Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
DealsFor.me - The best sales, coupons, and discounts for you
[Essay] Telling the Truth...
Memang sebetulnya mengatakan kebenaran itu nggak mudah. :/ Orang Indonesia pada umumnya kan gak senang nyari musuh, jadi sebisa mungkin berusaha menjaga perasaan orang. Tapi ya kalau dimanja gitu, gak akan berkembang. :(
Concrit harus dibudayakan, entah yang modelnya to the point ataupun muter-muter dulu.
.
Dan saya juga baru melihat dari sudut lain setelah Frenzy-san dan Pinku-san mengatakannya, yaitu sudut orang yang kita concrit. Emang sih, mental orang yang kita concrit itu banyak yang lembek, terutama newbie yang tumbuh di fandom aman damai. Kalo di fandom2 besar sih ngasih concrit lebih santai, soalnya memang banyak orang. Tapi di fandom pinggiran atau fandom lenje yang susah. =/
.
Saya cukup yakin 85% review untuk fanfic-fanfic Indonesia saat ini adalah review palsu yang cuma menjilat. Terus 5%-nya review pragmatis, yang cuma mentingin apdet seperti kata Frenzy-san. Sisanya barulah review yang benar-benar review.
.
Jujur aja, seperti yang udah saya bilang, saya sendiri biasanya cuma me-review fanfic yang saya bener-bener suka. Tapi kalo ada keharusan me-review, saya masih sering lembek. Walaupun sekarang udah berusaha berubah, tapi review2 saya yang dulu-dulu--yang banyak palsunya--masih jauh lebih banyak. :( Jadi merasa bersalah. T_T
.
Anyway, kembali lagi, kebenaran perlu dikatakan. Sebelum me-review, kita harus bilang agar si penerima siap mental, apalagi kalau concrit itu dia yang minta seperti kata Farf-san. Saya biasanya mengakali dengan menabur emoticon yang cukup banyak, atau kalo mengoreksi fic author yang udah cukup terkenal, pake kata2 basa-basi. Akhirnya ditutup dengan maaf dan menjelaskan ini demi kebaikan ybs...

[Essay] Telling the Truth...

Woro-woro
Saya sempat mengusulkan agar ada subforum essay di All About Fanfiction, tapi menurut para Admin dan Momod lain, subforum tersebut belum perlu karena bisa digabung di Fanfiction Free Discuss. Jadi sekarang saya coba dulu nulis essay di sini.




MEMBUDAYAKAN MENGATAKAN KEBENARAN

Semester lalu saya belajar filsafat. Salah satunya adalah epistemologi, yang membahas tentang pengetahuan, bagaimana karakteristiknya, macamnya, serta hubungannya dengan kebenaran dan keyakinan (sumber: Wikipedia). Namun, bukan itu yang ingin saya bahas di sini.

Salah satu modul saya menyebutkan bahwa Indonesia tidak maju-maju karena masyarakatnya tidak membudayakan mengatakan kebenaran seperti orang-orang Barat. Budaya Indonesia adalah budaya menjilat--mengatakan yang bagus-bagus saja untuk menyenangkan orang, khususnya orang-orang yang punya kekuasaaan. Sejak zaman raja-raja, hingga saat ini, kebiasaan itu masih berlangsung. Tak heran, banyak orang hipokrit bermuka dua di negeri ini.

.

Setelah membaca modul itu, saya jadi berkaca pada diri sendiri.

Apakah saya termasuk orang yang tidak membudayakan kebenaran?

.

Mari kita kaitkan dengan review. Saya biasanya selalu memuji ketika memberi review. Bukan karena ingin menjilat atau menyenangkan orang, melainkan karena saya memang benar-benar suka dan terpesona dengan fanfic tersebut. Selama ini kebanyakan fanfic yang saya review adalah yang benar-benar saya suka saja, jadi wajarlah jika isinya pujian semua.

Tidak saya pungkiri, keinginan menyenangkan orang memang ada, meski tentu saja tidak sampai tahap "menjilat" (sebenarnya, sedikit-banyak saya tidak suka pemakaian kata itu). Masalahnya, biasanya saya terlalu ingin menjaga perasaan author tersebut, jadi saya jarang mengungkapkan kelemahan-kelemahan fanficnya. Saya tetap ingin membina hubungan baik sehingga tidak memberikan concrit secara maksimal, walaupun sebenarnya saya tahu kekurangan fanfic tersebut.

Entah kenapa saya bisa lembek begitu dalam memberi review, padahal kalau saya menilai sebuah karya--bukan fanfiction--di blog saya, saya selalu menilai dengan adil antara kelebihan dan kekurangannya.

Namun, sekarang saya sedang belajar untuk mengubah kebiasaan itu. Bukankah kebenaran harus dikatakan meskipun pahit? Kebenaran tidak boleh disembunyikan, harus dikatakan demi kebaikan yang bersangkutan. Kita bisa mulai belajar dari pemenang Best Reviewer IFA 2010 lalu, AnnaYuki dan beberapa nominator lain seperti Azureila dan teacupz' yang selalu membudayakan mengatakan kebenaran dalam reviewnya dengan memberikan concrit-concrit yang teliti.

Semua orang senang dipuji, tetapi belajar menerima kesalahan dengan lapang dada juga perlu.

Mari kita mulai membudayakan mengatakan kebenaran dalam me-review!




Lebih jauh tentang Epistemologi bisa dilihat di sini





Sanich Iyonni
Fufufu, saya lagi di Istana Cipanas dan banyak kaktus cantik di pot di sini. X3

Ngomong2 tentang itu, hari ini saya gak jadi ke TCoK. Jadi mungkin kapan2......masih ada kesempatan ketemu deh XD

Sanich Iyonni
Soalnya saya mikirin sebuah ide itu selalu dicocokin sama canon-nya (kecuali untuk Cerita Si Penanam Pohon yang emang murni berniat nyindir :P dan tanpa sengaja malah jadi pesan ganda =))).
Anda Pernah baca note Fb saya "Tekanan Canon", kan? Seperti itulah. Saya gak akan puas kalo gak menggali celah-celah yang bisa di-fanfic-in. Atau..... nulis fic filler tapi tetap canon aja buat kesenangan pribadi or menuhin rikues orang. X3

Makasih dukungannya, doakan yaaa ^o^

Sanich Iyonni
@faria-san: Chall sudah di-launching. XD
.
@nutmeg-san: Makasiiiih >///<
Aduh, jadi malu deh. Makasih banyak yaaa. :') Saya ga tahu mau bilang apa lagi selain makasih. m(_ _)m
Hehehe mungkin kapan-kapan saya mampir ke fandom TGQS lagi. Sekarang lagi totally rest dari nulis fanfic. Masih fokus novel. :3
Untuk menulis fanfic.....sebenernya saya cuma nulis apa yang pengin saya tulis. Menyampaikan sesuatu, mungkin iya beberapa, tapi biasanya saya lebih menekankan pada pas atau enggaknya fic saya dengan canon-nya. Atau... kombinasi keduanya. Kalo nulis dengan dasar fangirling buta sih saya gak pernah. Saya suka satu chara, terus saya bikin fic tentang dia untuk meningkatkan atau memperbaiki citranya di masyarakat. Gitu aja sih. XD
Maaf reply nya berantakan, pake hape soalnya. Makasiiih!

Pertanyaan2 Umum
Maaf, mau nambahin kata-kata kyou-san.

Quote:
 
forum ini memang tidak memberi aturan tertulis yang melarang untuk oneliner, hanya tidak memperbolehkan untuk pakai bahasa yang disingkat2 macem sms atau alay.


Sebenarnya, di challenge rules tertulis seperti ini:

Quote:
 
Board ini dibuat dengan tujuan bagi member yang ingin mengajukan tantangan membuat fanfic, entah tantangan berdasarkan tema, fandom, genre dan lainnya.

Basic forum rules, seperti no-spam (oot, one-liner, etc), berlaku di sini


.

Jadiiii, no oneliner adalah basic forum rules yang memang berlaku di forum mana pun, Hikari-san. Nggak di Infantrum doang--itu adalah peraturan universal untuk forum di mana saja. ^^

@kyou-san: Kita minta Admin-sama ngedit rules-nya aja kali ya, biar jelas tertulis di rules? :)


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone