, meskipun review palsu bertebaran. Buktinya, kemaren yang masuk nominasi Best Reviewer di IFA 2010 adalah mereka-mereka yang reviewnya jujur seperti yang udah saya tulis di starter makanya kalo dipikir-pikir lagi, sekarang saya malu banget kemaren masuk nominasi Best Reviewer >///<.

.

Tentu saja ujung-ujungnya kita harus balik lagi ke author yang menerima kebenaran itu ya... apakah mereka sanggup menerima kenyataan tentang kesalahan mereka, atau terus hidup dalam kepalsuan sanjungan review.

.

Kotak Review FFN
 

A well rounded critique is often the most rewarding gift a reader can give. Please use this golden opportunity to offer a well deserved praise and/or tips for improvement.


Kata-kata di atas, kalau dicermati, bener-bener merangkum apa yang seharusnya ada dalam sebuah review kan? Baik well deserved praise maupun tips for improvement sama-sama the most rewarding gift a reader can give. :)

Kapan-kapan kita harus tunjukin ini kali yah kalo ada yang sakit hati saat kita menyatakan kebenaran dalam review? :D:D:D

[Essay] Telling the Truth...
Wah, komennya jadi membludak. Maaf banget ya kalo ga bisa balesin satu-satu. m(_ _)m

@Reiyka-san: Saya jurusan Ilmu Perpustakaan dan saya sangat bangga. :D

.

Soal "boleh nggak mengkritik plot"... hm, susah juga. Jujur aja, saya selalu menghindari mengkritik plot karena bagi saya plot adalah hak penulis. Sepicisan apa pun plotnya, saya biasanya nggak mengkritik tentang itu. Pernah sih, saya jujur sekali, dalam sebuah review saya bilang agar plotnya jangan terlalu sinetron. Terus berbulan-bulan kemudian, waktu lagi iseng googling nama pena sendiri, saya menemukan bahwa author tersebut ngomel-ngomel di Twitter-nya gara-gara review saya itu, padahal di review reply-nya dia bilang "Oh oke nanti saya usahakan plotnya nggak terlalu nyinetron. Mohon maklum, saya masih belajar."

=_="

Biasanya "kebenaran" yang saya katakan ya soal salah-salah EYD. Saya masih amat menghindari bicara tentang plot. ---> payah
Saya akan berusaha berubah. T_T

.

@a1y-san
Wow reviewnya Pinku-san mantabh 0_0

That's it. Kebenaran dikatakan karena reviewer bermaksud baik, agar author tersebut bisa maju. Dan saya setuju sama perbedaan antara flame dan concrit yang ditulis a1y-san. Flame tidak menyatakan kebenaran, sama sekali tidak.

Dulu banget, waktu saya masih bergelut di sebuah fandom sepi yang kekeluargaannya akrab, pernah ada author yang PM saya, menegur bahwa kata-kata saya dalam me-review di fandom itu kayaknya rada nyakitin--padahal saya cuma menyatakan kebenaran. Dia bilang review saya sebagai flame dan bicara panjang lebar agar saya menghaluskan review saya, soalnya di fandom itu ada anak yang masih SMP dst (dan termasuk dia bilang, saya nggak berhak mengomentari plot). Terus saya balas, bahwa kata-kata saya adalah concrit bukan flame, dan saya kasih contoh flame yang mirip sama contoh a1y-san.

Beginilah Teguran Author Tsb pada Saya


(NB: anti = kamu [perempuan], bahasa Arab)

Well... yah. Memang mengatakan kebenaran itu--meskipun demi kebaikan--tidak mudah. :( Terkadang malah dimusuhi, kayak kasus ibu-ibu yang mengadukan ketidakjujuran sekolah anaknya dalam UAN. Kembali lagi, kita memang harus pintar basa-basi seperti kata Frenzy-san, karena memang budaya Indonesia seperti itu.

.

faria-san
 

Kadang semata-mata kita hanya lebih ingin menunjukkan 'kesan' daripada 'pesan'. Analoginya, ada perbedaan mendasar dari 'berbohong' dan 'tidak mengatakan kebenaran'. Saya rasa terlalu prematur untuk menilai bahwa tidak mengatakan kebenaran adalah menjilat. Menjilat itu berbohong, menurut saya.


This. Kalo ada di facebook, pasti saya like.

Saya nggak bisa ngomong apa-apa lagi saking setujunya. :D


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone