Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
ZetaBoards - Free Forum Hosting
Free Forums with no limits on posts or members.
membangun klimaks
Iya, mumpung libur dibaca ajahhh... ^_^ Ceritanya bagus lhoooo... :DD

Klimax di awal cerita? Mungkin bisa, tapi sifatnya cuma sepenggal berupa prolog. Nanti metode penulisan ceritanya bisa jadi berformat flashback.

membangun klimaks
@Kyou-san: Ini deh contoh lain... COUNTDOWN by .bulanbiru.
Itu setting-nya canon dan kayaknya bener-bener pas jadi contoh untuk klimax "siapa". :)

@Heri-san: Kayaknya tergantung alur dan keinginan si authornya deh, tuh cerita mau dibikin kayak apa... mau satu kalimat doang yang menjelaskan segalanya di akhir (mungkin berupa kesimpulan) atau dijabarkan kalimat-kalimat, terserah author... :D

membangun klimaks
Aduh, malu deh nama saya disebut-sebut lagi >_<

@kyou-san: Contoh untuk fanfic berklimax "siapa": Flamer by G and K.
Btw, sebenernya mungkin untuk ngasih kejutan tentang "siapa" itu ya kita nggak usah ngisi chara-nya di properties fanfic :P

*

Saya sendiri kalo bikin klimax gimana ya? Tergantung juga sih. Beberapa hari lalu saya ikut lomba flash fiction di Multiply, dan saya belajar bahwa untuk flash fiction itu lebih asyik kalo klimaxnya bener-bener di ending, ditinggalkan menggantung, dan mungkin juga berupa twist. Yah, itu karena flash fiction kan gak lebih dari 300 kata. Tapi untuk fanfic, saya rasa tergantung alurnya.

Alur sebuah cerita kan bisa digambarkan bagai garis naik turun. Yang paling sederhana mungkin yang bertipe orientation - complication - resolution (awal - klimax - akhir), yang kalo digambarkan mungkin seperti gunung pada umumnya. Dari bawah (awal, pengenalan, dll), melengkung naik (latar belakang masalah), titik puncak (klimax), melengkung turun (mulai penyelesaian masalah), terus sampe bawah lagi (ending; penyelesaian yang bener-bener selesai). Namun, cerita zaman sekarang kan semakin kreatif... jadi nggak harus terpaku dengan generic structure yang kayak di atas, yang kayak dongeng happily-ever-after pada umumnya. Seperti yang Himeka-san bilang, faktor deskripsi de el el sangat memengaruhi penempatan klimax.

Untuk membuat klimax yang menggigit, tentu saja tergantung kreativitas author pembuat ceritanya. Untuk fanfic, mungkin agak susah membuat klimax yang menggigit, karena kita kan hanya mengembangkan dari cerita yang sudah ada. Tapi--dari yang pernah saya baca--inti dari membuat sebuah klimax adalah tetap menjaga rasa ingin tahu pembaca. Orientasi atau awal dari cerita itu harus dibuat sedemikian rupa sampe bikin penasaran, sehingga pembaca tetap mengikuti ceritanya sampe akhir.

your favorite fanfic..?
Lima fanfic yang paling berkesan (urut) di antara semua fanfic yang pernah saya baca...dan otomatis menjadi yang terfavorit dari yang terfavorit.

5. Flamer by G and K (fandom Naruto), fanfic yang bikin saya nggak bosen-bosen bacanya karena ringan, gak perlu mikir, dan endingnya ngena banget kocaknya :D

4. Harapan Kecil by Muscat-Dunghill (fandom Dragon Ball Z), salah satu fanfic romance selain dari fandom Naruto paling awal yang saya baca dan ceritanya membekas banget di hati saya~

3. Tentang Dua Shinobi by Muscat-Dunghill (fandom Naruto), fanfic yang saya baca sebelum tidur dan efeknya dahsyat banget sampe kebawa mimpi. Muscat-san emang te-o-pe be-ge-te dah.

2. Ame no Shita de Anemone by aicchan (fandom Naruto), fanfic Akatsuki Indonesia terbaik banget banget banget menurut saya... kesedihan Kisame nyata banget di sini, suka banget penggambaran hubungannya dengan Itachi... T_T

1. Bulma's Other Men by Sawnya (fandom Dragon Ball Z), satu-satunya fanfic yang saya baca berulang-ulang dan tetep aja nggak pernah berhenti ngakak setiap habis baca. Campuran yang tepat banget antara kocak dan manis sekaligus. Pokoknya fanfic ini berkesan banget deh buat saya... suka banget sama semua unsur di fanfic ini.

#

Kalo mulchap sih, saya suka semua fanfic Saint Seiya multichapter karya Yukitarina; ditambah dengan A Love Story, Perhaps by Lady Bellatrix (fandom Naruto) ==> fanfic yang saya baca pas SMP ketika masih silent-reader doang dan biasanya saya bacul setiap beberapa bulan sekali; COUNTDOWN by .bulanbiru. (fandom Naruto) ==> fanfic langganan saya tiap ke warnet pas SMP; serta Akatsuki Employee Handbook by Lady Khali (fandom Naruto) ==> saya baca entah berapa jam nonstop dari hape dan nggak berhenti ngakak-ngakak saking gokilnya nih fanfic

#

Sekian, maap kepanjangan

Review pertama
A-ha-ha-ha-ha. Entahlah ya, saya cuma merasa nggak enak kalo ngasih review satu baris doang. Kalo memosisikan diri sebagai author yang ficnya di-ripyu, pasti seneng kan kalo dapet ripyu panjang? Makanya saya kalo ngeripyu jadi otomatis berbaris-baris~
lagian kalo ngasih pendapat nggak tuntas kan nggak enak... apalagi nggak ada fitur edit ripyu~

Tapi akhir2 ini saya nggak pernah me-ripyu... lagi sok sibuk sih ~_~

==> digaplok karena OOT

Review pertama
[ikutan]

Dulu, tahun 2007, waktu saya masih cuma silent reader dan good-fic hunter (buka FFN di warnet-copas ke MWord-simpen di disket-bawa pulang baca di rumah), saya sama sekali nggak tahu ada yang namanya review. Nggak pernah merhatiin tulisan merah-merah di sebelah nama authornya. Pas pertama kali saya publish fic aja saya sama sekali nggak ngarep dapet ripyu, wong nggak tahu ada yang namanya review. ==> katro f(-_-;;)

1. Review pertama kamu berikan buat fic apa dan authornya siapa?

Fanfic Saint Seiya berjudul "Wishes" karya author favorit saya sepanjang masa, Yukitarina.

Spoiler: click to toggle


2. Apa kesan kamu tentang isi review pertama yg kamu tulis itu?

Bener-bener isinya bacotan semua gara2 baru kenal apa yang namanya review. Udah gitu saya cuek aja lagi ngeripyu fic English pake bahasa Indonesia ==> belom kenal etika per-fanfic-an

3. Review pertama yang kamu terima dari siapa?

Dari purpleanime. Seperti yang udah saya bilang di prolog curcol ini atas, saya tadinya sama sekali nggak tahu ada yang namanya review, makanya kaget banget pas pulang dari warnet, bobo siang, terus bangun dan buka hape untuk liat hasil publish-an saya... "Lho apaan nih tulisan merah ini?". Pas saya buka dan baca isinya, wuih... senengnya setengah mati, padahal reviewnya cuma very wonderful! you're english is pretty good! keeping going! ==> bener-bener norak dah saya pas itu

4. Gimana hubungan kamu dgn si reviewer pertama? sering saling kirim pm, fangirling bareng, ato nggak pernah ketemu lagi di forum manapun?

Dulu pas masih aktif banget di fandom Saint Seiya English, dia sering banget review fic SS saya, pertamax melulu lagi. Terkadang malah dia menjadi satu2nya pe-review. Saya sendiri me-review fanfic dia (tapi ketikannya ancur dan waktu saya kasih concrit, dia malah bilang "Kenapa kamu ribut banget soal ejaan?" dalam bahasa Inggris). Tapi saya tetep review fic dia dan ngasih concrit yang sama. Well, setelah saya keluar dari fandom itu, nggak pernah berhubungan lagi.

Typing vs Writing
Dulu pas hape lama saya blm rusak, saya biasanya ngetik di situ, terus setelah diedit baru diketik di kompie. Tapi untuk cerita mulchap berbahasa Indonesia, biasanya saya langsung ngetik di kompie. Tapi ada juga fic yang saya tulis tangan, soalnya nulisnya di sekolah. Sekarang mah enggak lagi kayaknya, kan udah gak sekolah ==> belagu banget anak baru lulus ==> ditabok


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone